Jenis pisang yang tidak boleh untuk bayi penting Bunda ketahui agar kesehatan dan pencernaan Si Kecil tetap terjaga. Sebab, tidak semua pisang di pasaran aman dijadikan MPASI, karena beberapa jenis justru dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sembelit, atau bahkan risiko tersedak.
Pisang sering jadi pilihan andalan sebagai MPASI pertama untuk bayi di Indonesia, karena mudah didapat dan rasanya manis alami yang hampir selalu disukai bayi. Tidak heran, banyak ibu yang menjadikan pisang sebagai buah pendamping ASI saat memulai MPASI pada bayi di usia 6 bulan.

Namun, penting untuk Bunda ketahui nih, tidak semua jenis pisang cocok untuk bayi. Salah memilih jenis pisang justru bisa menimbulkan masalah kesehatan pada bayi, seperti sembelit, gangguan pencernaan, diare, atau bahkan membuat bayi tersedak.
Oleh karena itu, mengetahui jenis pisang yang tidak boleh untuk bayi sangat penting agar Bunda bisa memilih jenis pisang yang aman dan tepat untuk Si Kecil. Langkah ini akan membantu menjaga kesehatan dan keselamatan buah hati selama masa MPASI.
Beragam Jenis Pisang yang Tidak Boleh untuk Bayi
Beberapa jenis pisang sebaiknya tidak diberikan pada bayi, terutama saat memulai MPASI. Berikut adalah jenis pisang yang tidak boleh untuk bayi dan alasannya yang penting untuk Bunda pahami:
1. Pisang yang masih mentah
Jenis pisang yang tidak boleh untuk bayi adalah pisang yang belum matang. Pisang seperti ini memiliki kandungan pati dan tanin yang tinggi, sehingga sulit dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Akibatnya, bayi bisa mengalami perut kembung, sembelit, atau bahkan menolak makan karena rasa pisang yang sepat dan asam.
2. Pisang dengan tekstur kasar atau banyak bijinya
Beberapa jenis pisang, seperti pisang kepok, pisang batu, atau pisang raja bulu, memiliki tekstur lebih kasar dan biji relatif besar. Pisang jenis ini berisiko menyebabkan bayi tersedak atau sulit menelan, terutama jika bayi baru mulai belajar makan.
3. Pisang yang kulitnya hitam atau busuk
Jenis pisang yang tidak boleh untuk bayi berikutnya adalah pisang yang tampak busuk, berbau tidak sedap, atau memiliki banyak bercak hitam pada kulitnya. Pisang seperti ini umumnya mengandung bakteri atau jamur yang berbahaya bagi saluran cerna bayi dan berisiko memicu diare maupun muntah.
4. Pisang yang kotor atau tidak diolah dengan benar
Selain jenisnya, kebersihan pisang juga sangat penting. Pisang yang tidak dicuci bersih atau tidak dihaluskan dengan baik bisa membawa sisa pestisida, kotoran, atau bakteri yang berisiko menyebabkan gangguan pencernaan dan infeksi pada bayi.
Risiko Memberikan Jenis Pisang yang Tidak Boleh untuk Bayi
Memberikan jenis pisang yang tidak boleh untuk bayi bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan berikut ini:
- Pisang mentah atau masih muda mengandung tanin tinggi yang dapat menyebabkan bayi sembelit.
- Tekstur pisang yang keras, alot, atau kasar lebih mungkin membuat bayi tersedak, apalagi jika kemampuan mengunyahnya masih terbatas dan baru mulai belajar makan.
- Pisang yang belum matang sempurna memiliki rasa sepat atau asam, sehingga bayi menolak memakannya.
- Pisang yang tercemar pestisida, bakteri, atau jamur dapat menyebabkan diare, muntah, atau infeksi pada saluran cerna bayi.
Tips Memilih Pisang untuk Bayi
Agar Bunda tidak salah pilih, berikut tips memilih pisang yang cocok dan aman untuk bayi:
- Pilih pisang yang benar-benar matang, berwarna kuning cerah, tekstur lembut, dan mudah dihaluskan.
- Pilihlah jenis pisang yang aman untuk bayi, seperti pisang ambon, pisang raja, atau pisang cavendish. Jenis pisang ini memiliki rasa manis alami dan tekstur yang lunak, sehingga mudah dikunyah serta dicerna oleh bayi, dan sangat cocok dijadikan MPASI.
- Potong kecil atau haluskan pisang agar mudah ditelan dan dicerna bayi, terutama bila baru tahap awal MPASI.
- Perkenalkan satu jenis buah dalam satu waktu untuk memantau kemungkinan alergi atau intoleransi.
- Cuci pisang hingga bersih dan pastikan alat yang digunakan untuk menghaluskan juga bersih.
Itulah informasi seputar jenis pisang yang tidak boleh untuk bayi yang perlu Bunda perhatikan. Sebelum memberikan pisang kepada bayi, pastikan Bunda memperhatikan tingkat kematangan, tekstur, dan kebersihan pisang ya.
Jika Bunda masih ragu dalam memilih jenis pisang yang tepat, atau bayi mengalami sembelit, muntah, atau tanda alergi setelah makan pisang, segera konsultasikan dengan dokter.
Bunda bisa bertanya ke dokter melalui Chat Bersama Dokter, tapi jika bayi mengalami konstipasi berat, muntah terus-menerus, atau tampak lemas, segera buat janji konsultasi langsung ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.