Berapa lama sperma bertahan di rahim sering jadi pertanyaan saat membahas tentang peluang kehamilan atau cara menunda kehamilan. Mengetahui fakta medis seputar daya tahan sperma sangat penting untuk memahami kapan risiko kehamilan bisa terjadi, sehingga Bunda dan Ayah bisa mengambil diambil dengan lebih tepat.

Sebagian orang mungkin mengira sperma langsung mati atau hanya bertahan beberapa jam setelah masuk ke rahim. Namun, penelitian menunjukkan bahwa sperma bisa bertahan jauh lebih lama di dalam tubuh wanita. Memahami berapa lama sperma bertahan di rahim jadi kunci untuk menilai apakah hubungan intim di luar masa subur benar-benar aman dari risiko kehamilan.

Berapa Lama Sperma Bertahan di Rahim? Ini Faktanya - Alodokter

Berapa Lama Sperma Bertahan di Rahim?

Sperma sehat dapat bertahan hidup di dalam rahim rata-rata selama 3–5 hari setelah ejakulasi. Dalam kondisi yang sangat ideal, sperma bahkan bisa bertahan hingga 7 hari, meskipun hal ini jarang terjadi. 

Lamanya sperma bertahan inilah yang membuat risiko kehamilan tetap ada, meski hubungan intim dilakukan di luar masa subur. Jika ovulasi terjadi dalam beberapa hari setelah hubungan seksual, sperma yang masih hidup bisa membuahi sel telur dan menyebabkan kehamilan.

Mengapa Sperma Bisa Bertahan Lama di Rahim?

Ada beberapa faktor yang memengaruhi berapa lama sperma bisa bertahan di rahim. Salah satunya adalah kondisi lendir serviks yang berubah saat wanita sedang masa subur atau ovulasi. Lendir yang lebih cair dan licin saat ovulasi dapat membantu sperma bertahan lebih lama serta memudahkan perjalanannya menuju sel telur. 

Selain itu, lingkungan rahim yang bersifat lebih asam dan pH yang seimbang juga dapat memperpanjang usia sperma. Kualitas dan jumlah sperma dari pria ikut menentukan daya tahan sperma di dalam tubuh wanita.

Gaya hidup yang tidak sehat atau kondisi tertentu pada pria, seperti merokok, konsumsi alkohol, stres, hingga sedang sakit dapat menurunkan kualitas sperma sehingga memperpendek masa hidup sel sperma di rahim. Dengan kata lain, semakin baik lingkungan di rahim dan kualitas sperma, semakin lama sperma bisa bertahan.

Nah, kini Anda sudah paham kan mengenai berapa lama sperma bertahan di rahim serta faktor apa saja yang bisa membuat sel tersebut lama berada di tubuh wanita. Ini bisa membantu Anda mengambil keputusan lebih bijak dalam merencanakan kehamilan atau mencegahnya ya. 

Jika Anda masih bingung soal masa subur, kontrasepsi, atau ingin mengetahui lebih detail tentang peluang kehamilan, sebaiknya konsultasi langsung dengan dokter ya guna mendapatkan informasi yang tepat.