Jika ingin mengonsumsi seafood, Anda perlu pintar-pintar memilihnya. Jangan sampai salah memilih seafood yang tidak segar karena mungkin sudah terkontaminasi bakteri dan berisiko menyebabkan keracunan makanan. Untuk mencegahnya, yuk, simak tips memilih seafood segar di sini.

Seafood merupakan salah satu sumber protein berkualitas tinggi yang menjadi bagian penting dari pola makan sehat. Rutin mengonsumsi seafood bisa membawa banyak manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama otak, tulang, dan otot.

Agar Aman Dikonsumsi, Ini 3 Tips Memilih Seafood Segar - Alodokter

Dalam memilih produk seafood, pastikan Anda tahu mana yang kualitasnya baik untuk dikonsumsi, sehingga Anda dan keluarga bisa menikmati seafood dengan aman dan mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Tips Memilih Seafood yang Segar

Beberapa orang mengartikan seafood yang segar sebagai seafood yang belum dibekukan sejak ditangkap. Padahal, seafood yang dibekukan dengan benar bisa sama baiknya atau bahkan lebih unggul kualitasnya.

Jadi, sebenarnya yang perlu diperhatikan bukanlah dibekukan atau tidaknya, melainkan kualitas dari seafood itu sendiri. Untuk menentukan kualitas seafood segar, ada beberapa tips yang bisa menjadi panduan Anda:

1. Cium baunya

Mencium bau seafood yang akan Anda beli adalah cara termudah untuk mengetahui segar atau tidaknya seafood tersebut. Seafood yang masih segar biasanya berbau ringan atau samar, tidak amis, asam, atau tengik.

Sementara itu, seafood yang mulai busuk biasanya akan berbau seperti amonia atau berbau sangat amis. Kemungkinan seafood tersebut merupakan produk yang sudah lama atau tidak dibekukan dengan benar.

2. Perhatikan tampak luarnya

Tampilan seafood juga menjadi faktor yang menentukan kualitas seafood segar. Ikan laut yang segar biasanya berwarna cerah, berkilau, dan sisiknya melekat erat. Matanya tampak jernih serta padat dan menonjol. Selain itu, insang ikan juga berwarna merah atau merah muda.

Untuk jenis kerang-kerangan, pilihlah yang cangkangnya terlihat lembap dan tertutup rapat. Jika cangkang sedikit terbuka, mintalah penjual untuk mengetuknya. Apabila cangkangnya tidak menutup kembali, jangan dipilih. Hindari pula membeli kerang yang cangkangnya retak.

Untuk kepiting dan lobster, sebaiknya pilih yang masih hidup, yaitu yang memperlihatkan gerakan kaki, walaupun hanya sedikit. Jika sudah dimasak, pilihlah lobster dan kepiting yang cangkangnya berwarna merah cerah dan dagingnya putih bersih atau putih dengan sedikit warna merah dan cokelat.

Untuk memilih udang, sebaiknya hindari udang yang memiliki cangkang dengan tepi yang menghitam atau berbintik hitam. Biasanya, cangkang udang yang segar berwarna hijau keabu-abuan, cokelat kemerahan, atau merah muda.

Untuk cumi-cumi, pilihlah yang matanya jernih serta terlihat utuh dan padat. Selain itu, kulitnya juga harus tidak terkelupas dan berwarna krem dengan bintik-bintik cokelat kemerahan. Seiring waktu, kulit cumi-cumi bisa berubah menjadi merah muda dan dagingnya menguning.

3. Periksa kepadatannya

Seafood segar juga ditandai dengan daging yang kencang, elastis, dan tidak meninggalkan bekas saat ditekan dengan lembut. Seiring waktu, daging biasanya akan menjadi lunak, mudah koyak, dan mudah terlepas dari tulang atau cangkangnya.

Selain dengan cara-cara di atas, Anda juga bisa memastikan kesegaran seafood dengan membeli hanya dari sumber yang terpercaya. Pilihlah penyedia seafood yang menempatkan produknya di kulkas atau freezer.

Setelah dibeli dan dibawa pulang, segera simpan produk seafood di dalam freezer dan gunakan tidak lebih dari 3 hari sejak membelinya, terutama jika seafood ingin dimakan mentah.

Bila Anda merasakan kram perut, mual, muntah-muntah, diare, atau lemas setelah mengonsumsi seafood yang sepertinya tidak segar, segera ke IGD atau periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.