Cara membuat susu formula yang benar merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak. Kesalahan dalam proses penyiapan susu formula dapat meningkatkan risiko infeksi, gangguan pencernaan, hingga membuat asupan nutrisi menjadi kurang optimal.

Meskipun air susu ibu (ASI) tetap menjadi pilihan terbaik, ada kondisi tertentu yang membuat bayi membutuhkan susu formula sebagai pendamping atau pengganti. Dalam situasi ini, cara membuat susu formula yang benar tidak boleh dilakukan sembarangan.

Begini Cara Membuat Susu Formula yang Benar - Alodokter

Pasalnya, setiap tahapan, mulai dari kebersihan hingga takaran susu formula, berperan penting dalam mencegah risiko infeksi dan gangguan kesehatan. Tidak sedikit orang tua yang masih merasa ragu saat pertama kali menyiapkannya.

Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengikuti panduan yang tepat agar bayi mendapatkan nutrisi yang aman, higienis, dan sesuai dengan kebutuhannya setiap hari.

Cara Membuat Susu Formula yang Benar

Agar tidak salah langkah, simak cara membuat susu formula yang benar berikut ini supaya susu yang Anda buat selalu higienis dan tepat takaran.

1. Cuci tangan dan sterilkan peralatan

Sebelum menyiapkan susu formula, selalu pastikan tangan Anda dalam keadaan bersih. Cuci tangan menggunakan sabun dan alirkan di bawah air mengalir minimal selama 20 detik. Kebersihan tangan membantu mencegah bakteri atau kuman masuk ke dalam susu dan alat-alat bayi.

Setelah itu, sterilkan semua peralatan yang akan digunakan, seperti botol susu, dot, dan sendok takar. Cara mensterilkan bisa dengan merendam alat-alat tersebut dalam air mendidih selama 5–10 menit, atau menggunakan alat sterilizer khusus jika tersedia.

2. Gunakan air matang bersuhu tepat

Untuk membuat susu formula, gunakan air minum yang telah direbus hingga mendidih, lalu diamkan hingga suhunya sekitar 70°C. Suhu ini penting karena efektif membunuh bakteri atau kuman yang mungkin terdapat dalam susu bubuk.

Hindari menggunakan air dari dispenser panas dengan suhu yang tidak terjamin, serta air yang telah dipanaskan berulang kali karena kualitasnya bisa menurun dan kurang efektif membasmi kuman.

Selain itu, pastikan air yang digunakan bersih, bebas kontaminasi, dan tidak langsung diambil dari sumur atau keran tanpa dimasak terlebih dahulu.

3. Gunakan takaran sesuai anjuran

Dalam cara membuat susu formula yang benar, penting untuk selalu mengikuti petunjuk pada kemasan dengan saksama. Gunakan sendok takar bawaan untuk mengambil bubuk susu, lalu ratakan dengan sisi datar sendok atau spatula tanpa ditekan atau dipadatkan.

Masukkan jumlah sesuai anjuran, yang umumnya adalah satu sendok takar untuk sejumlah mililiter air tertentu. Hindari menambah atau mengurangi takaran bubuk maupun air, karena ketidaktepatan komposisi dapat mengganggu keseimbangan nutrisi serta meningkatkan risiko dehidrasi dan masalah pencernaan pada bayi.

4. Aduk susu sampai larut sempurna

Setelah bubuk susu dan air panas dimasukkan ke dalam botol, pastikan botol tertutup rapat, lalu kocok atau aduk secara perlahan hingga seluruh bubuk larut sempurna. Periksa bagian dasar botol untuk memastikan tidak ada gumpalan yang tersisa.

Pasalnya, susu yang belum tercampur dengan baik dapat meningkatkan risiko bayi tersedak atau mengalami gangguan pencernaan. Selain itu, pastikan tutup botol terpasang dengan benar agar susu tidak tumpah dan tetap terlindung dari kontaminasi udara luar.

5. Cek suhu susu sebelum diberikan

Sebelum diberikan kepada bayi, pastikan suhu susu sudah hangat mendekati suhu tubuh. Cara mudah mengeceknya adalah dengan meneteskan sedikit susu pada bagian dalam pergelangan tangan. Jika terasa hangat, susu siap diminumkan.

Hindari menguji suhu dengan mulut secara langsung karena dapat memindahkan kuman ke botol. Selain itu, jangan memberikan susu yang terlalu panas karena berisiko melukai mulut bayi, maupun terlalu dingin karena dapat membuat bayi tidak nyaman saat minum.

6. Berikan susu sesegera mungkin

Susu formula yang sudah dibuat sebaiknya segera diberikan kepada bayi, idealnya tidak lebih dari 2 jam setelah disiapkan. Hal ini karena menyimpan susu terlalu lama pada suhu ruang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Jika dalam waktu tersebut susu belum habis diminum atau terdapat sisa dari pemberian sebelumnya, sebaiknya dibuang. Hindari mencampur susu baru dengan sisa susu lama karena dapat meningkatkan risiko kontaminasi.

7. Simpan susu bubuk dengan benar

Untuk menjaga kualitasnya, pastikan wadah susu bubuk selalu tertutup rapat setelah digunakan. Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan terlindung dari paparan sinar matahari langsung.

Hindari memasukkan sendok takar yang masih basah atau terkontaminasi tangan yang belum bersih ke dalam wadah. Selain itu, jangan menyimpan susu bubuk di area yang lembap atau dekat sumber panas, karena dapat mempercepat kerusakan dan meningkatkan risiko kontaminasi jamur.

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membuat Susu Formula

Selain memahami cara membuat susu formula yang benar, ada beberapa hal penting lain yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Pastikan susu formula masih dalam tanggal kedaluwarsa dan kemasannya tidak rusak atau menggembung.
  • Hindari menambahkan gula, madu, sereal, atau bahan makanan lain ke dalam botol, terutama pada bayi di bawah usia 6 bulan.
  • Jangan menggunakan air mineral kemasan secara rutin, karena kandungan natriumnya bisa terlalu tinggi untuk ginjal bayi.
  • Ganti botol dan dot secara berkala untuk mencegah penumpukan kuman.
  • Perhatikan reaksi bayi setelah minum susu formula, seperti muntah, diare, atau ruam, yang bisa menjadi tanda ketidakcocokan.

Kebersihan dan ketepatan takaran merupakan kunci dalam cara membuat susu formula yang benar. Lakukan setiap langkah secara konsisten, selalu periksa petunjuk pada kemasan. Dengan cara ini, kebutuhan nutrisi bayi dapat terpenuhi sekaligus mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.

Jika bayi tampak tidak nyaman setelah minum susu formula, misalnya rewel, sering muntah, diare, atau menolak minum, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter. Perlu diketahui, tidak semua susu formula cocok untuk setiap bayi, terutama jika Si Kecil memiliki alergi, gangguan pencernaan, atau kondisi medis tertentu.

Apabila Anda masih merasa ragu dengan cara membuat susu formula yang benar, manfaatkan layanan konsultasi Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Melalui konsultasi, Anda dapat memperoleh saran yang sesuai untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan Si Kecil.