Kista merupakan kantong berisi cairan, gas, atau bahan semipadat yang bisa muncul di bagian tubuh manapun. Termasuk muncul di kulit, wajah, bahkan organ dalam tubuh seperti ginjal, rahim, atau otak. Cara menghilangkan kista berbeda-beda, tergantung jenis, tingkat keparahan, dan letaknya.

Terdapat ribuan jenis kista yang dikenal dalam dunia kedokteran. Kebanyakan kista bersifat jinak, meski sebagian berpotensi menjadi ganas. Kista umumnya muncul berupa benjolan, baik di atas maupun di bawah kulit. Tidak seperti penyakit lainnya, kista sering kali muncul tanpa menimbulkan gejala dan tidak diketahui penyebabnya.

Beragam Cara Menghilangkan Kista yang Perlu Diketahui - Alodokter

Cara Menghilangkan Kista di Rumah Sakit

Sebaiknya periksakan diri ke dokter, jika menemukan suatu benjolan mencurigakan di tubuh Anda, karena mungkin saja itu adalah kista. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan kista termasuk berbahaya atau tidak. Meski umumnya kista tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya, namun konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi penanganan yang dibutuhkan.

Jika tidak berbahaya, dokter tidak akan melakukan penanganan khusus terhadap kista tersebut. Namun, jika seiring waktu kista tersebut terus tumbuh, terasa sakit, pecah, atau menyebabkan rasa tidak nyaman, hubungi dokter secepatnya agar bisa mendapatkan penanganan terbaik.

Sebelum menangani kista di tubuh pasien, dokter akan mempertimbangkan beberapa faktor, di antaranya jenis kista yang muncul, lokasi kista, infeksi pada kista dan efek samping yang ditimbulkan dari kista tersebut.

Ada beberapa cara menghilangkan kista yang biasa dilakukan, antara lain dengan:

  • Obat kortikosteroid
    Biasanya dokter akan menyuntikkan obat kortikosteroid ke area Tujuan prosedur ini adalah untuk mengurangi pembengkakan atau peradangan pada kista.
  • Obat antibiotik
    Dokter akan menyarankan pasien untuk mengonsumsi obat antibiotik jika kista yang muncul mengalami infeksi. Antibiotik juga diberikan jika ada indikasi pasien mengalami infeksi seksual menular.
  • Berendam dengan metode sitz bath
    Ini merupakan prosedur medis dengan cara berendam di dalam bak berisi air hangat sebanyak tiga sampai empat kali sehari. Metode yang sering digunakan untuk mengatasi kista bartolin ini bisa membuat kista menyusut dan menghilang.
  • Aspirasi
    Metode ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeluarkan cairan dari dalam kista. Dokter akan menggunakan alat bantu berupa jarum yang ditusukkan ke dalam kista kemudian mengisap cairan kista ke dalam tabung jarum suntik. Metode ini salah satunya digunakan untuk mengatasi kista ganglion.
  • Menjalani operasi
    Operasi menjadi pilihan terakhir bagi dokter dalam menangani kista. Operasi yang dilakukan bisa operasi kecil atau pembedahan besar, terutama jika kista berada di organ dalam tubuh yang sulit dijangkau.

Jenis Pengobatan Kista Lainnya

Selain beberapa pengobatan di atas, masih ada banyak cara menghilangkan kista yang bisa dilakukan. Misalnya dengan terapi sinar laser, penggunaan pil KB, terapi imobilisasi, dan lain sebagainya. Jenis penanganan yang dilakukan dokter terhadap pasien mungkin berbeda-beda karena disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Selain pengobatan di rumah sakit, Anda juga bisa mencoba cara menghilangkan kista yang berada di bawah permukaan kulit secara mandiri di rumah dengan mengompresnya menggunakan air hangat. Cara ini bisa membantu mengurangi cairan di dalam kista. Jangan coba-coba untuk memencet atau memecahkan kista, sebab hal itu bisa menyebabkan terjadinya infeksi.

Selama tidak menimbulkan gejala yang berbahaya, tidak perlu khawatir dan bingung mencari cara menghilangkan kista. Tapi, sebaiknya Anda tetap waspada terhadap semua kemungkinan yang bisa terjadi, bahkan setelah kista ditangani dokter. Jika ada potensi ganas, dokter akan meminta pasien untuk terus konsultasi rutin pasca penanganan, agar kista bisa hilang sepenuhnya.