Hamil lagi setelah baru beberapa bulan melahirkan bisa saja terjadi. Ini menyebabkan bayi lahir ketika kakaknya kemungkinan masih butuh menyusu. Mau tidak mau, Bunda harus menyusui dua anak sekaligus atau tandem nursing. Bagaimana, ya, cara melakukannya?

Tandem nursing adalah istilah untuk ibu yang menyusui bayi baru lahir dan tetap menyusui kakaknya yang masih balita. Kegiatan menyusuinya sendiri bisa dilakukan bersamaan ataupun sendiri-sendiri.

Bunda, Ini 6 Tips Sukses Melakukan Tandem Nursing atau Menyusui Dua Anak Sekaligus - Alodokter

Ini bukanlah perkara yang mudah untuk dilakukan, terlebih bila Si Kakak memang belum siap untuk disapih dan lebih memilih untuk menyusu.

Bunda juga mungkin khawatir ASI akan tidak cukup bila diminum dua anak sekaligus, apalagi Si Kakak sudah mampu minum lebih banyak. Kalau masalah ini, tidak perlu khawatir, Bun. Produksi ASI juga akan meningkat ketika “permintaan” dari anak meningkat, kok.

Tips Sukses Melakukan Tandem Nursing

Menyusui balita dan bayi baru lahir dalam satu waktu bisa jadi tantangan untuk Bunda. Agar sukses melakukan tandem nursing, Bunda bisa menerapkan tips-tips di bawah ini:

1. Utamakan bayi yang baru lahir

Si Kecil lebih membutuhkan ASI daripada kakaknya, karena ASI adalah sumber nutrisi utama bagi bayi baru lahir. Selain itu, ASI juga sangat penting untuk membentuk daya tahan tubuh Si Kecil. Jadi, Bunda harus menyusui Si Kecil lebih dulu dan lebih sering, ya, Bun. Bayi baru lahir harus menyusu setidaknya tiap 2–3 jam.

2. Cukupi kebutuhan cairan

Memproduksi ASI akan membutuhkan banyak air. Sekitar 90% kandungan ASI adalah air, lho. Di samping itu, tubuh juga akan menghasilkan hormon oksitosin yang mengambil cairan tubuh Bunda untuk dijadikan ASI. Inilah yang menyebabkan Bunda gampang haus ketika menyusui.

Ketika menyusui dua anak sekaligus, tentunya Bunda butuh minum lebih banyak. Minumlah setidaknya 3,5 liter air putih setiap hari agar tidak dehidrasi dan produksi ASI tetap lancar.

3. Konsumsi makanan yang bergizi

Selain mencukupi kebutuhan cairan, ibu menyusui juga sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Bunda membutuhkan energi untuk menghasilkan ASI. Selain itu, nutrisi yang Bunda makan akan sampai ke anak-anak melalui ASI.

Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih makanan yang akan Bunda konsumsi. Makanan yang dianjurkan untuk ibu menyusui antara lain ikan, telur, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

4. Lakukan segala hal yang menyenangkan

Ibu menyusui disarankan untuk sebisa mungkin menghindari stres karena bisa mengurangi produksi ASI. Sayangnya, hal ini sangat rentan terjadi, apa lagi dengan Si Kakak yang juga masih membutuhkan banyak perhatian. Agar terhindar dari stres, Bunda boleh, lho, meluangkan waktu untuk me time.

Pergunakan waktu ini untuk melakukan hal-hal yang membuat Bunda senang atau menjalin hubungan silaturahmi dengan sahabat-sahabat Bunda. Mintalah bantuan pasangan atau anggota keluarga untuk mengurus anak-anak dulu selama beberapa jam.

5. Istirahat yang cukup

Memiliki dua anak yang masih kecil-kecil bisa menyita waktu dan tenaga Bunda. Agar tetap sehat dan bugar, Bunda disarankan untuk mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Ditambah lagi, cukup istirahat juga bisa menghindarkan Bunda dari stres.

Bunda bisa memanfaatkan waktu tidur siang Si Kecil dan Kakak dengan tidur bersama mereka. Lupakanlah sejenak pekerjaan rumah yang menumpuk. Setelah segar, Bunda bisa bermain dengan anak-anak atau melanjutkan pekerjaan rumah yang tertunda.

6. Konsultasikan dengan dokter

Tandem nursing belum tentu bisa dilakukan oleh semua ibu. Sebaiknya, beri tahu dokter bahwa Bunda melakukan tandem nursing dan periksakan Si Kecil secara rutin. Dengan begitu, dokter bisa memantau pertumbuhan serta perkembangan Si Kecil dan memastikan apakah ia mendapatkan ASI yang cukup atau tidak.

Harus menyusui bayi baru lahir dan kakaknya yang balita merupakan hal yang melelahkan. Namun, ini bisa menjadi pengalaman berharga dan bermanfaat untuk Bunda. Selain bisa mempererat ikatan batin Bunda dengan anak-anak, kegiatan ini juga bisa mengakrabkan hubungan Kakak dengan Si Kecil.

Selama menjalani tandem nursing, Bunda tidak boleh serta-merta mengesampingkan kebutuhan Bunda. Ingat, kebaikan untuk Bunda adalah kebaikan untuk anak-anak juga. Jika merasa kewalahan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau konselor ASI, ya, Bun.