Leukoplakia adalah bercak putih atau abu-abu yang muncul di dalam mulut. Bercak ini timbul sebagai reaksi mulut terhadap iritasi yang terjadi dalam waktu panjang, misalnya akibat kebiasaan merokok.

Leukoplakia terbagi ke dalam dua jenis, yaitu leukoplakia biasa dan leukoplakia berambut. Leukoplakia umumnya timbul pada lidah, dinding rongga mulut (sebelah dalam pipi), langit-langit mulut, atau di dasar mulut (bawah lidah).

Leukoplakia-alodokter

Leukoplakia bisa menjadi penanda kondisi kesehatan seseorang. Leukoplakia biasa diketahui memiliki keterkaitan dengan kanker mulut. Sedangkan, leukoplakia berambut berhubungan dengan infeksi virus Epstein-Barr atau HIV.

Meski kondisi ini bisa terjadi pada semua rentang usia, leukoplakia lebih sering dialami oleh kelompok lanjut usia.

Penyebab dan Faktor Risiko Leuklopakia

Penyebab pasti leukoplakia belum diketahui. Namun, kondisi ini diperkirakan muncul karena iritasi dan peradangan. Beberapa kondisi berikut ini diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang terkena leukoplakia:

  • Memiliki kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau
  • Memiliki bagian gigi yang tidak rata, misalnya karena patah, dan bergesekan dengan lidah atau dinding mulut
  • Menggunakan gigi palsu yang tidak terpasang dengan pas
  • Mengonsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang
  • Memiliki kondisi peradangan di dalam tubuh
  • Sering terpapar sinar matahari pada bibir
  • Menderita kanker mulut atau HIV/AIDS

Leukoplakia berambut disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Setelah seseorang terinfeksi, virus ini akan selamanya berada di dalam tubuh. Meski demikian, virus Epstein-Barr umumnya tidak aktif, kecuali pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS.

Gejala Leukoplakia

Leukoplakia ditandai dengan timbulnya bercak di dalam mulut. Bercak ini dapat berkembang secara perlahan, dalam beberapa minggu atau bulan. Ciri bercak pada leukoplakia antara lain:

  • Berwarna putih atau putih keabuan, tidak bisa hilang dengan sikat gigi atau kumur
  • Bisa bertekstur tidak rata atau halus
  • Terasa tebal dan keras bila diraba
  • Timbul bersama dengan bercak merah yang menonjol (ciri prakanker)

Meski tidak menimbulkan nyeri, bercak ini bisa sensitif pada panas, makanan pedas, atau sentuhan.

Leukoplakia berambut memiliki bentuk yang berbeda dari leukoplakia biasa. Leukoplakia berambut memiliki warna putih keabuan dengan tekstur seperti berbulu halus. Bercak ini biasanya terdapat di sisi kanan maupun kiri lidah dan berbentuk seperti garis-garis yang menonjol.

Kapan harus ke dokter

Leukoplakia dapat menjadi tanda adanya kondisi serius. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika muncul gejala berikut:

  • Bercak putih atau luka di mulut yang tidak hilang setelah 2 minggu
  • Sulit membuka rahang
  • Timbul benjolan atau bercak putih, bercak merah, atau bercak berwarna gelap di mulut
  • Nyeri di telinga saat menelan
  • Perubahan pada jaringan mulut

Pada pasien leukoplakia yang telah menjalani pengobatan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah leukoplakia kambuh kembali.

Diagnosis Leuklopakia

Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien memiliki kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau melakukan kebiasaan yang dapat menyebabkan iritasi pada mulut.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan pada bagian dalam mulut pasien. Jika bercak putih tidak hilang dengan cara digosok, dapat diduga bahwa bercak tersebut adalah leukoplakia.

Jika diperlukan, dokter akan melakukan biopsi (pengambilan sampel jaringan), pada bercak di dalam mulut pasien. Biopsi dapat membantu dokter mengetahui penyebab leukoplakia dan menyingkirkan kemungkinan bahwa gejala disebabkan oleh penyakit lain, seperti candidiasis mulut.

Pengobatan Leukoplakia

Leukoplakia umumnya tidak berbahaya, dan bisa sembuh dalam beberapa minggu atau bulan setelah penyebab iritasi ditangani. Jadi, metode pengobatan leukoplakia tergantung pada penyebab iritasinya.

Sebagai contoh, leukoplakia yang disebabkan oleh gesekan gigi yang tajam dapat diobati dengan memperbaiki gigi tersebut di dokter gigi. Jika leukoplakia terjadi akibat iritasi rokok, maka cara untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan berhenti merokok.

Namun, bila bercak tidak kunjung hilang, operasi pengangkatan bercak dengan irisan pisau bedah, sinar laser, atau pembekuan (cryoprobe), bisa menjadi pilihan.

Pada pasien leukoplakia berambut, dokter akan memberikan obat antivirus untuk mencegah perkembangan bercak. Dokter juga akan meresepkan krim yang mengandung asam retinoid, untuk memperkecil bercak.

Komplikasi Leukoplakia

Leukoplakia umumnya tidak menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan di mulut. Kendati demikian, leukoplakia dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker mulut. Perlu diketahui, risiko kanker mulut akan tetap ada meski bercak leukoplakia sudah dihilangkan.

Sedangkan, leukoplakia berambut umumnya tidak berisiko menyebabkan kanker mulut. Namun, leukoplakia berambut dapat menjadi tanda awal infeksi HIV/AIDS.

Pencegahan Leukoplakia

Leukoplakia dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat, seperti:

  • Menghentikan kebiasaan merokok
  • Mengurangi konsumsi minuman beralkohol
  • Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan, seperti bayam dan wortel
  • Rutin memeriksakan diri ke dokter gigi, terutama bagi orang yang pernah menderita kondisi ini, agar tidak kambuh