Kortikosteroid topikal adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gejala peradangan pada kulit, seperti ruam, gatal, nyeri, kemerahan, atau bengkak. Beberapa kondisi yang dapat diatasi obat ini adalah eksim, psoriasis, atau dermatitis atopik.

Kortikosteroid topikal bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh dan menghambat produksi zat kimia alami yang menyebabkan peradangan pada kulit. Obat ini juga bisa mengecilkan pembuluh darah pada area yang sedang meradang sehingga pembengkakan, kemerahan, dan nyeri bisa berkurang.

Kortikosteroid Topikal - Alodokter

Kortikosteroid topikal tersedia dalam bentuk salep, krim, gel, atau losion. Obat ini juga dapat ditemukan dengan kombinasi dengan obat lain, seperti calcipotriol, antibakteri, atau antijamur.

Jenis, Merek Dagang, dan Dosis Kortikosteroid Topikal

Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid topikal:

1. Mometasone

Bentuk obat: Salep, gel, krim
Merek dagang:
Dermamome, Dermason, Elocon, Elomep, Elomox, Iflacort, Intercon, Mefurosan, Mesone, Mesonta, Mofacort, Motaderm, Nusone

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat mometasone.

2. Clobetasol

Bentuk obat: Krim, salep, cairan obat luar (losion)
Merek dagang:
Clobetol, CLS, Dermosol, Dermovate, Elopro, Esclob, Grabeta, Kloderma, Lotasbat, Psoriderm Simovate

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat clobetasol.

3. Triamcinolone

Bentuk obat: Krim, salep
Merek dagang:
Cincort, Econazine, Genalog, Ketricin, Tremacort, Triamcinolone, Triacilon

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat triamcinolone.

4. Desoximetasone

Bentuk obat: Krim, salep
Merek dagang:
Denomix, Dercason, Desoximetasone, Desoxiron, Dexigen, Dexocort, Dexosyn, Esperson, Imetasone, Maxson

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat desoximetasone.

5. Hydrocortisone

Bentuk obat: Salep, krim, losion
Merek dagang:
Berlicort, Cortigra, Dermacoid, Lexacorton, Omnicort.

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat hydrocortisone.

6. Desonide

Bentuk obat: Krim, salep, cairan obat luar (losion)
Merek dagang:
Apolar, Calacort, Cordeson, Dermades, Dermanide, Desolex, Desolex-N, Desnicort, Meprolar, Meprolar-N

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat desonide.

7. Betametason

Bentuk obat: Krim, salep
Merek dagang:
Biocort OV, Betagen-G, Benoson-N, Betamethasone Valerate, Berloson-N, Diprosone, Diprosta, Diprogenta, Farmason, Fucicort

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat betametason.

8. Prednisolone

Bentuk obat: Krim, salep
Merek dagang:
Borraginol-S, Chloramfecort-H, Colipred, Klorfeson

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat prednisolone.

9. Fluprednidene

Bentuk obat: Krim
Merek dagang:
Decoderm, Gentacortin

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat fluprednidene.

10. Fluticasone

Bentuk obat: Krim
Merek dagang:
Cutivate, Medicort

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat fluticasone topikal.

11. Prednicarbate

Bentuk obat: Krim
Merek dagang:
Dermatop

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat prednicarbate.

12. Alclometasone

Bentuk obat: Krim
Merek dagang: Cloderm

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat alclometasone.

13. Diflucortolone

Bentuk obat: Krim, salep
Merek dagang:
Nerilon, Nerisona Combi, Nerisona Fatty

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat diflucortolone.

14. Beclometasone

Bentuk obat: Krim
Merek dagang:
Beclonate

Untuk mengetahui dosis dan informasi lebih lanjut mengenai obat ini, silakan buka laman obat beclometasone.

Peringatan sebelum Menggunakan Kortikosteroid Topikal

Ikuti anjuran dan saran dokter selama menjalani pengobatan dengan kortikosteroid topikal. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Jangan memakai kortikosteroid topikal jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menderita infeksi kulit atau masalah lain pada kulit, seperti jerawat atau rosacea.
  • Jangan menggunakan kortikosteroid topikal pada kulit yang mengalami luka terbuka atau luka bakar.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita gangguan sirkulasi darah atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
  • Jangan sampai kortikosteroid topikal terkena area mata, mulut, hidung, atau vagina. Jika tanpa sengaja mengenai area tersebut, segera bilas dengan air bersih.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, suplemen, atau produk herbal, terutama yang dioleskan ke kulit. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat setelah menggunakan kortikosteroid topikal.

Efek Samping dan Bahaya Kortikosteroid Topikal

Efek samping kortikosteroid topikal tergantung pada jenis obatnya dan kadar obat di dalam sediaan. Namun, secara umum, ada beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah menggunakan obat yang termasuk dalam golongan kortikosteroid topikal, yaitu:

  • Sensasi terbakar atau perih pada kulit yang diolesi obat
  • Mudah memar
  • Rambut tumbuh lebih lebat di area yang diolesi obat
  • Penipisan kulit
  • Stretch marks, terutama di ketiak atau selangkangan

Periksakan diri ke dokter jika mengalami keluhan di atas. Anda juga harus segera mencari pertolongan medis bila muncul reaksi alergi obat.

Selain itu, penggunaan kortikosteroid topikal dalam dosis tinggi atau jangka waktu lama dapat menimbulkan gejala putus obat, seperti:

  • Jerawat baru atau jerawat lama memburuk
  • Infeksi pada kulit, seperti folikulitis
  • Buffalo hump, yaitu pembengkakan seperti punuk di punggung atas
  • Moon face, yaitu pembengkakan di wajah sehingga wajah tampak lebih bulat
  • Biang keringat
  • Kemerahan atau perubahan warna pada kulit
  • Kulit kering atau mengelupas
  • Kulit sensitif
  • Gatal yang parah pada kulit
  • Kulit bengkak