Sebagian besar benjolan di daun telinga bersifat jinak dan tidak memerlukan pengobatan segera. Namun, pada beberapa kasus, benjolan bisa bersifat ganas dan bahkan memengaruhi pendengaran. Untuk mengatasinya, penanganan perlu disesuaikan dengan jenis dan tingkat keparahan benjolan.

Benjolan di daun telinga dapat disebabkan oleh kista, tumor jinak, atau tumor ganas. Ketiga penyebab ini bisa dibedakan berdasarkan bentuk benjolannya. Benjolan kista terasa lebih kenyal dan lebih mudah digerakkan daripada tumor.

Benjolan di Daun Telinga, Kenali Penyebab dan Cara Penanganannya - Alodokter

Namun, penampakan berbeda ditunjukkan oleh benjolan daun telinga yang disebabkan tumor jinak. Benjolan ini terasa padat dan permukaannya halus. Tumor jinak biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh, bahkan bisa saja tidak membesar sama sekali.

Sementara itu, jika benjolan di daun telinga disebabkan oleh oleh tumor ganas atau kanker biasanya membesar sangat cepat, permukaannya tidak rata, dan mudah berdarah.

Penyebab Benjolan di Daun Telinga

Benjolan di daun telinga memiliki jenis yang berbeda sesuai penyebabnya. Berikut ini adalah penjelasan terkait jenis-jenis benjolan di daun telinga:

1. Keloid

Keloid di telinga adalah benjolan padat yang berada di daun telinga karena adanya riwayat luka, biasanya setelah penderita melakukan tindik telinga. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada proses penyembuhan luka yang dialami oleh orang dengan riwayat keturunan keloid.

3. Kista sebasea

Benjolan di telinga ini terbentuk dari sel kulit mati dan penumpukan minyak di kulit telinga. Hal ini diduga karena kelenjar minyak memproduksi minyak secara berlebihan dan salurannya tersumbat, sehingga memicu pembengkakan.

Gejala utama dari kista sebasea adalah munculnya benjolan kecil di bawah kulit yang tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, pada beberapa kasus, kista yang meradang akan tampak kemerahan dan terasa hangat ketika disentuh.

3. Kista epidermoid

Meski terlihat mirip, asal mula kista epidermoid berbeda dengan kista sebasea. Kista epidermoid terjadi akibat kerusakan folikel rambut atau lapisan kulit paling luar (epidermis), termasuk di area telinga.

Kista epidermoid ditandai dengan benjolan yang tampak memiliki inti di tengah. Terkadang, benjolan ini dapat mengeluarkan cairan kental, kuning, dan berbau. Sementara itu, pada kasus kista yang telah meradang dan infeksi, akan muncul gejala seperti kemerahan, bengkak, dan nyeri di area kista.

4. Osteoma

Osteoma telinga adalah tumor jinak yang paling sering ditemukan di liang telinga, tetapi bisa pula di daun telinga. Benjolan ini terbentuk dari pertumbuhan tulang yang tidak terkendali. Sering kali osteoma tidak menimbulkan gejala apa pun selama tidak menghalangi atau menyumbat saluran telinga.

5. Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit yang bisa menyebabkan benjolan di daun telinga. Gejala yang ditimbulkan dapat berupa benjolan yang bertambah besar seiring waktu, kulit bersisik, rasa gatal atau nyeri, serta rapuh atau mudah berdarah bila disentuh.

6. Melanoma

Melanoma juga merupakan salah satu jenis kanker kulit yang bisa menyebabkan benjolan di daun telinga. Meski kasusnya lebih jarang jika dibandingkan dengan karsinoma sel basal, jenis kanker ini dianggap sebagai bentuk kanker kulit yang paling serius.

Melanoma akan terlihat seperti tahi lalat. Namun, bentuknya tidak beraturan dan memiliki lebih dari satu warna. Selain itu, ukuran melanoma dapat berkembang seiring waktu dan menimbulkan rasa gatal atau berdarah.

Cara Penanganan Benjolan di Daun Telinga

Ada beberapa pilihan untuk menangani benjolan di daun telinga yang disesuaikan pada jenis dan tingkat keparahannya. Jika benjolan tidak menimbulkan infeksi dan tidak disertai masalah pendengaran atau tanda keganasan, pengobatan biasanya tidak perlu diberikan, kecuali untuk tujuan estetika.

Jika benjolan di telinga menimbulkan rasa tidak nyaman atau sangat mengganggu. Berikut ini adalah tindakan penanganan yang biasanya dilakukan:

Antibiotik

Pada benjolan yang menunjukkan gejala infeksi, seperti tampak kemerahan, nyeri, dan penderitanya mengalami demam, dokter akan meresepkan antibiotik.

Kortikosteroid

Benjolan di daun telinga akibat keloid umumnya ditangani dengan penyuntikan kortikosteroid sebanyak beberapa kali di bulan yang berbeda. Tindakan ini mungkin menyebabkan kemerahan setelahnya dan bekas luka yang masih terlihat.

Insisi dan drainase

Metode ini dapat digunakan pada benjolan yang telah terinfeksi dan berisi nanah. Nantinya, dokter akan membuat sayatan kecil dan mengeluarkan isi benjolan secara perlahan. Sebelum prosedur, dokter akan memberikan obat bius untuk menghilangkan nyeri.

Biopsi

Ketika ukuran benjolan makin membesar dan rapuh, dokter akan mencurigai adanya keganasan dan melakukan pengambilan jaringan atau biopsi. Ini menjadi langkah awal untuk memastikan tingkat keganasan benjolan dan menentukan tindakan pengobatan selanjutnya.

Operasi

Operasi mungkin diperlukan jika benjolan terasa nyeri, menyebabkan infeksi telinga, atau bahkan mengganggu pendengaran. Dengan metode ini, dokter akan mengangkat seluruh kista atau tumor.

Benjolan di daun telinga biasanya memang bersifat jinak dan dapat sembuh tanpa pengobatan. Namun, Anda tetap berlu berhati-hati saat memiliki benjolan di daun telinga, misalnya dengan tidak memencet benjolan dan selalu menjaga kebersihan area telinga.

Jika Anda memiliki keluhan yang berhubungan dengan benjolan di daun telinga, seperti benjolan makin membesar, menimbulkan rasa sakit, dan memengaruhi pendengaran, segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan medis yang tepat.