Sterilisasi botol susu merupakan salah satu upaya yang penting dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi dan mencegahnya terkena penyakit. Jika botol susu tidak terjaga kebersihannya, bayi dapat lebih berisiko terinfeksi kuman penyebab penyakit.

Menjaga kesehatan bayi membutuhkan perhatian ekstra. Hal ini terutama karena bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih lemah, sehingga ia rentan terkena infeksi.

Cara Sterilisasi Botol Susu untuk Menjaga Kesehatan Bayi - Alodokter

Oleh karena itu, sebagai orang tua, Anda dituntut untuk lebih cermat dalam mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan oleh bayi, mulai dari makanan yang ia konsumsi hingga kebersihan tempat tidur, pakaian, mainan, serta botol susu dan peralatan makan bayi.

Sterilisasi botol susu tidak wajib dilakukan tiap kali Si Kecil ingin menyusu. Anda hanya perlu mensterilisasi botol susu saat botol baru saja dibeli atau saat Anda menggunakan botol susu milik bayi lain untuk menyusui Si Kecil.

Selain itu, sterilisasi botol susu juga diperlukan ketika Si Kecil sakit atau air yang dipakai untuk mencuci botol susu tidak terjamin kebersihannya.

Cara Mencuci dan Sterilisasi Botol Susu Bayi

Sebelum melakukan sterilisasi, cucilah botol susu terlebih dahulu. Berikut ini cara mencuci botol susu yang benar:

  • Cuci tangan hingga bersih menggunakan air mengalir dan sabun.
  • Lepaskan setiap bagian botol bayi, termasuk dot dan tutupnya.
  • Cuci botol dan setiap bagiannya dengan sabun dan air mengalir atau air hangat. ¬†Usahakan agar mencuci setiap bagian botol hingga bersih dari sisa susu.
  • Bersihkan sisi luar dan dalam botol agar botol susu tersebut bersih sepenuhnya.

Setelah botol dicuci, proses sterilisasi bisa dilakukan. Ada 3 cara umum yang dapat Anda pilih untuk mensterilisasi botol susu, yaitu:

1. Sterilisasi botol susu dengan steamer botol susu

Sterilisasi botol susu dengan menggunakan mesin penguap ini merupakan cara yang paling praktis dan cepat. Mesin ini bekerja dengan cara menciptakan uap panas bersuhu tinggi yang mampu menghilangkan kuman di dalam botol. Proses sterilisasi dengan menggunakan mesin ini hanya memakan waktu sekitar 8-12 menit.

Kelebihan lain yang bisa Anda dapat adalah kebersihan botol yang mampu bertahan hingga 6 jam selama botol tersebut disimpan di dalam mesin atau wadah steril yang tertutup. Hanya saja, untuk mendapat kemudahan dan kelebihan itu, tentu Anda perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membelinya.

Saat menggunakan mesin penguap atau steamer botol susu ini, ikuti instruksi yang tertera pada kemasan mesin. Pastikan Anda menempatkan bagian-bagian botol menghadap ke bawah dan hindari memasukkan perlengkapan yang tidak aman untuk disterilkan, seperti pompa ASI.

2. Sterilisasi botol susu dengan microwave

Jika Anda memiliki microwave di rumah, Anda dapat memanfaatkan alat tersebut untuk mensterilisasi botol susu bayi.

Cara ini dilakukan hanya dengan memasukkan botol, dot, serta tutup botol yang sudah dicuci ke dalam microwave, kemudian nyalakan microwave pada suhu tinggi dan atur pemanasan untuk 1-2 menit.

Sebelum menggunakan mirowave untuk mensterilkan botol susu bayi, pastikan microwave berada dalam keadaan bersih, tidak berbau, dan tidak terdapat sisa makanan di dalamnya.

3. Merebus botol

Anda tidak perlu khawatir jika tidak memiliki mesin penguap botol susu atau microwave, sebab sterilisasi botol susu bayi juga bisa dilakukan hanya dengan merebusnya. Caranya, cukup dengan merebus air hingga mendidih atau bersuhu minimal 80 derajat Celsius, lalu rebus botol bayi selama kurang lebih 5 menit. Setelah itu, angkat botol menggunakan tong atau penjepit makanan, lalu letakkan botol di tempat yang bersih dan diamkan hingga kering.

Meskipun praktis dan murah, mensterilkan botol susu bayi dengan cara merebusnya dapat membuat dot botol bayi mudah rusak. Oleh karena itu, buang dan ganti dot atau bagian botol lain jika ada retak atau kerusakan.

Bahan Botol Susu Bayi yang Perlu Diperhatikan

Sebelum proses sterilisasi dilakukan, Anda perlu membaca keamanan produk yang tertera pada botol lebih dulu. Pasalnya, beberapa botol mengandung senyawa bisphenol A (BPA) yang bisa terlepas ketika dipanaskan dan larut ke dalam susu.

Jika tertelan oleh bayi, zat kimia ini dapat meningkatkan risiko bayi terkena sejumlah masalah kesehatan, seperti gangguan tumbuh kembang, kerusakan otak, serta masalah pada daya tahan tubuhnya.

Jika botol susu bayi tidak mengandung BPA, maka proses sterilisasi dapat dilakukan. Sebaliknya, apabila botol susu bayi mengandung bahan tersebut, pertimbangkan untuk membeli botol susu lain yang bebas kandungan BPA agar lebih aman ketika disterilisasi.

Sebisa mungkin hindari menggunakan panci yang sama untuk keperluan lain, seperti memasak. Bila perlu, belilah panci baru yang khusus digunakan untuk sterilisasi botol susu bayi.

Sterilisasi botol susu disarankan tetap dilakukan secara berkala hingga bayi berusia minimal setahun. Jika masih bingung terkait cara sterilisasi botol susu yang tepat atau berapa kali botol susu perlu disterilisasi, Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anak.