Benarkah Hewan Peliharaan Dapat Membuat Bayi Lebih Sehat?

Memiliki bayi dapat membuat Ayah dan Ibu memikirkan ulang segala sesuatu yang ada di rumah. Bagaimana dengan hewan peliharaan yang sudah tinggal di rumah sebelum bayi lahir? Benarkah hewan tersebut membawa manfaat positif bagi Si Kecil?

Sudah terdapat berbagai penelitian efek hewan peliharaan bagi bayi dan anak-anak, terutama kucing dan anjing. Sebagian penelitian menemukan adanya manfaat memiliki hewan peliharaan dalam masa perkembangan bayi. Yuk, ketahui cara memelihara hewan yang aman, agar memberi efek positif bagi tumbuh kembang Si Kecil.

Benarkah Hewan Peliharaan Dapat Membuat Bayi Lebih Sehat

Efek Memelihara Hewan untuk Bayi

Ada penelitian yang menyebut bahwa bayi yang tinggal serumah dengan hewan peliharaan lebih jarang mengalami infeksi telinga, pilek, dan lebih jarang membutuhkan antibiotik selama tahun pertama kehidupan mereka.

Hal di atas diperkuat oleh sebuah pendapat klinis yang mengungkap bahwa sistem kekebalan tubuh anak akan matang dengan baik jika terkena paparan kuman dalam kadar dan jenis yang tepat. Didukung juga dengan sebuah teori yang mengungkap semakin banyak jenis paparan dari kuman yang berbeda, akan membantu mengurangi keluhan akibat penyakit autoimun dan alergi. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendukung hal tersebut.

Demikian juga halnya dengan bayi. Sebagian bayi kemungkinan akan memperoleh manfaat memiliki hewan peliharaan, berupa imunitas yang lebih baik. Namun, jika bayi sakit atau alergi, sebaiknya hindari hewan peliharaan masuk ke dalam rumah. Demikian juga jika salah satu atau kedua orang tua memiliki alergi terhadap hewan, sebaiknya tidak memelihara hewan peliharaan di dalam rumah sejak awal.

Sebagian penelitian lain juga menemukan manfaat pada anak yang dibesarkan dalam keluarga yang memiliki hewan peliharaan. Secara fisik umumnya memiliki kesehatan yang lebih baik dan lebih aktif. Sedangkan secara psikis, seiring perkembangannya, anak akan cenderung lebih patuh, lebih jarang moody, jarang memiliki masalah perilaku dan kemampuan belajar. Selain itu, diketahui juga bahwa anak-anak dengan ADHD lebih banyak mendapat manfaat dari adanya hewan peliharaan.

Meski kebanyakan keluarga yang memiliki hewan peliharaan, umumnya berada dalam kondisi finansial yang cukup stabil. Sehingga ada kemungkinan bahwa hal inilah yang sebenarnya memegang peranan dalam lebih baiknya tumbuh kembang anak.

Tetap Harus di Bawah Pengawasan

Pada umumnya hewan peliharaan yang terbiasa berada di sekitar manusia tidak akan menyakiti bayi dengan sengaja. Bayi dapat dibiasakan berinteraksi dengan hewan peliharaan sejak usia dini, terutama jika si hewan memang bersahabat dan ramah. Bayi usia 6 bulan, sudah mulai menikmati interaksi dengan hewan peliharaan selama orang tua tetap mengawasi dan selalu berada di sekitar mereka.

Kebersihan hewan peliharaan dan lingkungan di sekitarnya harus selalu terjaga dengan baik, sebab ada kemungkinan hewan peliharaan dapat menularkan bakteri, parasit, dan virus pada Si Kecil. Di bawah ini adalah beberapa panduan yang dapat dijadikan pegangan:

  • Jangan tinggalkan bayi sendiri tanpa pengawasan

Sejak kehadiran bayi, biasakan untuk menempatkan hewan peliharaan di ruangan yang berbeda dengan bayi. Jangan biarkan bayi berbaring dalam ruangan yang sama dengan hewan peliharaan tanpa pengawasan.

  • Batasi interaksi bayi dengan hewan peliharaan

Jangan biarkan hewan peliharaan menjilat wajah bayi, karena berisiko menularkan infeksi ke mata atau mulut bayi. Tunggu hingga usia bayi lebih besar untuk bermain secara langsung dengan hewan peliharaan.

Juga hindari kebiasaan anak memeluk hewan peliharaan, karena ada kemungkinan ia berkubang dalam sampah di luar rumah, mengendus atau menjilat hewan lain, serta tertular kutu dari hewan lain.

  • Ajari untuk bertindak lembut

Ajari balita untuk tidak melakukan tindakan yang menyakiti hewan, misalnya memukul, mengejek, dan menarik ekor atau telinganya. Ajari juga ia untuk tidak mengganggu hewan yang sedang sakit, tidur, ataupun makan.

  • Perhatikan jenis hewan peliharaan

Misalnya, jika memiliki anak asma, dianjurkan untuk tidak memelihara hewan peliharaan yang berbulu, seperti anjing atau kucing.

Penting untuk selalu mengawasi bayi ketika bersama dalam satu ruangan dengan hewan peliharaan. Selain itu, perhatikan pula kondisi kesehatan hewan peliharaan yang ada di dalam rumah. Jika perlu, konsultasi ke dokter untuk memastikan bayimu tidak akan mengalami masalah kesehatan jika tinggal serumah bersama dengan hewan peliharaan.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi