Konsumsi obat tidur herbal bisa menjadi pilihan untuk mengatasi keluhan sulit tidur. Ini karena kurang tidur bisa memicu berbagai masalah kesehatan, seperti berat badan berlebih atau obesitas. Bahkan, bila dibiarkan tanpa penanganan, keluhan tersebut bisa memicu tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.

Insomnia merupakan kondisi ketika penderitanya mengalami sulit tidur. Hal ini umumnya dapat disebabkan oleh beragam faktor, salah satunya gangguan kecemasan.

Beragam Pilihan Obat Tidur Herbal untuk Penderita Insomnia - Alodokter

Kondisi sulit tidur yang terjadi hanya sesekali tidaklah berbahaya. Namun, bila terjadi dalam jangka panjang, insomnia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis, seperti penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes tipe 2.

Sebelum menggunakan obat-obatan medis, ada beberapa pilihan obat tidur herbal yang dapat digunakan. Obat alami ini diketahui memiliki efek sedatif atau pemicu tidur.

Berbagai Macam Obat Tidur Herbal

Berikut ini adalah beberapa pilihan obat tidur herbal yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan sulit tidur atau insomnia:

1. Chamomile

Chamomile merupakan salah satu pilihan obat tidur herbal yang telah digunakan sejak ratusan tahun silam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa chamomile memiliki efek menenangkan, sehingga mampu mendorong munculnya rasa kantuk.

Efek ini diduga berkat kandungan zat apigenin di dalamnya, yang memiliki efek sama seperti obat penenang. Dengan begitu, chamomile dapat meningkatkan kualitas tidur sekaligus mengatasi insomnia.

Untuk mendapatkan manfaat chamomile sebagai obat tidur herbal, Anda bisa mengonsumsi teh chamomile. Tak hanya dikonsumsi dalam bentuk teh, chamomile juga tersedia dalam bentuk kapsul yang dijual bebas di apotek.

2. Lavender

Lavender merupakan salah satu obat tidur alami yang juga telah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Konsumsi teh lavender diduga dapat meningkatkan kualitas tidur, sehingga mampu mengurangi kemungkinan terbangun pada malam hari.

Selain dalam bentuk teh, lavender juga tersedia dalam bentuk minyak esensial. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menghirup aroma lavender bisa membuat tidur menjadi lebih nyenyak.

3. Passion flower

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi satu cangkir teh passion flower dapat membantu penderita insomnia tidur lebih cepat dan lebih nyenyak. Tak hanya itu, tanaman herbal ini juga dapat mengobati insomnia jangka pendek.

Namun, studi terkait efektivitas passion flower dalam mengatasi insomnia masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

4. Kulit magnolia

Kulit magnolia adalah ramuan tradisional Cina yang telah lama digunakan sebagai obat tidur herbal. Zat honokiol yang terkandung di dalamnya diduga dapat meningkatkan kualitas tidur.

Sayangnya, studi terkait hal ini baru dilakukan pada hewan saja, sehingga masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitasnya pada manusia.

5. Akar valerian

Akar valerian juga bisa menjadi pilihan obat tidur herbal. Kandungan asam valeranat di dalamnya diduga dapat memberikan efek pereda cemas, sehingga mampu meningkatkan kualitas tidur dan membuat tidur lebih cepat.

Meski beberapa obat tidur herbal di atas diduga dapat mengatasi insomnia, penelitian lebih lanjut masih diperlukan, terutama untuk mengetahui keamanannya bagi kelompok usia dan orang dengan kondisi medis tertentu, seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, atau penderita penyakit kronis.

Untuk mencegah terjadinya insomnia atau gangguan tidur, Anda dianjurkan untuk mencoba beberapa cara sederhana terlebih dahulu, misalnya:

  • Tetapkan jadwal tidur yang teratur setiap harinya.
  • Buat suasana tidur yang nyaman, seperti redupkan atau matikan lampu kamar dan atur suhu ruangan yang sejuk.
  • Jaga pola makan dan perbanyak konsumsi makanan bergizi.
  • Lakukan olahraga secara rutin dan hindari olahraga berat pada malam hari.
  • Hindari tidur siang terlalu lama.
  • Batasi asupan minuman berkafein dan beralkohol.

Bila Anda ingin menggunakan obat tidur herbal secara rutin untuk mengatasi insomnia, sebaiknya konsultasikan ke dokter lebih dulu. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanannya terhadap kondisi medis lain yang mungkin Anda miliki.