Kereta dorong bayi atau stroller kini semakin banyak digunakan sebagai alat bantu orang tua, terutama saat hendak bepergian bersama Si Kecil. Meski demikian, faktor keamanan harus jadi perhatian utama dibandingkan faktor-faktor lainnya. 

Kereta dorong bayi dapat digunakan untuk bayi hingga usia 3-4 tahun sebelum anak benar-benar bisa lancar berjalan sendiri. Banyak pilihan kereta dorong bayi yang tersedia di pasaran, jangan sampai orang tua kebingungan.

Cara Memilih Kereta Dorong Bayi yang Aman - Alodokter

Utamakan Faktor Keamanan saat Memilih Kereta Dorong Bayi

Selain pertimbangan tampilan dan harga, beberapa faktor keamanan kereta dorong bayi yang harus diperhatikan adalah:

  • Rem yang praktis
    Sebagian stroller memiliki rem yang mengunci dua roda sekaligus, tidak hanya satu roda sebagaimana umumnya. Pilih rem stroller yang Anda anggap paling mudah digunakan. Lalu, pastikan juga rem tersebut tidak dapat dijangkau oleh tangan anak. Stroller dengan disc brakes atau rem cakram akan memberikan keamanan ekstra saat melewati jalan menanjak atau menurun.
  • Ketahanan sabuk pengaman
    Umumnya untuk stroller, terdapat pilihan sabuk pengaman tiga poin atau lima poin. Sabuk pengaman lima poin dianggap lebih aman karena mencakup bagian pinggang, bahu, serta bagian antara kedua paha. Ini diperlukan terutama untuk melindungi anak-anak yang berusia lebih kecil. Juga perhatikan segi kemudahan dalam menggunakannya dan pastikan ukurannya pas saat digunakan melingkari tubuh anak.
  • Perhatikan batas berat badan

Kereta dorong bayi umumnya memiliki batas berat badan anak yang bisa menggunakannya. Jika terlalu berat, dikhawatirkan membuat stroller menjadi tidak stabil dan kurang nyaman digunakan. Hindari juga menggunakan stroller tunggal untuk membawa lebih dari satu anak.

  • Cara gerak stroller
    Pilih stroller yang dapat bergerak lurus. Biasanya, stroller dengan roda depan dan belakang yang dapat berputar akan lebih mudah dibelokkan. Cobalah membelokkan stroller dengan satu tangan, untuk pilihan terbaik.
  • Tinggi atau rendahnya pegangan stroller
    Sesuaikan pegangan kereta dorong bayi dengan tinggi badan orang tua atau orang dewasa yang akan mendorongnya. Pegangan stroller seharusnya berada di sekitar pinggang atau sedikit lebih rendah. Jika stroller akan didorong beberapa orang yang berbeda, cari stroller dengan pegangan yang dapat disesuaikan.
  • Kursi yang dapat disesuaikan
    Jika stroller digunakan untuk bayi di bawah usia 6 bulan, pastikan kursinya disesuaikan hingga berada dalam posisi hampir berbaring. Sebab, anak usia tersebut masih belum mampu menopang kepala dan duduk secara sempurna. Di atas usia tersebut, posisi kursi berbaring diperlukan untuk memberi kenyamanan saat tidur.
  • Tempat menaruh kaki

    Hindari tempat menaruh kaki di bawah stroller yang memisahkan kaki kanan dan kiri. Dianjurkan memilih tempat kaki yang tidak terpisah, untuk menghindari kaki anak terperangkap di antaranya.

  • Perlengkapan kanopi

    Pilih stroller dengan kanopi yang mampu melindungi dari angin, sinar matahari, dan hujan. Pilih stroller dengan kanopi yang gampang dilepaskan, sehingga lebih mudah dibersihkan

  • Sesuaikan dengan kondisi khusus

    Untuk kereta dorong bayi khusus, misalnya stroller tandem bayi kembar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Stroller untuk bayi kembar akan jauh lebih berat dibandingkan stroller tunggal. Jika memerlukan stroller yang lebih mudah digerakkan, pilih stroller tandem yang berada di posisi depan dan belakang. Stroller tandem posisi bersisian akan lebih sulit melalui pintu atau jalan yang sempit.

Kereta dorong bayi sangat tepat untuk membantu transportasi bayi dan memudahkan orang tua saat bepergian bersama Si Kecil. Pilih kereta dorong bayi yang paling sesuai dengan kebutuhan. Konsultasikan dengan dokter anak jika bayi atau anak Anda memiliki kondisi khusus yang memerlukan penyesuaian dalam menggunakan kereta dorong.