Bukan hanya orang dewasa, bayi juga bisa mengalami anemia, lho. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena bisa menghambat tumbuh kembangnya. Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa bayi mengalami anemia, apa penyebabnya, dan seperti apa penanganannya? Simak penjelasan berikut ini.

Anemia adalah kondisi di mana kadar hemoglobin dan sel darah merah berada di bawah rentang normal. Pengertian yang sama juga berlaku untuk anemia pada bayi. Salah satu jenis anemia yang paling sering dialami oleh bayi adalah anemia akibat kekurangan zat besi.

Bayi Mengalami Anemia? Ini Penyebab dan Cara Menanganinya - Alodokter

Beberapa gejala yang dapat muncul saat bayi mengalami anemia adalah kulitnya terlihat pucat, bayi tampak lesu dan tidak bersemangat, nafsu makannya menurun, dan tumbuh-kembangnya melambat.

Penyebab Utama Anemia pada Bayi

Anemia pada bayi tidak bisa dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, anemia dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan bayi. Ada beberapa mekanisme penyebab anemia pada bayi, yaitu:

Produksi sel darah merah yang kurang

Sebagian besar bayi mengalami anemia pada beberapa bulan pertama setelah lahir. Hal ini normal dan dikenal dengan istilah anemia fisiologis. Anemia jenis ini terjadi karena bayi mengalami pertumbuhan yang cepat, sehingga tubuhnya memerlukan waktu untuk mengejar produksi sel darah merah hingga jumlahnya memadai.

Kehilangan banyak darah

Kehilangan banyak darah pada bayi biasanya disebabkan oleh perdarahan. Perdarahan yang umumnya dialami oleh bayi adalah karena proses pengambilan darah yang rutin selama bayi mendapat perawatan medis atau karena kerusakan pada organ dalamnya, misalnya perdarahan di saluran cerna.

Sel darah cepat rusak

Anemia pada bayi yang disebabkan oleh kerusakan sel darah umumnya terjadi saat bayi mengalami ABO inkompatibilitas, yaitu ketidakcocokan darah bayi dengan ibu, atau jika bayi mengalami sickle cell anemia atau thalassemia.

Cara Menangani Anemia pada Bayi

Penanganan anemia pada bayi akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Jika anemia disebabkan oleh perdarahan, maka penanganannya adalah dengan menghentikan perdarahan dan mengganti darah yang hilang lewat transfusi darah.

Jika penyebab anemia adalah kurang zat besi, maka penanganannya adalah dengan:

Pemberian makanan tinggi zat besi

Dokter akan menyarankan agar bayi diberikan beragam makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging, telur, kacang-kacangan, brokoli, dan sereal yang sudah diperkaya dengan zat besi. Namun, penanganan ini hanya diberikan kepada bayi yang usianya sudah di atas 6 bulan atau yang sudah mengonsumsi MPASI.

Pemberian suplemen zat besi

Jika diperlukan, dokter juga akan meresepkan suplemen zat besi dalam bentuk tetes. Karena rasanya tidak enak dan agak berbau, dokter biasanya akan menyarankan untuk mencampur suplemen ini ke dalam makanan atau minuman bayi.

Anemia pada bayi perlu dikenali sedini mungkin dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena dapat mengganggu tumbuh kembang bayi. Untuk memantau kondisi kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil, Bunda perlu rutin memeriksakannya ke dokter atau ke posyandu.