Bladder training adalah latihan untuk membantu mengatur kebiasaan buang air kecil agar lebih teratur. Latihan ini dapat dilakukan oleh orang yang sering merasa ingin buang air kecil, sulit menahan pipis, atau bolak-balik ke toilet meski urine yang keluar hanya sedikit.

Kandung kemih berfungsi menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh. Saat mulai terisi, kandung kemih mengirimkan sinyal ke otak yang menimbulkan rasa ingin buang air kecil. Pada kondisi tertentu, sinyal tersebut dapat muncul terlalu cepat atau terlalu sering sehingga keinginan untuk pipis terasa mendesak meski kandung kemih belum penuh.

Bladder Training, Cara Melatih Kandung Kemih agar Tidak Mudah Beser - Alodokter

Bladder training dapat membantu melatih kandung kemih agar lebih terbiasa menahan urine hingga waktu buang air kecil yang telah ditentukan. Latihan ini dilakukan secara bertahap dengan mengatur jadwal buang air kecil dan menunda pipis secara perlahan, bukan menahan urine sampai terasa sakit.

Berbagai Manfaat Bladder Training

Bladder training merupakan terapi tanpa obat yang dapat membantu mengatur kebiasaan buang air kecil. Latihan ini dilakukan dengan membuat jadwal pipis dan secara bertahap memperpanjang waktu antara satu kali buang air kecil dan berikutnya. Dengan begitu, kandung kemih dilatih agar tidak terlalu cepat memberi sinyal ingin pipis.

Beberapa manfaat bladder training yang dapat diperoleh meliputi:

1. Mengurangi frekuensi buang air kecil

Bladder training dapat membantu mengurangi kebiasaan terlalu sering pipis dengan membentuk jadwal buang air kecil yang lebih teratur.

2. Meningkatkan kemampuan menahan urine

Latihan bladder training secara bertahap membantu seseorang belajar menunda buang air kecil ketika rasa ingin pipis muncul sebelum waktunya.

3. Membantu mengurangi rasa ingin pipis yang mendesak

Bladder training dapat membantu mengontrol dorongan buang air kecil yang muncul tiba-tiba atau terasa sangat kuat.

4. Membantu mengurangi kebocoran urine

Bladder training dapat membantu seseorang lebih mampu menahan pipis sehingga urine tidak mudah keluar sebelum sempat sampai ke toilet.

5. Membantu memperkuat otot panggul

Bladder training juga dapat dilakukan bersama latihan otot dasar panggul, seperti senam Kegel. Kombinasi ini dapat membantu, terutama pada orang yang mengalami kebocoran urine saat batuk, bersin, tertawa, atau melakukan aktivitas tertentu.

Hasil bladder training tidak langsung terasa. Latihan perlu dilakukan secara rutin dan bertahap selama beberapa minggu agar tubuh terbiasa dengan pola buang air kecil yang lebih teratur. Tetap penuhi kebutuhan cairan dan batasi minuman yang dapat memperburuk keluhan, seperti kopi, teh berkafein, minuman bersoda, dan minuman energi.

Jika muncul nyeri saat pipis, urine berdarah, demam, nyeri pinggang, sulit buang air kecil, atau keluhan muncul secara tiba-tiba, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Cara Melakukan Bladder Training

Bladder training perlu dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi. Jangan langsung menargetkan jeda buang air kecil yang terlalu lama karena dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat latihan sulit dilakukan secara konsisten.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

1. Catat jadwal buang air kecil

Catat waktu setiap kali buang air kecil, seberapa sering rasa ingin pipis muncul, dan apakah terjadi kebocoran urine. Lakukan pencatatan selama beberapa hari untuk mengetahui pola buang air kecil.

2. Tentukan jeda awal yang realistis

Jika biasanya buang air kecil setiap 1 jam, coba perpanjang jedanya secara perlahan, misalnya menjadi 1 jam 15 menit. Setelah terbiasa, jeda dapat ditambah secara bertahap sesuai kemampuan.

3. Latih diri untuk menunda buang air kecil

Jika rasa ingin pipis muncul sebelum waktunya, cobalah tetap tenang dan tarik napas perlahan. Anda juga dapat mengencangkan otot dasar panggul beberapa kali. Setelah rasa mendesak berkurang, berjalanlah ke toilet dengan tenang.

4. Perhatikan minuman yang dikonsumsi

Batasi minuman berkafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman energi, jika minuman tersebut membuat Anda lebih sering buang air kecil. Alkohol juga dapat meningkatkan produksi urine sehingga sebaiknya dihindari jika memperburuk keluhan.

5. Tetap cukupi kebutuhan cairan

Minumlah air putih secukupnya sepanjang hari. Jika sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil, hindari minum dalam jumlah banyak menjelang tidur, tetapi jangan membatasi cairan sepanjang hari secara berlebihan.

6. Lakukan secara rutin dan evaluasi perkembangannya

Jalankan latihan sesuai jadwal dan catat perubahan yang dirasakan. Jika setelah beberapa minggu keluhan tidak membaik, semakin sering mengalami kebocoran urine, atau muncul keluhan baru, konsultasikan ke dokter.

Selain melakukan bladder training, menjaga berat badan tetap sehat dan mencegah sembelit juga dapat membantu menjaga fungsi kandung kemih. Latihan ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan bertahap, tetapi mungkin perlu disesuaikan bagi ibu hamil, orang yang baru melahirkan, lanjut usia, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu.

Jika urine berdarah, nyeri saat buang air kecil, demam, nyeri pinggang, sulit buang air kecil, atau keluhan muncul secara mendadak, segera konsultasikan dengan dokter. Untuk keluhan yang masih ringan atau jika belum yakin cara melakukan bladder training dengan benar, gunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan arahan yang sesuai.