Maraknya berita tentang penggunaan narkoba membuat banyak orang tua merasa khawatir. Untuk mencegah anak terjerumus dalam bahaya narkoba, diperlukan peran serta semua pihak, terutama orang tua. Yuk, Bunda dan Ayah, ketahui cara melindungi anak dari jeratan narkoba!

Penggunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) bisa membawa banyak dampak buruk bagi anak, mulai dari meningkatnya risiko penyakit jantung, kerusakan organ tubuh, seperti hati dan ginjal, bahkan skizofrenia. Selain itu, bila dibiarkan, narkoba juga akan merusak berbagai sisi kehidupan anak, termasuk minat belajar dan sekolah.

Bunda dan Ayah, Cegah Anak Terjerumus Bahaya Narkoba dengan Cara Ini - Alodokter

Berbagai Cara Mencegah Anak agar Tidak Terjerumus Narkoba

Idealnya,  pemberian edukasi kepada anak tentang bahaya narkoba dapat dilakukan sejak dini, yaitu saat anak duduk di sekolah dasar. Pengetahuan yang cukup tentang hal ini bisa mencegah anak terjerumus pergaulan bebas dan bahaya narkoba.

Beberapa cara yang bisa Bunda dan Ayah lakukan untuk memberikan pengenalan tentang narkoba adalah:

1. Cari momen yang tepat

Tentukan momen dan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak mengenai bahaya narkoba. Waktu senggang setelah makan malam atau saat anak terlihat sedang santai bisa dimanfaatkan untuk memberikan edukasi tentang penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, Bunda dan Ayah juga bisa mendiskusikan betapa berbahayanya penyalahgunaan narkoba saat ada kasus narkoba disiarkan di televisi atau media sosial, atau saat melihat ada sekelompok anak dan remaja yang sedang merokok dan minum minuman keras.

2. Beri informasi tentang bahaya narkoba

Selain menentukan momen yang tepat, Bunda dan Ayah juga perlu memberikan informasi yang memadai tentang bahaya penyalahgunaan narkoba ini. Informasinya dapat dimulai dari apa itu narkoba, bagaimana penyebaran narkoba yang saat ini sudah sangat cepat, serta apa saja bahaya narkoba dan dampaknya terhadap kesehatan tubuh.

Bunda dan ayah juga bisa memberikan contoh dampak negatif yang bisa terjadi pada pengguna narkoba, seperti rusaknya penampilan, gangguan kesehatan, berkurangnya kemampuan olahraga, dan menurunnya prestasi belajar.

Sebaiknya lakukan diskusi dua arah. Tetap berikan kesempatan kepada anak untuk mengeluarkan pendapat dan menanyakan hal-hal yang masih membuatnya bingung.

3. Diskusikan cara menolak narkoba

Hal lain yang tidak kalah penting untuk diajarkan adalah pergaulan yang positif dengan teman dan bagaimana cara menolak narkoba. Ajarkan bagaimana cara berteman yang baik dan seperti apa teman yang baik, serta arahkan anak untuk mengikuti komunitas yang positif.

Ada dua hal penting yang harus Bunda dan Ayah ajarkan kepada anak. Pertama, ajarkan anak untuk selalu bijak dalam bergaul dan berteman. Berteman dengan siapa saja boleh, tapi kenali batasan bergaul dan selalu waspada dengan lingkungan pertemanan, terutama yang masih baru dikenal.

Kedua, ajarkan anak untuk berani mengatakan “tidak” , “maaf saya tidak menggunakan narkoba”,  atau “ tidak, orang tuaku akan sangat marah” ketika ada yang menawarkan narkoba. Beri tahukan juga kepada anak untuk sebisa mungkin meninggalkan komunitas tersebut.

4. Contohkan kebiasaan yang baik

Selain memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan cara menjauhkan diri dari narkoba, Bunda dan Ayah juga perlu memberikan contoh dalam bentuk perilaku, misalnya sebisa mungkin tidak menggunakan obat tanpa pemeriksaan dokter, dan tidak merokok atau mengonsumsi alkohol di depan anak, apalagi menggunakan narkoba. Hal ini penting dilakukan karena anak lebih mudah mencontoh perilaku orang tuanya.

5. Bangun rasa percaya diri anak

Meskipun terlihat sederhana, membangun rasa percaya diri anak merupakan hal yang tidak kalah penting. Anak yang memiliki rasa percaya diri umumnya bisa lebih menentukan sikap saat ada ajakan atau bujukan untuk melakukan tindakan yang kurang baik, termasuk ketika ada ajakan untuk menggunakan narkoba.

Bunda dan Ayah bisa membangun rasa percaya diri anak dengan beberapa cara, seperti percaya pada anak, memuji anak jika dia berhasil mencapai suatu prestasi, dan menghindari kata-kata yang sifatnya menjatuhkan.

Untuk lebih mendekatkan hubungan dan ikatan dengan anak, sebisa mungkin habiskan lebih banyak waktu bersamanya. Jangan lupa juga untuk sering mengatakan bahwa Bunda dan Ayah menyayanginya, ya.

6. Ajarkan anak mengelola stres dengan cara yang benar

Bunda dan Ayah juga bisa mengajarkan anak cara yang positif untuk mengelola stres atau masalah yang dihadapinya. Yakinkan anak bahwa semua masalah bisa diatasi, dan bahwa obat atau perilaku negatif bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah tapi justru bisa menimbulkan masalah baru.

Berikan keyakinan kepada anak bahwa Bunda dan Ayah selalu ada untuknya. Jadi, ia tidak perlu ragu untuk bersandar dan bercerita jika memiliki masalah.

Ajarkan anak untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, misalnya berolahraga, melakukan hobi, atau mengerjakan ekskul. Waktu yang digunakan dengan baik bisa mengurangi risiko anak salah bergaul dan terjerumus hal-hal negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.

7. Buat aturan yang tegas tentang narkoba

Katakan dengan tegas bahwa narkoba merupakan hal yang dilarang dalam keluarga. Jika perlu, buat peraturan khusus untuk mencegahnya. Jangan lupa, ketika membuat aturan tertentu, orang tua juga harus memberikan contoh. Hal ini karena orang tua merupakan panutan yang memiliki pengaruh sangat besar dalam perkembangan mental dan kehidupan anak.

Lakukanlah cara-cara di atas untuk mencegah anak terjerumus dalam bahaya penyalahgunaan narkoba. Jika perlu, Bunda dan Ayah bisa berkonsultasi dengan dokter atau psikolog mengenai cara yang tepat untuk mencegah anak terjerumus bahaya narkoba.