Sariawan di bibir pernah dirasakan oleh hampir semua orang, tak pandang usia atau pun jenis kelaminnya. Tidak hanya terasa perih, keberadaannya bisa membuat Anda susah makan dan minum. Meski biasanya dapat mereda sendiri, pada kasus tertentu, munculnya sariawan pada bibir bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu.

Sariawan di bibir sering kali menimbulkan nyeri. Nyeri ini muncul karena saraf yang berada tepat di bawah permukaan lapisan mulut mengalami luka dan meradang. Untungnya, sebagian besar sariawan di bibir mudah diobati dan bisa mereda sendiri dalam beberapa waktu.

Sariawan di Bibir Bisa Disebabkan oleh Banyak Hal - Alodokter

Tipe Sariawan di Bibir

Sariawan di bibir terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Sariawan kecil
    Berdiameter kurang dari 1 cm dan merupakan jenis yang paling sering muncul. Sariawan jenis ini biasanya akan sembuh dalam waktu 7-10 hari.
  • Sariawan besar
    Ukurannya lebih lebar dan lebih dalam dengan pinggiran yang tidak teratur. Sariawan jenis ini butuh waktu dua minggu sampai berbulan-bulan untuk sembuh dan bisa meninggalkan bekas luka di mulut.
  • Herpetiform
    Diameternya hanya sekitar 1-2 mm, namun muncul secara berkelompok dan bertahan selama satu minggu hingga dua bulan.

Penyebab Sariawan di Bibir

Sariawan di bibir bisa disebabkan oleh banyak hal. Sebagian besar penyebab sariawan di bibir bukanlah hal yang berbahaya, namun terkadang sariawan juga bisa disebabkan oleh penyakit yang serius.

Berikut ini adalah beberapa penyebab sariawan di bibir yang sering terjadi:

1. Luka

Luka pada bibir, seperti saat bibir tidak sengaja tergigit, mengunyah makanan yang keras, tambalan gigi tidak sempurna, pemakaian kawat gigi, terlalu keras menggosok gigi, atau pemakaian gigi palsu yang tidak pas, bisa menimbulkan luka. Luka inilah yang kemudian menyebabkan sariawan di bibir.

2. Iritasi pada bibir

Sariawan di bibir juga bisa dipicu oleh memakai pasta gigi atau obat kumur yang mengandung sodium lauryl sulphate dan alkohol. Kedua zat tersebut bersifat iritatif, sehingg adapat menyebabkan luka pada bibir.
Selain kedua zat kimia tersebut, tembakau dan asap rokok, atau mengonsumsi sesuatu yang pedas dan asam juga bisa menjadi penyebab munculnya iritasi yang menyebabkan sariawan pada bibir.

3. Kekurangan nutrisi

Kekurangan gizi atau nutrisi tertentu bisa juga menyebabkan sariawan di bibir. Hal ini sering terjadi pada orang yang kekurangan nutrisi tertentu, contohnya zat besi, zinc, asam folat, atau vitamin B12.

4. Infeksi

Infeksi virus, termasuk virus herpes simpleks dan varicella-zoster, merupakan salah satu penyebab umum sariawan di mulut. Tak hanya itu, infeksi jamur, infeksi bakteri, dan infeksi menular seksual, seperti gonore, HIV/AIDS, dan sifilis juga bisa memicu sariawan di mulut.

5. Penyakit autoimun

Bercak leukoplakia yang menyerang selaput lendir mulut dan lichen planus yang menimbulkan ruam gatal pada kulit atau bagian dalam mulut juga dapat menimbulkan sariawan di bibir.
Penyakit autoimun lain, seperti pemphigus vulgaris, rheumatoid arthritis, penyakit Crohn lupus, atau penyakit Behçet juga sering kali mengalami sariawan di bibir.

6. Kanker mulut

Salah satu gejala kanker mulut adalah sariawan di bibir yang tidak kunjung sembuh selama beberapa minggu. Bercak sariawan yang muncul bisa tampak kemerahan atau keputihan disertai nyeri, kesulitan menelan, bicara, hingga mati rasa pada bibir dan mulut.

7. Efek samping pengobatan

Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabakn efek samping berupa sariawan di bibir dan mulut. Obat-obatan yang dimaksud adalah obat kemoterapi, antibiotik, obat epilepsi, atau kortikosteroid jika digunakan dalam jangka panjang.
Selain obat-obatan tersebut, terapi radiasi pada bagian mulut dan leher juga dapat menyebabkan efek samping sariawan di bibir dan mulut.

Biasanya, sariawan di bibir tidak perlu diobati karena bisa sembuh sendiri dalam satu atau dua minggu. Namun, jangan ragu untuk pergi ke dokter jika sariawan di bibir membuat Anda kesulitan untuk makan dan minum, sariawan sangat besar atau cepat meluas, menyebabkan mati rasa di mulut, tidak kunjung sembuh setelah 3 minggu, atau bila sariawan disertai dengan demam dan diare.

Sariawan yang muncul beserta tanda gejala di atas kemungkinan disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis yang perlu mendapatkan pengobatan dokter.