Biasanya, 1–2 hari sebelum sariawan muncul, ada sensasi kesemutan atau terbakar di area bibir atau mulut. Setelah itu, akan muncul kemerahan dan luka yang terasa nyeri dan kadang bisa membengkak.

Jumlah sariawan yang muncul bisa hanya satu atau lebih dari satu. Tempat kemunculannya bisa di semua area bibir dan mulut, termasuk gusi, lidah, bagian dalam pipi, bagian bawah lidah, langit-langit mulut, dan bagian belakang tenggorokan.

Luka sariawan bisa berwarna putih atau kuning dengan bagian tepi berwarna merah. Terkadang sariawan dapat disertai dengan nyeri dan bengkak pada gusi.

Sariawan biasanya akan menimbulkan rasa sakit dan tidak nyaman, terutama saat bicara, makan, minum, atau menggosok gigi.

Berdasarkan ukurannya, luka sariawan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Sariawan minor
    Sariawan minor memiliki diameter kurang dari 1 cm. Sariawan jenis ini merupakan jenis yang paling sering terjadi. Biasanya, sariawan ini sembuh dalam waktu 7–14 hari tanpa meninggalkan bekas.
  • Sariawan mayor
    Sariawan mayor memiliki diameter yang lebih besar, biasanya sekitar 2–3 cm. Sariawan mayor dapat tumbuh di belakang tenggorokan, langit-langit mulut, atau lidah. Sariawan jenis ini akan menimbulkan rasa nyeri. Biasanya, dibutuhkan 6 minggu hingga beberapa bulan sampai sariawan mayor sembuh.
  • Sariawan herpetiformis
    Sariawan herpetiformis merupakan jenis sariawan yang jarang terjadi. Sariawan jenis ini akan muncul berkelompok, dan diameter tiap lukanya hanya 1–2 mm.
    Sariawan jenis ini bisa muncul di semua area mulut, termasuk lidah, langit-langit, bagian dalam bibir, bagian dalam pipi, dan di bawah lidah.

Kapan Harus ke Dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika sariawan tidak kunjung sembuh setelah 3 minggu atau sariawan semakin sering kambuh, terlebih jika ada demam dan nyeri yang semakin berat.

Anda juga disarankan untuk kontrol rutin ke dokter jika memiliki penyakit atau kondisi medis yang dapat memicu munculnya sariawan, seperti penyakit autoimun.