Bintik putih pada bayi seperti nanah sering membuat khawatir, apalagi jika muncul tiba-tiba pada kulit yang sebelumnya baik-baik saja. Meski biasanya muncul karena infeksi ringan, bintik ini juga bisa muncul karena kondisi yang perlu penanganan segera.
Bintik putih pada bayi seperti nanah bisa muncul di berbagai area tubuh, seperti wajah, mulut, leher, atau lipatan kulit. Banyak orang tua yang mengira bintik ini merupakan tanda infeksi serius yang perlu penanganan khusus. Padahal, bintik ini bisa saja muncul karena infeksi ringan yang bisa sembuh sendiri.

Penyebab Bintik Putih pada Bayi seperti Nanah
Penyebab bintik putih pada bayi seperti nanah umumnya berkaitan dengan kondisi kulit yang sensitif dan daya tahan tubuh yang masih berkembang. Nah, berikut ini adalah beberapa penyebab umum bintik putih pada bayi seperti nanah, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan perhatian khusus:
1. Milia
Milia merupakan bintik putih kecil yang sering muncul di wajah bayi, terutama di hidung, pipi, dagu, atau dahi. Bintik ini terjadi akibat penumpukan keratin, yaitu protein di bawah permukaan kulit yang belum bisa keluar dengan sempurna karena saluran kulit bayi masih sangat kecil.
Meski bentuknya menyerupai nanah, milia sebenarnya tidak berisi nanah dan bukan tanda infeksi. Kondisi ini pun tidak menimbulkan rasa sakit, tidak menular, dan biasanya akan hilang sendiri dalam beberapa minggu tanpa pengobatan apa pun.
2. Jerawat bayi (neonatal acne)
Jerawat bayi biasanya muncul dalam bentuk bintik putih atau merah kecil, yang terkadang tampak seperti berisi cairan atau nanah. Jerawat bisa muncul di pipi, dahi, dagu, bahkan di punggung. Munculnya jerawat ini umumnya karena bayi masih terpengaruh hormon dari ibu yang masuk ke tubuhnya selama kehamilan.
Selain itu, kulit bayi yang sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan luar juga bisa menjadi lebih sensitif. Jerawat bayi biasanya tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri, dan kondisi ini akan membaik sendiri dalam waktu beberapa minggu hingga bulan tanpa perlu obat khusus.
3. Impetigo
Impetigo merupakan infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus atau Streptococcus. Ciri khasnya adalah munculnya bintik atau lepuhan kecil yang cepat pecah, mengeluarkan cairan, dan kemudian membentuk kerak berwarna kuning keemasan.
Bintik impetigo sering terlihat seperti berisi nanah dan mudah menular ke bagian tubuh lain atau ke orang lain. Area yang sering terkena meliputi sekitar hidung, mulut, leher, atau tangan.
4. Infeksi jamur
Bintik putih pada bayi seperti nanah yang muncul di dalam mulut, lidah, gusi, atau bagian dalam pipi bisa disebabkan oleh infeksi jamur Candida. Sariawan ini tampak seperti bercak putih tebal yang terkadang mirip dengan sisa susu, tetapi tidak mudah dihilangkan.
Apabila digosok, bintik bisa menjadi merah, bahkan berdarah. Kondisi ini bisa membuat bayi menjadi rewel atau menolak menyusu karena mulut terasa sakit.
5. Ruam popok bernanah
Ruam popok yang dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kulit bayi iritasi berat dan terinfeksi bakteri atau jamur. Jika infeksi sudah terjadi, ruam bisa berkembang jadi bintik putih berisi nanah, disertai kemerahan, pembengkakan, atau bahkan luka terbuka di area popok. Ruam popok bernanah perlu perhatian lebih karena bisa menyakitkan dan membuat bayi tidak nyaman.
6. Folikulitis
Folikulitis merupakan peradangan pada folikel rambut yang bisa menyebabkan timbulnya bintik putih kecil yang berisi cairan seperti nanah. Biasanya, folikulitis muncul di area yang berbulu atau lembap, misalnya di kepala, leher, selangkangan, atau ketiak.
Folikulitis bisa terjadi karena tumbuhnya bakteri pada kulit, lecet akibat gesekan pakaian, atau kulit yang terlalu lembap. Bintik ini bisa terasa gatal atau sedikit sakit.
Penanganan Bintik Putih pada Bayi seperti Nanah di Rumah
Sebagian besar kasus bintik putih pada bayi seperti nanah, terutama yang masih ringan dan tidak disertai gejala berat, bisa diatasi dengan penanganan di rumah. Berikut ini adalah langkah-langkah penanganannya:
- Bersihkan area kulit bayi secara lembut menggunakan air hangat dan kain bersih, tanpa menggosok terlalu keras.
- Hindari penggunaan krim, minyak, atau bedak sembarangan sebelum konsultasi dengan dokter.
- Rutin mengganti popok agar kulit tetap kering, terutama jika bintik terdapat di area popok.
- Jaga kuku bayi tetap pendek untuk mencegah garukan yang bisa menyebabkan infeksi sekunder.
- Jangan memencet bintik putih pada bayi seperti nanah karena dapat menimbulkan infeksi baru.
- Pastikan bayi mendapatkan ASI atau susu formula yang cukup untuk mendukung daya tahan tubuhnya.
Selain melakukan penanganan di atas, Bunda juga sebaiknya memahami tanda bahaya bintik putih pada bayi seperti nanah yang perlu diwaspadai. Apabila bintik membesar, bertambah banyak, berbau, disertai demam, dan menimbulkan luka yang sulit sembuh, segera bawa bayi ke dokter.
Namun, apabila ragu untuk membedakan gejala yang dialami bayi, Bunda bisa melakukan konsultasi melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter terlebih dahulu, untuk memastikan kondisi bayi.