Penting bagi penderita asma untuk mengetahui cara mengonsumsi obat asma yang benar. Hal ini karena asma bisa menyebabkan penderitanya kesulitan bernapas. Jika tidak diobati dengan tepat, asma bisa menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Seseorang yang mengonsumsi obat asma perlu mengetahui aturan pemakaiannya, termasuk dosis, cara, dan waktu penggunaan agar obat asma bisa bekerja optimal. Hal ini karena obat asma ada bermacam-macam jenisnya dan masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam mengatasi gejala asma.

Petunjuk Mengonsumsi Obat Asma yang Tepat - Alodokter

Jenis dan Cara Mengonsumsi Obat Asma

Secara umum, obat asma bertujuan untuk mengatasi dan mengendalikan gejala yang dialami penderita asma agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Berikut ini adalah jenis-jenis obat asma:

Obat asma jangka pendek atau kerja cepat

Obat ini kebanyakan ditujukan untuk penderita asma yang mengalami serangan asma mendadak karena dapat melegakan saluran pernapasan dengan cepat, sehingga meredakan keluhan sesak dalam waktu yang cepat pula. Namun selain itu, dokter juga mungkin akan menyarankan penggunaan obat ini sebelum olahraga.

Berikut adalah jenis beserta cara mengonsumsi obat asma jangka pendek:

  • Beta agonis short-acting
    Obat jenis ini bisa dikonsumsi dalam bentuk tablet atau sirup dan ada juga sediaan yang bisa digunakan dengan inhaler atau nebulizer (alat uap). Contoh obat-obatan yang tergolong dalam jenis ini adalah albuterol dan salbutamol.

    Obat tablet maupun sirup beta agonis short-acting dikonsumsi saat terjadi serangan asma dan biasanya boleh digunakan hingga 3–4 kali sehari jika keluhan belum berkurang. Namun, dosisnya menyesuaikan usia penderita asma.

  • Kortikosteroid
    Kortikosteroid berguna untuk meredakan peradangan saluran pernapasan yang menyempitkan saluran pernapasan. Obat jenis ini biasanya digunakan untuk serangan asma yang tidak membaik dengan beta agonis atau antikolinergik.

    Contoh obat jenis ini adalah prednison dalam bentuk tablet.Obat ini paling efektif jika diminum pada 1 jam pertama serangan asma terjadi dan bisa diulang 12 jam setelahnya jika memang masih ada keluhan. Dosis maksimal adalah 50 mg per hari.

Jika Anda sudah mengonsumsi obat asma jangka pendek lebih sering dibanding yang disarankan oleh dokter, Anda mungkin perlu penyesuaian dengan obat asma jangka panjang untuk membantu mengurangi kambuh.

Obat asma jangka panjang

Obat asma jangka panjang diminum setiap hari agar asma dapat terkendali dan jumlah serta tingkat keparahan serangan asma berkurang. Jadi, obat asma jangka panjang harus tetap dikonsumsi walaupun tidak ada keluhan. Berikut ini adalah beberapa jenis obat pengontrol asma jangka panjang:

  • Teofilin
    Teofilin membantu menjaga saluran udara tetap terbuka dengan merelaksasi otot-otot di sekitar saluran udara. Teofilin bisa berbentuk tablet, kapsul, atau sirup dan biasanya dikonsumsi 2 kali sehari sebelum makan.

    Teofilin memiliki efek samping berupa mual dan muntah, diare, sakit kepala, detak jantung lebih cepat, dan perasaan gelisah atau gugup. Jika Anda merasakan efek samping ini, hentikan penggunaan teofilin dan konsultasilah ke dokter.

  • Pengubah leukotriene (leukotriene modifiers)
    Obat ini bekerja dengan menghambat kerja leukotriene, yaitu senyawa yang mengakibatkan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Obat yang termasuk golongan ini antara lain montelukast dan zafirlukast.

    Obat ini tersedia dalam bentuk pil, tablet, atau cairan, dan biasanya cukup dikonsumsi 1 kali di malam hari. Pemakaiannya harus atas anjuran dokter dan dengan perhatian khusus karena berisiko menimbulkan reaksi psikologis, seperti gelisah, halusinasi, depresi dan pemikiran bunuh diri.

Mengonsumsi obat asma jangka panjang dapat mengurangi kebutuhan Anda dalam menggunakan obat asma reaksi cepat. Gunakan obat asma jangka panjang sesuai dengan anjuran dokter, setelah melalui konsultasi dan pemeriksaan.

Pola Hidup Sehat di Samping Mengonsumsi Obat Asma

Selain mengonsumsi obat asma sesuai petunjuk penggunaan, Anda juga perlu menjalani pola hidup sehat agar asma tetap terkendali dengan baik. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol gejala asma:

  • Perbanyak konsumsi buah dan sayuran, serta makanan yang mengandung asam lemak omega-3.
  • Hindari makanan yang dapat menyebabkan alergi, karena alergi dapat memicu serangan asma.
  • Hindari makanan dengan bahan-bahan pengawet, karena pada beberapa orang, hal ini dapat memicu serangan asma.
  • Awasi asupan kalori, sebab obesitas juga dapat memperberat gejala asma.
  • Lakukanlah olahraga dengan teratur, seperti yoga, berenang, bersepeda, aerobik, jalan kaki dan joging.
  • Hindari merokok dan jagalah kebersihan lingkungan, terutama di sekitar tempat tinggal Anda.

Selain itu, untuk mengantisipasi serangan asma mendadak, sebaiknya bawa obat asma ke mana pun Anda pergi dan hindari asap rokok karena dapat menghambat kinerja obat.

Jika Anda menderita asma tetapi mengonsumsi obat asma sudah tidak mampu lagi mengatasi gejala yang muncul, segeralah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penyesuaian jenis dan dosis obat asma.