Kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) merupakan salah satu hal yang diperiksa dokter untuk mengontrol kesehatan dalam kehamilan. Jika kadar hCG rendah, bisa jadi sebagai tanda awal terjadi keguguran. Benarkah demikian? Yuk, cek faktanya!

Hormon hCG diproduksi plasenta selama masa kehamilan. Kadar hormon ini dapat diperiksa melalui pemeriksaan darah, atau terdeteksi dalam urine menggunakan testpack. Hormon ini berperan agar tubuh terus memproduksi progesteron yang mencegah proses menstruasi, sehingga kehamilan terlindung.

Benarkah Kadar hCG Rendah Saat Hamil Merupakan Tanda Keguguran? - Alodokter

Kadar Hormon hCG Selama Kehamilan

Pada kondisi normal, kadar hCG dalam urine kurang dari 5 mIU/ml. Sedangkan wanita yang positif hamil memiliki kadar hCG lebih dari 25 mIU/ml. Pada kehamilan yang sehat, kadar hCG meningkat dua kali lipat tiap 2-3 hari selama kehamilan trimester pertama.

Kadar hCG pada wanita hamil yang turun drastis di trimester pertama dalam periode 2-3 hari, setelah 2 kali pemeriksaan, bisa berarti akan terjadi keguguran. Terutama jika memang sudah terjadi gejala keguguran, seperti perdarahan. Inilah alasan dokter memantau kadar hCG di awal masa kehamilan. Sementara turunnya kadar hCG pada kehamilan trimester kedua dan ketiga, umumnya bukan merupakan tanda bahaya.

Selain tanda awal keguguran, rendahnya kadar hCG dapat menjadi indikasi kondisi lain seperti di bawah ini:

  • Salah menghitung usia kehamilan

Kadar hCG rendah kadang disebabkan salah menghitung usia kehamilan yang dikira sudah 6-12 minggu, ternyata belum selama itu. Untuk mengetahui usia yang sebenarnya, biasanya diperlukan tes hCG lebih lanjut dan pemeriksaan USG.

  • Kehamilan kosong

Hamil kosong atau blighted ovum terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel pada dinding rahim, tapi tidak berkembang. Ini yang membuat hormon hCG juga tetap rendah. Sel telur ini kemudian akan meluruh seperti menstruasi biasa. Sebagian ibu hamil bahkan tidak menyadari telah mengalami kondisi ini.

  • Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik terjadi jika telur yang sudah dibuahi, tidak berkembang dalam rahim. Kondisi berbahaya ini dapat menyebabkan perdarahan hebat dan pecahnya tuba falopi. Nah, dengan mendeteksi kadar hCG yang nilainya di bawah normal, dokter dapat mengetahui kondisi ini lebih dini, sehingga komplikasi dapat dicegah

Apa yang Harus Dilakukan?

Tidak ada yang bisa dilakukan saat wanita hamil mengalami hormon hCG yang rendah. Jika mengalaminya, Bunda perlu memahami bahwa rendahnya kadar hCG ini bukan karena ada hal salah yang Bunda lakukan. Selain itu, jika kadar hormon ini rendah benar-benar merupakan tanda keguguran, bukan berarti Bunda tidak bisa lagi hamil.

Umumnya kadar hCG ini akan tetap dapat terdeteksi hingga setidaknya delapan minggu setelah keguguran. Itu berarti Bunda bisa mendapat hasil positif jika melakukan tes kehamilan selama masa tersebut. Dokter akan memantau kadar hormon ini secara berkala hingga kembali normal.

Kadar hCG yang rendah saat hamil dapat menjadi tanda keguguran. Namun, dengan pendampingan dokter dan menerapkan gaya hidup sehat, Bunda dapat kembali merencanakan kehamilan yang sehat.