ASI sedikit selama masa menyusui sering kali membuat para ibu cemas, karena takut pertumbuhan dan perkembangan bayinya akan terganggu akibat kurang nutrisi. Untuk dapat mencegah dan mengatasi hal ini, Busui perlu tahu dulu apa saja penyebab ASI sedikit.

ASI merupakan asupan yang sangat penting bagi bayi. Di 6 bulan pertama kehidupannya, bayi dianjurkan hanya mengonsumsi ASI sebagai sumber nutrisinya. Pada masa ini, ASI adalah makanan terbaik untuk mendukung tumbuh kembang bayi dan melindunginya dari penyakit.

Busui, Inilah Ragam Penyebab ASI Sedikit - Alodokter

Tak heran saat produksi ASI sedikit, para ibu merasa stres karena khawatir bayinya tidak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai.

Tanda-Tanda Produksi ASI Sedikit

Jika Busui mengalaminya, jangan dulu khawatir Si Kecil kekurangan nutrisi. Ada tanda-tanda yang bisa Busui perhatikan untuk mengetahui Si Kecil mendapatkan cukup ASI atau tidak.

Berikut ini adalah beberapa tanda yang menunjukkan bahwa bayi kekurangan ASI:

  • Mudah rewel dan tampak lesu
  • Mata dan mulut kering
  • Buang air kecil (BAK) kurang dari 6 kali dalam sehari
  • Urine berwarna gelap
  • Tinja berwarna gelap dan berukuran kecil
  • Pertambahan berat badan hanya sedikit atau bahkan berat badan tidak bertambah sama sekali

Inilah Penyebab ASI Sedikit

Pada dasarnya, produksi ASI tergantung dengan pengosongan ASI dari payudara. Semakin banyak ASI yang keluar dari payudara, baik itu karena dihisap oleh bayi maupun dipompa, semakin banyak pula ASI yang akan diproduksi.

Namun, ada beberapa kondisi yang bisa membuat produksi ASI sedikit, yaitu:

1. Keterlambatan produksi ASI

Normalnya, ibu menyusui akan mulai memproduksi ASI dalam jumlah banyak sejak 3–5 hari setelah melahirkan. Namun, ibu yang memiliki masalah kesehatan tertentu bisa mengalami keterlambatan dan penurunan produksi ASI hingga 7–14 hari setelah melahirkan. Masalah kesehatan tersebut antara lain:

Jika memang Busui memiliki kondisi tertentu yang mungkin membuat produksi ASI sedikit, konsultasikanlah ke dokter sambil tetap susui Si Kecil. Bila jumlah ASI memang tidak memadai untuk Si Kecil, dokter mungkin akan menyarankan kombinasi ASI dan susu formula.

2. Pemberian susu formula

Pemberian susu formula sejak awal bayi lahir kadang disarankan pada kondisi tertentu, misalnya bila bayi lahir prematur atau kuning. Hal ini bisa membuat sebagian ibu menjadi lebih fokus memberikan bayinya susu formula ketimbang ASI.

Bila seperti ini, tubuh ibu akan menganggap bayi tidak membutuhkan ASI lagi, sehingga produksi ASI pun akan berkurang. Padahal, ASI tetaplah sumber nutrisi yang lebih baik daripada susu formula, sehingga pemberian susu formula hanya disarankan sebagai tambahan di samping pemberian ASI.

3. Jadwal menyusui

Sebagian ibu mungkin mengira menyusui akan lebih mudah bila terjadwal, misalnya setiap 2–3 jam sekali. Nyatanya, keinginan setiap bayi untuk menyusu berbeda-beda waktunya. Jadwal menyusui yang tidak sesuai dengan keinginan bayi mungkin membuatnya mengisap ASI lebih sedikit setiap menyusu.

Bila setiap menyusu bayi hanya mengisap sedikit ASI, tubuh ibu juga akan mengurangi produksi ASI karena permintaannya sedikit.

4. Pelekatan yang tidak optimal

Ketika menyusu, seluruh puting harus ada di dalam mulut bayi untuk bisa mengeluarkan banyak ASI. Pelekatan mulut yang tidak tepat akan membuat isapan bayi dan pengosongan payudara menjadi tidak maksimal. Dengan begitu, sinyal yang meminta produksi ASI juga akan berkurang.

5. Stres

Kondisi lain yang bisa menyebabkan ASI sedikit adalah stres, baik itu stres emosional maupun fisik. Stres emosional dapat mengurangi pelepasan oksitosin, yaitu hormon yang yang berperan dalam produksi ASI. Ini tentu akan menyebabkan produksi ASI sedikit.

Stres fisik mencakup kelelahan, kurang tidur, dan kurang asupan nutrisi. Namun, stres fisik yang secara langsung bisa membuat produksi ASI sedikit adalah cedera atau operasi pada payudara yang menimbulkan kerusakan pada kelenjar payudara, sehingga produksi ASI terganggu.

Jika produksi ASI sedikit dalam beberapa hari awal setelah Si Kecil lahir, Busui tidak perlu khawatir karena hal ini wajar. Tetaplah susui Si Kecil seperti biasa untuk merangsang produksi ASI. Busui juga disarankan untuk melakukan relaksasi dan mengonsumsi makanan sehat agar produksi ASI bisa lancar.

Namun, bila setelah 1 minggu ASI yang keluar tetap sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali, bisa jadi ada masalah kesehatan yang menjadi penyebabnya. Jika seperti ini, Busui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.