Bunda, Ini Tanda-tanda Pencernaan Si Kecil Bermasalah

Saat bayi mulai kelihatan rewel, tak nyaman, diiringi muntah hingga diare, kemungkinan hal ini disebabkan masalah pada pencernaannya. Agar lebih waspada, yuk Bunda, kenali tanda-tandanya. 

Sejak lahir, pencernaan bayi belajar mengolah asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Hanya saja, sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan, sehingga rentan mengalami masalah.

Bunda, Ini Tanda-tanda Pencernaan Si Kecil Bermasalah

Mengenali Tanda Pencernaan Bayi Bermasalah

Masalah pada pencernaan bayi sebenarnya bisa diketahui melalui beberapa tanda, seperti:

  • Muntah
    Muntah pada bayi merupakan tanda paling umum terjadinya masalah pencernaan. Biasanya gejala dimulai dengan muntah secara tiba-tiba dan bisa juga diiringi dengan demam atau diare. Selama ini berlangsung, keinginan Si Kecil untuk makan atau minum susu akan berkurang. Jika Bunda merasa lebih jarang mengganti popok, bisa jadi Si Kecil telah memasuki tahap dehidrasi. Meski demikian, perlu dibedakan muntah dengan gumoh yang memang normal terjadi.
  • Refluks
    Pernah lihat Si Kecil muntah usai makan atau diberikan susu? Bisa jadi itu adalah gejala refluks pada bayiKondisi ini disebabkan karena kerja sistem pencernaan bayi belum sempurna, sehingga asam lambung dapat naik dan makanan dalam perut terdorong keluar menuju tenggorokan. Refluks bisa menyebabkan sakit perut dan sensasi panas pada tenggorokan dan dada.
  • Kolik 
    Kolik adalah kontraksi pada usus yang menimbulkan rasa sakit pada perut bayi. Kolik sebenarnya umum terjadi pada bayi, ditandai dengan menangis kencang dan berlangsung hingga lebih dari 3 jam.  Selain menangis, kolik juga dapat ditandai bayi sering kentut dan menarik kakinya ke atas. Nyeri kolik umumnya lebih terasa pada sore atau dini hari. Kondisi ini akan berangsur-angsur membaik setelah bayi menginjak usia 3-4 bulan dan akan menghilang setelah melewati usia 5 bulan.
  • Perut Kembung
    Pada bayi, perut kembung  dapat disebabkan oleh udara yang masuk dan terjebak di saluran cerna, atau gas yang terbentuk dalam saluran cerna saat ia mencerna makanan.  Menangis dan penggunaan botol susu juga dapat meningkatkan risiko perut kembung. Jika Si Kecil terlihat gelisah dan perutnya tampak penuh, kemungkinan disebabkan udara tau gas di dalam saluran pencernaan.
  • Diare
    Diare pada bayi  umumnya disebabkan oleh infeksi virus, yakni rotavirus. Hal ini terjadi saat bayi terpapar sesuatu yang terkontaminasi oleh virus, terutama melalui makanan atau minuman. Saat Si Kecil diare, hal terpenting yang harus Bunda lakukan adalah memastikan dia tidak kekurangan cairan, untuk menghindari dehidrasi.

Cara Mengatasi Masalah Pencernaan Pada Bayi 

Masalah pencernaan pada bayi memang cukup umum terjadi, maka penting bagi Bunda untuk mengetahui cara menghadapinya sesuai kondisi Si Kecil. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat Bunda lakukan:

  • Untuk mengatasi muntah dan diare, ganti cairan yang hilang dengan memberinya air minum sedikit demi sedikit. Beri minum tiap 10-15 menit menggunakan sendok atau botol. Hal ini membantu mencegah Si Kecil mengalami dehidrasi.
  • Meski umumnya kolik membaik saat bayi usia 3-4 bulan, Bunda bisa mencoba menenangkan dengan cara menggoyangkan lembut tubuh Si Kecil sambil menggendongnya di atas bahu. Mandikan dengan air hangat dan pijat lembut bagian perutnya. Kemudian susui bayi dalam keadaan tegak. Cara yang sama juga bisa dilakukan saat bayi mengalami refluks dan perut kembung.
  • Jika Bunda melihat tinja Si Kecil tampak keras dan kering, atau ia tampak kesulitan buang air besar, kemungkinan ia mengalami sembelit. Coba kurangi makanan padat selama 1-2 hari, dan berikan makanan lembut, serta perbanyak asupan cairan.
  • Bila Bunda menduga susu formula  yang diberikan adalah penyebab sembelit atau diare, sebaiknya kurangi dulu pemberian susu tersebut. Kemudian konsultasikan dengan dokter anak.

Dalam menghadapi masalah pencernaan Si Kecil, Bunda sebaiknya tetap tenang. Coba perhatikan kondisi tubuhnya, dan juga asupan yang diberikan Bunda untuk Si Kecil. Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapat anjuran penanganan yang tepat, sesuai dengan masalah pencernaan Si Kecil.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi