Bayi sering mengejan adalah salah satu kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Meski tampak membuat Si Kecil tidak nyaman, kebiasaan ini umumnya merupakan bagian dari tumbuh kembang bayi dan jarang menandakan masalah serius.

Pada masa awal kehidupan, sistem pencernaan bayi masih dalam proses belajar bekerja secara optimal. Oleh karena itu, tidak heran jika bayi sering mengejan saat buang air besar, menyusu, atau bahkan saat tidur. Meski terlihat seperti “berjuang keras”, kondisi ini umumnya masih normal.

Bayi Sering Mengejan, Kenali Penyebab, Cara Mengatasi, dan Tanda Bahayanya - Alodokter

Berbagai Penyebab Bayi Sering Mengejan

Memahami penyebab bayi sering mengejan bisa membantu Bunda merawat Si Kecil dengan tenang dan tepat tanpa terlalu khawatir. Berikut ini adalah berbagai hal yang bisa menyebabkan bayi sering mengejan:

1. Sistem pencernaan belum matang

Pada bayi usia 0–6 bulan, refleks mengejan merupakan hal yang sering terjadi. Hal ini karena otot perut dan otot dasar panggulnya belum cukup kuat untuk mendorong feses keluar dengan mudah. Pada fase ini, bayi masih belajar mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk proses buang air besar.

Saat refleks ini muncul, bayi bisa terlihat tegang, wajah memerah, atau mengeluarkan suara seperti menggeram, tetapi biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri.

2. Kolik

Kolik merupakan kondisi ketika bayi menangis berlebihan tanpa penyebab yang jelas, meskipun dalam keadaan sehat. Kondisi ini umumnya dialami bayi berusia 2 minggu hingga 4 bulan.

Saat mengalami kolik, bayi sering terlihat mengejan, wajahnya memerah, tangan mengepal, serta kaki ditekuk ke arah perut sebagai respons terhadap rasa tidak nyaman.

Meski kerap membuat orang tua cemas, penyebab kolik hingga kini belum dapat dipastikan. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan ketidakseimbangan sistem pencernaan serta proses adaptasi usus bayi terhadap asupan makanan.

3. Perut kembung

Bayi sering menelan udara saat menyusu, baik ketika menyusu langsung dari payudara maupun menggunakan botol susu. Udara yang ikut masuk tersebut dapat menumpuk sebagai gas di dalam saluran cerna, sehingga memicu perut kembung. Akibatnya, bayi sering mengejan, tampak rewel, dan menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan.

Selain itu, perut kembung pada bayi juga dapat dipengaruhi oleh sistem pencernaan yang belum berkembang sempurna. Pada bayi yang mendapat ASI, jenis makanan yang dikonsumsi ibu menyusui pun dapat memicu peningkatan produksi gas dan memicu perut kembung pada bayi.

4. Sembelit

Sembelit pada bayi biasanya ditandai dengan feses keras, buang air besar yang jarang (kurang dari 3 kali seminggu), dan bayi tampak mengejan berlebihan saat BAB.

Penyebab sembelit pada bayi bisa bervariasi, mulai dari transisi ke makanan padat, kurang asupan cairan, hingga kondisi medis tertentu. Bayi yang mengalami sembelit biasanya terlihat tidak nyaman dan bisa menjadi lebih rewel.

5. Gangguan pencernaan serius

Walaupun jarang, beberapa kondisi medis bisa menyebabkan bayi sering mengejan, antara lain alergi susu sapi, infeksi saluran cerna, atau kelainan anatomi, seperti stenosis anus.

Kondisi ini biasanya disertai gejala tambahan yang lebih berat, seperti muntah berwarna hijau, demam tinggi, feses berdarah, atau bayi tampak sangat lemah dan tidak responsif.

Cara Membantu Bayi yang Sering Mengejan

Pada umumnya, bayi yang sering mengejan tidak memerlukan penanganan khusus selama ia tetap aktif, mau menyusu, berat badan bertambah, dan tidak menunjukkan tanda bahaya. Kondisi ini biasanya merupakan bagian dari proses perkembangan yang akan membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi.

Untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan, Bunda dapat melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Pijat perut bayi perlahan-lahan atau gerakkan kedua kakinya seperti gerakan mengayuh sepeda guna merangsang kerja pencernaan.
  • Pastikan bayi merasa nyaman dengan cara menggendong, mengayun perlahan, atau membedong secara ringan. Ciptakan suasana yang tenang dan hindari overstimulasi agar bayi lebih rileks.
  • Setelah menyusu, bantu bayi bersendawa dengan menepuk lembut punggungnya. Pijatan perut searah jarum jam juga dapat membantu mengeluarkan gas dan meredakan rasa tidak nyaman.
  • Pastikan kebutuhan cairan bayi tercukupi, terutama bila sudah mulai MPASI.

Kapan Bayi Sering Mengejan Perlu Diwaspadai

Bayi sering mengejan umumnya bukan sesuatu yang berbahaya. Namun, segera bawa Si Kecil ke dokter jika Bunda menemukan tanda-tanda berikut:

  • Tidak mau menyusu atau minum
  • Demam tinggi
  • Muntah berwarna hijau atau darah
  • Perut terasa keras
  • Tidak buang air besar lebih dari 3 hari atau terdapat darah pada feses
  • Bayi tampak sangat lemas atau tidak responsif

Mengejan pada bayi merupakan bagian alami dari proses penyesuaian sistem pencernaan. Meski umumnya tidak berbahaya, penting untuk mengenali tanda bahaya yang memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter.

Jika Bunda masih memiliki pertanyaan seputar bayi sering mengejan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan panduan penanganan yang tepat. Konsultasi bisa dilakukan dari mana saja melalui layanan Chat Bersama Dokter di ALODOKTER.