Kenaikan berat badan saat hamil adalah hal yang normal terjadi. Walau begitu, tidak sedikit ibu baru yang kurang percaya diri dengan perubahan bentuk tubuh mereka, dan alhasil beberapa di antaranya segera berdiet setelah melahirkan. Pertanyaannya, apakah ibu menyusui boleh melakukan diet?

Setelah melahirkan, selain merawat bayi, tugas seorang ibu adalah menyusui bayinya kapan pun dibutuhkan. Umumnya, bayi baru lahir akan sering menyusu setiap 1−2 jam sekali. Karena alasan inilah payudara Busui akan terpancing untuk terus memproduksi dan mengeluarkan ASI.

Bolehkah Ibu Menyusui Melakukan Diet? - Alodokter

Ketika sedang menyusui siang malam, tubuh Busui tentu membutuhkan banyak energi. Jadi, jangan heran bila tubuh Busui seakan-akan menuntut lebih banyak pasokan makanan dan cairan, alias jadi mudah lapar dan haus.

Ibu Menyusui Tidak Dianjurkan untuk Melakukan Diet Ketat

Karena alasan di atas, wajar saja bila saat menyusui Busui akan makan lebih banyak. Hal ini tentu bisa membuat Busui kesulitan untuk menurunkan bobot tubuh pascamelahirkan atau bahkan malah membuat berat badan Busui meningkat.

Nah, bila pada masa ini Busui ingin diet, pastikan Busui tidak melakukannya dengan berlebihan, ya. Diet saat menyusui sebenarnya boleh-boleh saja, kok. Hanya saja, Busui tidak dianjurkan untuk menerapkan diet ketat, yakni diet yang dilakukan dengan cara memangkas waktu makan atau perubahan porsi makan secara drastis.

Misalnya, Busui sengaja melewatkan waktu sarapan dan makan malam, mengganti menu makan lengkap dengan menu yang tanpa lemak atau karbohidrat, atau hanya mengonsumsi sayuran dan buah-buahan setiap hari.

Memang, diet seperti itu dipercaya mampu menurunkan berat badan dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, diet tersebut tidak menyehatkan dan akan membuat Bumil mendapatkan sangat sedikit kalori dan nutrisi dari makanan.

Padahal, saat menyusui Busui membutuhkan ekstra kalori dan nutrisi, lho. Selain sebagai sumber energi Busui, segala yang Busui konsumsi akan berperan penting untuk menunjang nutrisi yang terkandung pada ASI dan meningkatkan jumlah ASI.

Bila Busui tetap melakukan diet ketat, dikhawatirkan kebutuhan gizi bayi dari ASI tidak akan tercukupi dengan baik. Hal tersebut tentu bisa berdampak pada proses tumbuh kembangnya.

Selain itu, Busui juga akan kekurangan energi yang dibutuhkan untuk memproduksi ASI, sehingga ASI jadi sedikit. Kekurangan energi juga akan membuat Busui lemas, dan ini tentunya akan menyebabkan Busui kesulitan untuk merawat Si Kecil dan menyusuinya, kan?

Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Sebenarnya Busui masih bisa, kok, menurunkan berat badan setelah melahirkan, tapi dengan cara yang aman dan sehat. Berikut ini adalah panduannya:

  • Jangan melewatkan waktu makan.
  • Makanlah dengan porsi kecil, tapi sering.
  • Konsumsilah makanan yang sehat.
  • Pilih camilan seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan.
  • Hindari minuman manis berkalori, seperti jus, minuman bersoda, ataupun teh dan kopi yang bergula.
  • Jauhi makanan yang digoreng dan pilihlah makanan yang direbus, tumis, atau panggang.
  • Perbanyak mengonsumsi makanan sumber serat dan berprotein tinggi.
  • Jauhi makanan cepat saji.
  • Usahakan untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga yang cocok dengan kondisi tubuh Busui.

Dengan mengetahui informasi di atas, selain tahu bahaya di balik diet ketat, kini Busui tidak perlu bingung dalam menurunkan berat badan setelah melahirkan, ya. Jika tips di atas dilakukan dengan konsisten setiap hari, bobot tubuh berlebih pun perlahan akan berkurang dan bentuk tubuh Busui bisa kembali seperti sedia kala.

Selain itu, penting untuk selalu menyusui buah hati sesering mungkin. Menyusui juga mampu mempercepat pembakaran lemak dan penurunan berat badan, lho. Jika selama menyusui Busui memiliki keluhan atau gangguan seputar ASI, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konsultan laktasi.