Penyebab sariawan cukup beragam, mulai dari cedera ringan di dalam mulut hingga kondisi medis tertentu. Sariawan dapat muncul akibat satu faktor saja atau kombinasi dari beberapa kondisi sekaligus. Luka kecil yang tampak sepele pun bisa berkembang menjadi sariawan jika tidak ditangani dengan baik atau terjadi berulang.

Berbagai Penyebab Sariawan

Berikut ini adalah berbagai penyebab sariawan yang perlu diketahui:

Cedera

Salah satu penyebab sariawan yang paling umum adalah cedera pada jaringan lunak di dalam mulut, seperti bibir bagian dalam, pipi, lidah, atau gusi. Cedera tersebut dapat terjadi akibat:

  • Menggunakan gigi palsu atau kawat gigi yang tidak pas
  • Menyikat gigi terlalu keras
  • Memiliki kebiasaan menggigit bagian dalam pipi, lidah, atau bibir
  • Mengunyah makanan yang keras atau bersuhu terlalu panas
  • Memakai pasta gigi yang mengandung sodium laureth sulfate (SLS)
  • Memiliki gangguan pada struktur gigi, misalnya gigi yang tajam atau tidak rata

Luka akibat gesekan atau tekanan berulang dapat merusak lapisan pelindung mulut sehingga memicu peradangan dan akhirnya menimbulkan sariawan.

Infeksi

Selain cedera, penyebab sariawan juga dapat berkaitan dengan infeksi tertentu, terutama bila daya tahan tubuh sedang menurun. Beberapa infeksi yang dapat memicu munculnya luka di mulut antara lain:

  • Infeksi virus, seperti flu Singapura (hand, foot, and mouth disease)
  • Infeksi jamur, seperti kandidiasis oral
  • Infeksi bakteri tertentu, termasuk infeksi Helicobacter pylori

Pada kondisi ini, sariawan biasanya disertai keluhan lain, seperti demam, nyeri saat menelan, atau munculnya bercak putih di dalam mulut.

Penyakit autoimun

Sariawan juga bisa menjadi bagian dari gejala penyakit autoimun. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat, termasuk jaringan di dalam mulut. Beberapa penyakit autoimun yang dapat menjadi penyebab sariawan adalah:

Biasanya, sariawan akibat penyakit autoimun muncul berulang, berukuran lebih besar, atau sulit sembuh tanpa penanganan medis.

Kondisi medis dan faktor lain

Selain faktor-faktor di atas, penyebab sariawan juga dapat dipengaruhi oleh kondisi berikut:

  • Iritasi akibat mengonsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, atau panas
  • Perubahan hormon, misalnya saat menstruasi atau kehamilan
  • Efek samping pengobatan, seperti kemoterapi, radioterapi, antibiotik, kortikosteroid, atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
  • Kekurangan nutrisi tertentu, terutama vitamin B1, B2, B6, B12, zat besi, dan zinc
  • Stres yang tidak terkelola dengan baik, yang dapat menurunkan daya tahan tubuh dan memengaruhi kesehatan mulut

Dalam banyak kasus, sariawan memang dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu. Namun, bila sariawan sering kambuh, berukuran besar, terasa sangat nyeri, atau tidak membaik setelah lebih dari dua minggu, sebaiknya lakukan konsultasi melalui Chat Bersama Dokter untuk mengetahui penyebab sariawan yang mendasarinya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.