Sebagian orang mungkin belum mengetahui cara menggunakan obat asma hirup, seperti inhaler dan nebulizer, dengan tepat. Padahal, cara penggunaan yang salah dan tidak sesuai dosis bisa menyebabkan kinerja obat tidak optimal dalam mengatasi serangan asma.

Selain obat asma tablet atau sirup yang diminum, penderita asma juga biasanya menggunakan obat asma hirup yang tersedia dalam bentuk inhaler atau nebulizer. Keduanya efektif dalam mengatasi dan mencegah serangan asma.

Begini Cara Menggunakan Obat Asma Hirup dengan Tepat - Alodokter

Namun, cara menggunakan obat asma hirup ini harus tepat, agar obat bisa masuk ke saluran napas dengan baik. Jika penggunaannya kurang tepat, obat asma hirup mungkin saja tertinggal di belakang mulut atau bahkan tidak sampai ke paru-paru.

Cara Menggunakan Obat Asma Hirup

Inhaler dan nebulizer bekerja dengan mengubah obat asma berbentuk cairan atau serbuk menjadi uap. Lalu, obat dikirimkan ke saluran napas dengan cara dihirup melalui mulut. Kedua alat ini dapat digunakan untuk mengatasi serangan asma maupun mengontrol asma jangka panjang.

Berikut ini adalah cara menggunakan obat asma inhaler dan nebulizer:

Inhaler

Inhaler cukup praktis di bawa kemana-mana karena bentuknya kecil. Alat ini juga tidak membutuhkan listrik ataupun baterai seperti nebulizer. Untuk mengetahui cara menggunakan obat asma inhaler, ikuti beberapa langkah berikut:

  • Berdiri atau duduk tegak
  • Lepaskan tutup inhaler lalu kocok inhaler selama 5 detik
  • Miringkan kepala sedikit ke belakang, lalu tarik napas dan embuskan napas panjang
  • Masukkan inhaler di antara gigi dan tutup mulut hingga rapat
  • Tekan inhaler dengan cepat untuk melepaskan obat
  • Tarik napas segera setelah obat tersemprot keluar, lalu bernapaslah seperti biasa selama 3–5 detik
  • Tahan napas selama 10 detik untuk membiarkan obat masuk ke dalam paru-paru
  • Tunggu sekitar 30–60 detik sebelum mengambil isapan yang kedua

Dokter mungkin akan menganjurkan penggunaan spacer, yaitu corong tambahan yang mengubungkan inhaler dengan mulut. Penggunaan spacer bertujuan agar obat bisa tertahan sebentar di dalam corong dan tidak langsung masuk ke dalam mulut. Hal ini akan membuat pengguna inhaler bisa menghirup obat dengan lebih mudah.

Inhaler yang mengandung salbutamol bisa digunakan sebagai obat pereda cepat untuk serangan asma. Obat asma hirup ini dapat diberikan sebanyak 1–2 isapan, setiap 4–6 jam.

Sementara untuk mengendalikan asma jangka panjang, obat yang biasanya digunakan adalah budesonide dengan dosis 1–2 kali isapan setiap hari, atau formoterol yang dihirup setiap 12 jam atau sebanyak 2 kali dalam sehari.

Nebulizer

Cara kerja nebulizer sama seperti inhaler. Bedanya, nebulizer bertenaga listrik dan lebih mudah digunakan, terutama untuk mengatasi asma pada anak dan bayi.

Berikut ini adalah cara menggunakan obat asma nebulizer dengan benar:

  • Letakkan mesin nebulizer di tempat yang rata
  • Pastikan peralatan yang digunakan sudah bersih
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan obat
  • Masukkan obat ke cangkir obat dan pastikan dosis yang diberikan sesuai anjuran atau resep dokter
  • Sambungkan cangkir obat ke mesin dan masker mulut ke cangkir obat menggunakan selang yang tersedia
  • Saat alat sudah siap, nyalakan mesin. Jika berfungsi normal, alat akan mengeluarkan kabut atau uap yang berisi obat
  • Letakkan masker ke mulut, dan pastikan tidak ada sela
  • Bernapaslah perlahan-lahan hingga obat habis. Proses ini biasanya memakan waktu sekitar 10–15 menit
  • Jagalah agar cangkir obat tetap tegak selama alat digunakan

Sama seperti inhaler, nebulizer juga bisa digunakan sebagai obat asma saat serangan mendadak. Biasanya, obat yang dipakai dalam nebulizer adalah albuterol, salbutamol, atau ipratropium dengan dosis yang menyesuaikan kondisi penderita asma.

Untuk mengendalikan asma jangka panjang, dokter akan menyarankan untuk mengirup budesonide dan formoterol sebanyak 2 kali sehari menggunakan nebulizer. Namun, sebaiknya periksakan diri terlebih dahulu ke dokter untuk menentukan jenis dan dosis obat asma yang Anda butuhkan.

Sama seperti obat lain, penggunaan obat asma hirup ini juga bisa menimbulkan efek samping, seperti perasaan gugup, jantung berdebar, sakit perut, kesulitan tidur, serta nyeri otot atau kram.

Jika keluhan asma tak juga membaik setelah menggunakan inhaler atau nebulizer, mungkin cara menggunakan obat asma hirup yang Anda lakukan belum tepat atau Anda membutuhkan dosis obat yang lebih tinggi. Jangan segan untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, sesuai dengan kondisi Anda.