Penyakit sariwan dapat ditandai dengan luka atau beberapa luka yang muncul di dalam mulut atau tepatnya pada gusi, lidah, pipi, bibir, dan langit-langit mulut. Luka tersebut berwarna putih, kuning, atau abu-abu dan dapat membengkak. Kondisi ini menyebabkan mulut menjadi sakit dan tidak nyaman, terutama pada saat penderitanya makan, minum, atau menggosok gigi.

Berdasarkan ukurannya, luka sariawan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu minor, mayor, dan herpatiformis. Luka sariawan minor memiliki diameter sekitar 1 cm dan merupakan jenis yang paling banyak diderita orang-orang. Sementara itu, luka sariawan mayor memiliki diameter 2-3 cm dan dapat tumbuh di langit-lagit mulut atau lidah. Luka ini lebih dalam dengan tepi yang tidak beraturan. Berbeda dari kedua jenis luka sariawan sebelumnya, herpatiformis merupakan jenis luka sariawan yang jarang sekali terjadi. Ukuran luka ini hanya berdiameter 1-2 milimeter dan cederung tumbuh secara berkelompok (terdiri dari 10 hingga 100 luka).

Diagnosis sariawan dapat ditetapkan berdasarkan pemeriksaan fisik pasien, terutama pemeriksaan ukuran luka sariawan, dan peninjauan riwayat kesehatan pasien.