Breakout adalah kondisi ketika kulit mengalami iritasi dan berjerawat. Munculnya breakout bisa disebabkan oleh berbagai hal dan penanganannya pun dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

Wajah yang mengalami breakout biasanya ditandai dengan kulit yang memerah akibat peradangan dan banyak muncul jerawat. Munculnya jerawat akibat breakout bisa terjadi ketika kulit terpapar bahan atau zat kimia tertentu, misalnya dari produk perawatan kulit atau sabun muka yang kurang cocok dengan kondisi kulit. Pada kasus tertentu, breakout juga bisa terjadi akibat perubahan hormon atau stres.

Breakout pada Wajah dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Perbedaan Breakout dan Purging

Mungkin tidak sedikit orang yang mengganggap bahwa breakout dan purging adalah dua kondisi yang sama. Hal ini karena purging juga disebabkan oleh efek penggunaan produk perawatan kulit.

Purging adalah reaksi ketika kulit membuang lapisan kulit mati dan menggantinya dengan lapisan kulit baru. Purging dapat dikatakan sebagai bagian dari proses regenerasi kulit alami yang biasanya berlangsung sekitar 2–4 minggu.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan bintik-bintik kecil pada kulit, tumbuh jerawat atau komedo, kulit kering, dan kulit mengelupas. Ada beberapa bahan atau zat yang dapat memicu terjadinya purging pada kulit, misalnya asam retinoat, tretinoin, AHA, BHA, dan benzoil peroksida.

Berbeda dengan purging yang hanya terjadi saat menggunakan produk skincare tertentu, breakout bisa disebabkan oleh hal-hal berikut:

  • Sering berganti-ganti jenis produk skincare dan kosmetik
  • Konsumsi makanan berminyak dan gula berlebih
  • Kurang teratur membersihkan wajah
  • Terlalu sering mencuci muka atau menggunakan scrub (eksfoliasi)
  • Kebiasaan menyentuh wajah dengan tangan yang kotor
  • Terlalu kasar menggosok kulit wajah dengan handuk
  • Tidak segera membersihkan kulit setelah berkeringat
  • Kebiasaan memencet jerawat
  • Stres

Cara Mengatasi Breakout pada Wajah

Untuk meminimalkan efek breakout, Anda disarankan agar menggunakan produk skincare secara bertahap. Misalnya, di minggu pertama setiap 3 hari sekali, di minggu kedua setiap 2 hari sekali, dan seterusnya. Dengan demikian, kulit akan terbiasa dengan zat-zat aktif yang terkandung dalam produk perawatan kulit tersebut.

Ketika sedang mengalami reaksi breakout, Anda juga sebaiknya menghindari produk yang bersifat iritatif. Gunakan pula pelembap agar kelembapan kulit tetap terjaga dan kulit tidak semakin teriritasi.

Jika reaksi iritasi semakin memburuk serta jerawat semakin parah dan membandel akibat pemakaian produk perawatan kulit tertentu, sebaiknya segera hentikan penggunaannya.

Ketika muncul jerawat akibat purging maupun breakout, hindari sering menyentuh jerawat tersebut dan usahakan untuk tidak memecahkannya karena bisa menyebabkan kulit terluka dan timbul bekas luka.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah berikut ini untuk meredakannya:

  • Cuci muka 2 kali sehari setiap pagi dan malam hari atau setiap kali setelah wajah berkeringat.
  • Pilih dan gunakan produk skincare sesuai jenis kulit
  • Gunakan pelembap yang bebas pewangi dan berlabel nonkomedogenik.
  • Hindari memakai make up terlalu tebal dan produk make up yang membuat wajah berminyak.
  • Gunakan obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau sulfur.
  • Sering cuci tangan dan jangan menyentuh wajah bila tangan masih kotor.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk beristirahat yang cukup dan mengurangi stres, agar reaksi breakout di kulit wajah cepat mereda.

Tidak semua orang mengalami purging atau breakout saat mencoba jenis kosmetik atau produk perawatan kulit. Munculnya reaksi tersebut biasanya tergantung pada jenis kulit. Orang yang memiliki tipe kulit sensitif akan lebih mudah mengalami breakout.

Jika masih ragu dengan masalah kulit yang Anda alami, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit, terlebih jika purging atau breakout pada wajah tidak juga membaik setelah 1–2 bulan. Dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan masalah dan jenis kulit.