Diagnosis sariawan bertujuan untuk memastikan bahwa luka yang muncul di dalam mulut benar merupakan sariawan. Diagnosis juga dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang dapat menimbulkan keluhan serupa.
Dengan diagnosis yang tepat, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai dan mendeteksi bila sariawan berkaitan dengan kondisi medis tertentu.
Pemeriksaan untuk Diagnosis Sariawan
Berikut ini adalah rangkaian pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter untuk mendiagnosis sariawan:
Tanya jawab
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien. Pertanyaannya meliputi:
- Keluhan utama yang dirasakan, seperti nyeri, perih, atau sensasi terbakar pada mulut
- Lokasi dan jumlah sariawan, serta apakah muncul berulang
- Lama sariawan berlangsung dan seberapa sering kambuh
- Ukuran dan perubahan bentuk luka dari waktu ke waktu
- Faktor yang diduga memicu sariawan, misalnya stres, cedera pada mulut, atau konsumsi makanan tertentu
- Gejala lain yang menyertai, seperti demam, lemas, diare, atau penurunan berat badan
- Riwayat penyakit tertentu, seperti gangguan autoimun, penyakit radang usus, atau kekurangan nutrisi
- Riwayat penggunaan obat-obatan tertentu
- Riwayat keluhan serupa dalam keluarga
Pemeriksaan fisik
Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat secara langsung sariawan di dalam mulut pasien. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai:
- Bentuk, ukuran, dan jumlah sariawan
- Lokasi munculnya luka, misalnya di lidah, gusi, pipi bagian dalam, atau bibir bagian dalam
- Warna dasar luka dan tepi sariawan
- Tanda-tanda infeksi atau peradangan di sekitarnya
- Kondisi umum rongga mulut dan kebersihannya
Pada sebagian besar kasus, diagnosis sariawan dapat ditegakkan melalui tanya jawab dan pemeriksaan fisik saja tanpa memerlukan pemeriksaan tambahan.
Pemeriksaan penunjang
Bila diperlukan, terutama jika sariawan sering kambuh, berukuran besar, tidak kunjung sembuh, atau disertai gejala lain, dokter dapat menyarankan pemeriksaan berikut:
- Tes darah atau tes antibodi, untuk mencari kemungkinan penyebab yang mendasari, seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, asam folat, atau gangguan autoimun
- Tes calprotectin dalam tinja, untuk mendeteksi kadar protein calprotectin yang dapat menandakan adanya penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn
- Tes usap (swab) pada luka, untuk mendeteksi keberadaan kuman tertentu bila dicurigai infeksi
Melalui rangkaian pemeriksaan tersebut, dokter dapat memastikan apakah keluhan yang dialami benar merupakan sariawan biasa atau terkait dengan kondisi medis lain yang memerlukan penanganan khusus.
Jika sariawan tidak membaik dalam waktu lebih dari 2 minggu, sering kambuh, atau disertai gejala sistemik, sebaiknya konsultasikan keluhan Anda melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter untuk mendapatkan arahan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.