Pengobatan sariawan umumnya bertujuan untuk meredakan nyeri, mempercepat penyembuhan luka di mulut, serta mencegah sariawan kambuh kembali. Pada sebagian besar kasus, sariawan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu tanpa penanganan khusus.
Namun, bila sariawan sering kambuh, terasa sangat nyeri, berukuran besar, atau berkaitan dengan kondisi tertentu, penanganan medis mungkin diperlukan agar proses penyembuhan lebih optimal.
Berbagai Pengobatan Sariawan
Metode pengobatan sariawan dapat disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Jika sariawan dipicu oleh kondisi medis tertentu, seperti penyakit autoimun atau kekurangan nutrisi, dokter akan memberikan terapi sesuai dengan penyebab tersebut.
Berikut ini adalah beberapa metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi sariawan:
Perawatan mandiri
Pada sariawan ringan, penanganan mandiri di rumah umumnya sudah cukup untuk meredakan keluhan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:
- Menggunakan pasta gigi yang lembut dan tidak mengandung bahan pemicu iritasi, seperti sodium laureth sulfate (SLS)
- Berkumur dengan air garam atau obat kumur antiseptik untuk membantu menjaga kebersihan area sariawan
- Mengonsumsi makanan bertekstur lembut
- Menghindari makanan yang terlalu keras, pedas, asam, atau panas karena dapat memperparah nyeri
- Mengompres sariawan dengan es batu untuk mengurangi rasa tidak nyaman
- Mengonsumsi teh chamomile, akar licorice, atau echinacea sebagai minuman herbal pendukung
Perlu diingat, penggunaan bahan herbal hanya bersifat membantu meredakan gejala dan belum tentu efektif pada semua orang. Penggunaannya juga tidak dapat menggantikan pengobatan medis bila sariawan tergolong berat atau sering kambuh.
Obat-obatan
Jika sariawan tidak membaik, terasa sangat nyeri, atau sering kambuh, dokter dapat meresepkan obat-obatan, seperti:
- Obat pereda nyeri, misalnya benzocaine dan lidocaine, dalam bentuk obat kumur, semprot, atau oles, untuk mengurangi rasa sakit akibat sariawan
- Obat kortikosteroid topikal, untuk mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan luka
- Obat antimikroba, seperti antibiotik, antijamur, atau antivirus, jika sariawan disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, atau virus
- Suplemen vitamin dan mineral, seperti vitamin B1, vitamin B2, zat besi, atau asam folat, untuk mengatasi sariawan yang berkaitan dengan defisiensi nutrisi
Penggunaan obat-obatan untuk mengobati sariawan harus sesuai dengan anjuran dokter agar efektif dan aman. Hindari menghentikan atau mengganti dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Meski sebagian besar sariawan dapat sembuh dengan sendirinya, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan bila sariawan berlangsung lebih dari 2 minggu, sering kambuh dalam waktu singkat, disertai demam, atau menyebabkan kesulitan makan dan minum.
Untuk memastikan penyebab dan mendapatkan pengobatan sariawan yang sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan keluhan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter atau periksakan diri secara langsung ke fasilitas kesehatan terdekat.