Benjolan di anus tapi tidak sakit sering kali membuat khawatir, meski umumnya tidak berbahaya dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Walaupun demikian, penting untuk mengenali penyebabnya agar Anda tahu kapan harus waspada dan kapan cukup melakukan perawatan di rumah.
Benjolan di anus adalah keluhan yang cukup sering dialami, baik oleh orang dewasa maupun anak-anak. Biasanya, benjolan di area ini disertai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman. Namun, ada juga benjolan di anus yang muncul tanpa rasa sakit sama sekali.

Kondisi seperti ini sering membuat bingung, terutama karena sulit menentukan apakah perlu segera ke dokter atau bisa menunggu dan memantau sendiri di rumah. Meski benjolan di anus tapi tidak sakit umumnya tidak berbahaya, Anda tetap perlu waspada jika benjolan berukuran besar, menetap, atau menimbulkan gejala tambahan.
Penyebab Benjolan di Anus tapi Tidak Sakit
Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan munculnya benjolan di anus tanpa rasa sakit. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang paling sering ditemukan:
1. Wasir (internal hemorrhoid)
Wasir (internal hemorrhoid) adalah pembengkakan pembuluh darah di bagian dalam rektum, yaitu saluran yang menghubungkan usus besar dan anus. Wasir dalam biasanya tidak terlihat dari luar dan sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri, kecuali bila muncul iritasi atau saat benjolan keluar dari anus.
Salah satu gejala yang paling sering dirasakan adalah perdarahan tanpa rasa sakit saat buang air besar, yakni berupa darah yang menetes atau menempel di tisu. Selain itu, penderita juga bisa merasakan adanya benjolan yang lunak di area anus.
2. Skin tag (daging tumbuh)
Benjolan di anus tapi tidak sakit juga bisa disebabkan oleh skin tag atau daging tumbuh. Ini adalah benjolan kecil dan lunak yang biasanya berwarna serupa dengan kulit di sekitarnya.
Skin tag terbentuk akibat peregangan atau iritasi berulang pada kulit anus, misalnya karena bekas wasir, gesekan saat membersihkan area anus, atau proses penyembuhan luka kecil. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan nyeri, gatal, maupun gangguan lain, sehingga kerap tidak disadari oleh penderitanya.
3. Kutil anus
Kutil anus adalah benjolan atau tonjolan kecil di sekitar anus yang disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Kutil ini biasanya terasa lunak, permukaannya kasar, dan sering kali berbentuk seperti kembang kol. Kutil anus juga umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri.
Meskipun tidak berbahaya, kutil anus dapat berkembang dan bertambah banyak jika tidak ditangani. Pada beberapa kasus, kutil anus bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, gatal, atau perdarahan ringan.
4. Polip rektum
Polip rektum adalah pertumbuhan jaringan yang menonjol di permukaan dinding rektum (bagian akhir usus besar yang terhubung ke anus). Polip rektum biasanya berukuran kecil dan sering kali tidak menimbulkan gejala apa pun, sehingga banyak orang tidak menyadari keberadaannya.
Namun, pada beberapa kasus, polip bisa menyebabkan keluarnya darah dari anus, perubahan pola buang air besar, atau rasa tidak nyaman di area rektum.
Meskipun sebagian besar polip rektum bersifat jinak, ada beberapa jenis polip yang dapat berkembang menjadi kanker jika dibiarkan. Oleh karena itu, deteksi dan penanganan polip rektum sebaiknya dilakukan sedini mungkin, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker usus.
5. Abses kecil atau fistula yang tidak meradang
Abses kecil di sekitar anus adalah kumpulan nanah akibat infeksi ringan pada kelenjar atau jaringan sekitar anus. Jika abses ini sangat kecil dan infeksinya belum meluas atau menjadi serius, benjolan yang muncul bisa tidak menimbulkan rasa sakit atau hanya terasa sedikit tidak nyaman.
Namun, abses anus tetap perlu diwaspadai karena bisa berkembang lebih besar, menimbulkan nyeri, bengkak, hingga demam jika infeksi makin parah.
Sementara itu, fistula yang tidak meradang adalah saluran kecil abnormal yang terbentuk antara anus atau rektum dan kulit di sekitarnya. Ini sering kali terbentuk dari abses yang sudah sembuh. Jika tidak ada infeksi aktif, fistula bisa dirasakan sebagai benjolan lunak di dekat anus tanpa keluhan nyeri atau gejala lain.
6. Prolaps rektum
Penyebab benjolan di anus tapi tidak sakit juga bisa karena prolaps rektum, yaitu kondisi ketika lapisan dalam rektum keluar menonjol melalui lubang anus, sehingga terlihat atau terasa seperti benjolan lembut di luar anus.
Pada tahap awal, prolaps rektum biasanya tidak menimbulkan nyeri dan benjolan dapat masuk kembali ke dalam anus, terutama setelah buang air besar. Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, lansia, atau orang yang sering mengalami sembelit dan mengejan berlebihan.
Penanganan Benjolan di Anus tapi Tidak Sakit
Penanganan benjolan di anus tapi tidak sakit perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
- Jaga kebersihan area anus dengan membilas menggunakan air bersih setiap kali selesai buang air besar.
- Hindari penggunaan sabun yang keras atau tisu yang mengandung parfum di area anus.
- Perbanyak asupan serat dan cairan untuk mencegah sembelit dan mengejan saat BAB.
- Hindari mengejan berlebihan saat buang air besar.
- Kompres air hangat pada area anus untuk mengurangi pembengkakan, jika benjolan diduga akibat wasir ringan.
- Jangan memencet, menusuk, atau mencoba menghilangkan benjolan tanpa anjuran dokter.
Sebagian besar benjolan di anus yang tidak menimbulkan nyeri tergolong jinak dan dapat menghilang dengan sendirinya atau cukup dirawat di rumah.
Namun, jika benjolan tidak mengecil atau menghilang dalam waktu 1–2 minggu, segera periksa ke dokter untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang sesuai. Manfaatkan layanan Chat Bersama Dokter di ALODOKTER untuk konsultasi awal, atau buat janji pemeriksaan langsung dengan dokter bila muncul perdarahan atau keluar cairan bernanah dari anus.
Pada kondisi tertentu, seperti polip, kutil, atau skin tag berukuran besar, dokter mungkin akan menyarankan tindakan medis, seperti pengangkatan benjolan atau terapi khusus lainnya.