Disadari atau tidak, sebagian orang kerap melakukan body shaming dan menganggapnya sebagai sebuah candaan atau basa-basi belaka. Padahal, perilaku ini bisa menimbulkan dampak negatif, lho. Pernahkah kamu melakukannya?

Body shaming adalah perilaku menjelek-jelekkan dan mengomentari penampilan fisik orang lain. Perilaku ini sama saja dengan tindakan bullying. Alasan orang yang melakukan body shaming (body shamer) beragam, mulai dari ingin mencairkan suasana, mengundang gelak tawa, iseng belaka, hingga memang ingin menghina.

Body Shaming, Apakah Kamu Melakukannya? - Alodokter

Ini Tanda Kamu Melakukan Body Shaming

Pernahkah kamu melontarkan komentar mengenai tubuh seseorang? Misalnya, “Badanmu kurus banget, sih! Enggak sehat, lho,” atau, “Eh, kok kulitmu jadi hitam gitu, sih? Pakai sunblock, dong!

Meski acap kali diutarakan sebagai bentuk perhatian, ucapan seperti di atas sudah termasuk tindakan body shaming, lho. Tidak heran, perkataan seperti ini lebih sering membuat penerimanya sakit hati daripada merasa diperhatikan.

Body shaming bisa terjadi secara langsung ataupun secara tidak langsung, misalnya di media sosial. Perilaku ini juga bisa terjadi di kalangan mana pun, pria maupun wanita, anak-anak maupun orang dewasa. Bahkan, body shaming juga bisa terjadi dalam hubungan percintaan, keluarga, atau lingkar pertemanan.

Sayangnya, pelaku body shaming sering kali tidak sadar akan perlakuannya. Berikut ini adalah beberapa hal yang sering dilakukan oleh body shamer:

  • Sering mengomentari fisik orang lain
  • Membahas atau menjelekkan bentuk tubuh seseorang sebagai usaha untuk terlihat lucu di depan orang banyak
  • Sering menilai seseorang berdasarkan penampilannya
  • Menghakimi keputusan orang lain tentang pilihan yang diambil untuk tubuhnya
  • Menganggap normal atau bahkan ikut menimpali ketika ada orang yang mengejek atau berkomentar soal penampilan fisik

Dampak dan Cara Menghentikan Body Shaming

Body shaming bukanlah perilaku yang bisa dianggap sepele atau dimaklumi. Berikut adalah dampak buruk body shaming bagi korbannya:

  • Menurunkan rasa percaya diri
  • Menimbulkan gangguan mental, seperti depresi
  • Menimbulkan gangguan makan, seperti bulimia atau binge eating
  • Meningkatkan risiko terjadinya obesitas
  • Meningkatkan risiko bunuh diri

Bila kamu terlanjur melakukannya, sudahi hal tersebut sekarang juga dan jangan mengulanginya, ya. Setiap manusia, bagaimanapun bentuk tubuhnya, harus dihargai dan pantas mendapatkan kasih sayang.

Berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk menghentikan body shaming:

1. Sadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna

Pahamilah bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Bila penampilan orang lain tidak sama dengan dirimu, bukan berarti ada yang lebih buruk dan lebih baik. Sadari bahwa setiap orang, termasuk kamu, memiliki kekurangan dan tidak ada yang perlu disalahkan dari hal tersebut.

2. Belajar untuk menjadi pribadi yang baik

Melakukan body shaming tentu bisa menyakiti hati orang lain. Bila kamu merasa perilaku ini hanya candaan dan bukan merupakan suatu masalah, ini saatnya untuk mengubah pola pikirmu. Bayangkan kamu berada di posisi orang yang kamu komentari. Belum tentu kamu mau menerima hal yang sama, kan?

Selain itu, tidak semua orang merasa bercandaan tentang fisik itu lucu. Malahan, orang bisa saja risih atau bahkan jengkel saat mendengarnya. Bila ini kamu teruskan, situasi di sekitarmu akan jadi tidak nyaman. Lama-kelamaan, bukan tidak mungkin orang-orang akan memilih untuk menjauh.

3. Berhenti sibuk memikirkan orang lain

Ketimbang sibuk mengomentari atau mengurusi urusan orang lain, sebaiknya kamu fokus saja dengan dirimu sendiri. Lagi pula, ikut campur urusan orang lain tidak ada manfaatnya untukmu.

Jika kamu berharap orang lain bisa menjadi lebih sehat dengan komentar pedas, harapanmu kemungkinan besar akan sia-sia. Seperti yang sudah dikatakan di atas, komentar body shaming justru memperbesar risiko binge eating dan obesitas. Jadi, niat baikmu malah lebih banyak merugikan daripada menguntungkan.

4. Cari topik yang lebih seru

Saat berkumpul dengan teman, keluarga, atau pasangan, banyak topik seru yang bisa kamu bahas selain bentuk tubuh. Bila tujuanmu melakukan body shaming adalah membuat lawan bicaramu tertawa, sebaiknya pikir dua kali. Carilah bahan obrolan atau candaan lainnya yang bisa dinikmati semua orang, tanpa menyakiti siapa pun.

Tidak semua orang sadar bahwa apa yang ia ucapkan bisa menyinggung perasaan orang lain. Bila apa yang ingin kamu katakan bisa menimbulkan dampak negatif bagi pendengarnya, sebaiknya tahanlah ucapanmu dan diam saja.

Body shaming bukan perbuatan yang baik dan tidak boleh dipandang sebelah mata. Namun, mengubah kebiasaan juga bukanlah hal yang mudah. Jika kamu merasa kesulitan dalam mengubah kebiasaan body shaming, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan saran yang tepat.