Herpes di bibir dan mulut dapat ditandai dengan munculnya luka seperti sariawan di bibir ataupun mulut. Kenali gejala herpes tersebut, agar Anda dapat mengatasinya dengan tepat.

Herpes di bibir dan mulut dikenal juga sebagai herpes labialis atau herpes oral. Sama seperti herpes genital, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks tipe 1. Virus ini  dapat menulari siapa saja dengan mudah. Menggunakan alat makan, pelembap bibir atau berciuman dengan penderita herpes, akan berisiko tertular penyakit ini.

Mengenali Herpes di Bibir dan Mulut serta Cara Mengatasinya - Alodokter

Gejala Herpes di Bibir dan Mulut

Gejala herpes di bibir dan mulut biasanya muncul dalam kurun waktu 1-3 minggu setelah terinfeksi virus (masa inkubasi virus). Gejala yang ditimbulkan beragam, namun beberapa orang mengalami sariawan saat pertama kali virus ini menyerang.

Gejala herpes di bibir dan mulut juga ditandai dengan:

  • Rasa gatal dan sensasi seperti kesemutan pada area yang terinfeksi
  • Luka lepuh atau lenting-lenting kecil pada area bibir dan sekitarnya. Luka lepuh ini dapat pecah dan mengering dalam kurun waktu 6 hari.
  • Pada beberapa kasus, luka dapat menyebar ke area gusi, lidah, langit-langit mulut, serta bagian dalam pipi.
  • Pada sebagian orang, herpes oral dapat memicu gejala lain, seperti nyeri otot, demam, sakit kepala, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit saat menelan.

Herpes di bibir dapat sembuh namun virus herpes tidak bisa hilang sepenuhnya. Setelah gejala infeksi menghilang, virus ini akan tinggal di jaringan saraf tulang belakang, dalam keadaan tidur atau nonaktif dan dapat kembali aktif atau kambuh sewaktu-waktu saat Anda sedang stres atau menderita cedera fisik.

Cara Mengatasi Herpes di Bibir dan Mulut

Jika Anda mengalami gejala herpes di sekitar bibir dan mulut, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya.

Jika dari hasil pemeriksaan Anda terbukti menderita penyakit  herpes di mulut dan bibir, dokter akan memberikan pengobatan berupa anti virus, seperti acyclovir, famciclovir, atau valacyclovir. Pemberian obat jenis ini berguna untuk meringankan gejala dan membantu menekan risiko penyebaran dari penderita kepada orang lain.

Selain pemberian obat tersebut, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meringankan gejala yang muncul, seperti:

  • Menjaga kondisi bibir dan mulut tetap bersih.
  • Mengompres area yang luka dengan kompres dingin atau hangat untuk meredakan rasa sakit yang muncul.
  • Menghindari konsumsi minuman hangat, makanan pedas, asam dan asin selama beberapa waktu.
  • Minum obat pereda nyeri.

Herpes tidak bisa disembuhkan, sehingga penting untuk mengetahui cara meminimalkan penularannya. Anda disarankan untuk menghindari penggunaan gelas, alat makan, makeup, pelembap bibir secara bersama-sama, karena bisa jadi benda-benda tersebut menjadi media penularan virus herpes. Selain itu, disarankan untuk berhati-hati dalam aktivitas seks oral, karena bisa menyebabkan tertularnya virus herpes di bibir dan mulut.

Meski semua usia memiliki kemungkinan terkena herpes di bibir dan mulut, anak-anak lebih berisiko untuk tertular, terlebih jika terjadi kontak langsung dengan orang dewasa yang menderita herpes. Segeralah memeriksakan diri ke dokter, jika mencurigai tertular herpes di bibir dan mulut, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.