Sariawan yang dalam istilah medis disebut stomatitis aftosa (apthous stomatitis) atau canker sore adalah luka di dalam mulut yang dapat menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman. Luka tersebut bisa berbentuk oval atau bulat, dan berwarna putih atau kuning dengan tepiannya yang berwarna merah akibat peradangan.

Lokasi sariawan dapat terjadi di bagian dalam pipi atau bibir, serta di permukaan gusi dan lidah. Sariawan yang tumbuh dapat berjumlah satu atau lebih. Sariawan umumnya bukan termasuk penyakit yang dapat menular. Namun pada beberapa kasus, luka sariawan bisa disebabkan oleh infeksi virus.

alodokter-sariawan

Sariawan biasanya terjadi pada anak-anak, seperti pada kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut. Penyakit sariawan kebanyakan dialami oleh remaja usia 10 hingga 19 tahun akibat kurang menjaga kebersihan mulut atau adanya kerusakan pada selaput lendir di rongga mulut.

Gejala dan Penyebab Sariawan

Sariawan ditandai dengan luka yang muncul di dalam mulut. Luka tersebut umumnya berwarna putih dan dapat membengkak. Gejala sariawan yang muncul biasanya tidak parah dan dapat pulih tanpa pengobatan medis dalam waktu satu hingga dua minggu

Sariawan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

  • Kondisi medis tertentu, infeksi virus.
  • Cedera pada lapisan dalam mulut.
  • Efek samping dari obat atau metode pengobatan.
  • Perubahan hormon dan beberapa faktor lainnya.

Pengobatan Sariawan

Sariawan umumnya dapat pulih dengan sendirinya. Akan tetapi, penderita dapat melakukan penanganan secara mandiri untuk mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan yang dialaminya seperti menggunakan sedotan, mengindari pemicu sariawan, dan menghindari makanan yang pedas.

Jika pengobatan mandiri tidak dapat menangani sariawan, maka dokter dapat memberikan penderita obat pereda nyeri, obat kortikosteroid, obat antimikroba dan obat-obatan lainnya sesuai dengan kondisi pasien.

Pencegahan Sariawan

Sariawan dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Menjaga kebersihan mulut.
  • Memeriksakan kondisi gigi dan mulut secara teratur ke dokter gigi.
  • Berhenti merokok.
  • Melakukan kegiatan penunjang untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi.