Ada anggapan beredar di masyarakat yang menyatakan kalau mereka yang berjodoh biasanya memiliki wajah yang mirip. Selain wajah yang mirip, pasangan juga dikatakan berjodoh jika memiliki kesamaan dalam kepribadian dan hobi atau minat. Apakah hal tersebut terbukti secara ilmiah?

Berdasarkan beberapa penelitian, memang banyak pasangan yang memiliki kemiripan secara fisik. Meski demikian, hal ini tidak bisa kamu jadikan patokan dalam mencari pasangan. Jangan hanya berusaha mencari seseorang yang tampak mirip dengan dirimu, untuk dijadikan pasangan.

Benarkah Kalau Jodoh Itu Mirip? - Alodokter

Penjelasan Ilmiah Jodoh Mungkin Tampak Mirip

Menurut sebuah penelitian, salah satu faktor pasangan terlihat mirip adalah karena kepribadian keduanya juga cenderung mirip. Hal ini diperkuat dalam sebuah riset melalui analisa foto-foto pasangan yang baru menikah dengan membandingkan foto-foto pasangan yang jenjang pernikahannya lebih dari 25 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa semakin lama pasangan bersama, semakin mereka terlihat mirip satu sama lain. Tidak hanya itu, kehidupan bahagia yang dijalani oleh pasangan juga dapat memengaruhi adanya kemiripan secara fisik pada diri keduanya.

Dari sisi psikologis, minat dan selera seseorang juga bisa berubah menyerupai minat dan selera pasangannya. Sebagai contoh, kamu mungkin akan mulai tertarik dengan aliran musik tertentu yang disukai oleh pasanganmu. Contoh lainnya, kamu mungkin akan jadi suka berkebun bila pasanganmu memiliki hobi berkebun.

Hal-Hal yang Perlu Kamu Perhatikan saat Mencari Jodoh

Meski ada penelitian yang mendukung anggapan bahwa mereka yang berjodoh itu mirip, jangan berpikir bahwa pasangan kamu saat ini yang secara fisik dan psikologis berbeda jauh bukanlah jodoh. Kamu tidak harus selalu jatuh cinta dengan seseorang yang memiliki kemiripan saja, kok.

Ada banyak faktor yang membuat seseorang jatuh cinta dan akhirnya terikat pada janji suci pernikahan. Beberapa faktor tersebut adalah:

Sudah menjalin hubungan yang akrab

Keakraban antara teman lawan jenis bisa menjadikan keduanya merasa nyaman, lalu jatuh cinta, hingga akhirnya sampai pada jenjang pernikahan.

Pasangan memiliki karakteristik yang disukai

Dua orang juga bisa jatuh cinta karena saling menyukai karakteristik masing-masing, baik itu secara fisik maupun sifat atau kepribadian. Hal ini tidak selalu berupa kemiripan karakter, kadang bisa juga karakternya justru bertolak belakang.

Misalnya, kalau kamu nggak sabaran dan mudah emosi, mungkin kamu akan tertarik dengan seseorang yang kepribadiannya sabar dan mudah menenangkan diri.

Saling menyukai secara timbal balik

Ketika orang lain tertarik atau menyukaimu, maka bisa terjadi hubungan timbal balik yang membuat perasaan suka kepadanya juga tumbuh.

Satu hal yang perlu diingat, untuk menjalin hubungan yang sehat dan bisa bertahan lama dengan pasangan, dibutuhkan komitmen, usaha, dan komunikasi yang baik antara satu sama lain. Bukan semata-mata karena adanya kemiripan antara kamu dengan pasanganmu.

Mungkin memang menyenangkan jika kamu memiliki pasangan yang mempunyai banyak kesamaan dengan dirimu. Tapi ingat, perbedaan dalam hubungan berpasangan juga bukan hal yang buruk. Perbedaan dapat membuatmu dan pasangan belajar untuk saling memahami dan melengkapi.