Bibir berdarah sering kali muncul tiba-tiba dan bisa terasa perih, terutama saat Anda makan, berbicara, atau beraktivitas. Meski terlihat ringan, kondisi ini perlu diperhatikan karena bisa menjadi tanda bibir kering, pecah-pecah, atau iritasi yang membutuhkan perawatan agar tidak semakin parah.

Tidak semua bibir berdarah menandakan kondisi yang serius. Banyak kasus perdarahan bibir yang terjadi akibat bibir kering atau pecah-pecah dan biasanya bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah.

Bibir Berdarah, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Meski begitu, bibir berdarah tetap tidak boleh diabaikan. Pasalnya, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius jika terjadi berulang atau disertai gejala lain.

Bibir Berdarah dan Penyebabnya

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkan bibir berdarah:

1. Udara kering dan cuaca panas

Paparan udara kering atau cuaca panas dalam jangka waktu lama dapat mengurangi kelembapan alami bibir. Hal ini bisa menyebabkan bibir menjadi kering, pecah-pecah, dan lapisan pelindungnya rusak, sehingga lebih mudah terluka dan berdarah, terutama jika tidak diimbangi dengan penggunaan pelembap bibir secara rutin.

2. Kebiasaan menjilat atau mengelupas bibir

Kebiasaan menjilat bibir sering dilakukan tanpa disadari saat bibir terasa kering. Padahal, air liur justru dapat membuat bibir semakin kering. Sementara mengelupas kulit bibir berisiko menyebabkan iritasi dan luka kecil yang bisa menyebabkan bibir berdarah.

3. Dehidrasi

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kekurangan cairan, sehingga kelembapan kulit, termasuk bibir, tidak terjaga dengan baik. Kondisi ini dapat membuat bibir menjadi sangat kering, pecah-pecah, dan berdarah, serta sering disertai gejala lain seperti mulut kering, jarang buang air kecil, dan tubuh terasa lemas.

4. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin B kompleks, vitamin C, atau zat besi, dapat memengaruhi kesehatan kulit dan jaringan mukosa bibir. Akibatnya, bibir menjadi lebih rapuh, mudah luka, dan proses penyembuhan saat terjadi perdarahan pun menjadi lebih lambat.

5. Infeksi di area mulut

Infeksi di sekitar mulut, seperti sariawan atau infeksi virus herpes simpleks, dapat menyebabkan luka terbuka pada bibir. Luka ini sering terasa perih dan bisa menyebabkan bibir berdarah, terutama saat bibir bergerak saat makan atau berbicara.

6. Reaksi alergi

Alergi terhadap makanan, minuman, kosmetik bibir, atau pasta gigi tertentu dapat memicu peradangan dan iritasi pada bibir. Kondisi ini membuat kulit bibir menjadi sensitif, mudah pecah, dan berisiko mengalami perdarahan jika iritasi berlangsung terus-menerus.

7. Kondisi medis tertentu

Beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes atau gangguan sistem imun, dapat menghambat proses penyembuhan luka. Akibatnya, luka kecil pada bibir lebih mudah berdarah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Cara Mengatasi dan Merawat Bibir Berdarah

Perawatan bibir berdarah sebaiknya dilakukan dengan langkah-langkah sederhana dan aman, seperti:

  • Menekan lembut area yang berdarah menggunakan kain bersih atau tisu steril selama beberapa menit hingga perdarahan berhenti.
  • Mengoleskan pelembap bibir berbahan aman, misalnya petroleum jelly, secara rutin untuk membantu menjaga kelembapan dan mempercepat pemulihan.
  • Memperbanyak minum air putih untuk membantu mengatasi dehidrasi dan menjaga kelembapan alami bibir.
  • Mencukupi asupan nutrisi harian dengan mengonsumsi sayur, buah, dan sumber protein agar kesehatan kulit, termasuk bibir, tetap terjaga.
  • Menghentikan sementara penggunaan produk yang dicurigai memicu alergi dan memilih produk bibir berlabel hipoalergenik.
  • Menggunakan salep bibir atau obat topikal yang sesuai anjuran dokter jika bibir berdarah disertai luka yang perih atau sariawan.

Jika bibir berdarah sering kambuh, tidak kunjung sembuh, atau disertai gejala lain seperti demam, nyeri hebat, pembengkakan, atau tanda infeksi, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter, baik secara langsung maupun melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER, untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.