Mual merupakan keluhan yang umum dirasakan oleh ibu hamil. Agar tetap nyaman beraktivitas saat mengandung, ada beberapa cara mengatasi mual saat hamil yang dapat ibu hamil terapkan, seperti makan sedikit tapi sering, cukup beristirahat, hingga melakukan teknik relaksasi.  

Pada awal masa kehamilan, munculnya rasa mual merupakan hal yang normal terjadi. Mual saat hamil bisa terjadi kapan saja, tetapi paling sering di pagi hari sehingga disebut juga dengan istilah morning sickness. Namun, rasa mual juga bisa berlangsung sepanjang hari.

5 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil agar Tetap Nyaman Beraktivitas - Alodokter

Penyebab Mual Saat Hamil

Mual saat hamil bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

  • Peningkatan hormon kehamilan, seperti human chorionic gonadotropin (hCG), estrogen, dan progesteron
  • Stres atau kelelahan saat hamil
  • Gangguan lambung

Terkadang, keluhan mual dan muntah saat hamil dirasakan cukup berat hingga membuat ibu hamil sangat lemas dan tidak bisa makan. Kondisi mual dan muntah yang parah saat hamil ini disebut hiperemesis gravidarum. Jika mengalami kondisi ini, ibu hamil perlu mendapatkan penanganan langsung oleh dokter kandungan.

Mual saat hamil dapat hilang dengan sendirinya. Biasanya, mual akan berangsur mereda pada minggu ke-16 kehamilan. Namun, untuk meringankan keluhan yang muncul, ibu hamil dapat menerapkan beberapa cara mengatasi mual saat hamil.

Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

Berikut adalah beberapa cara mengatasi mual saat hamil yang bisa Bumil lakukan:

1. Atur pola makan

Jika sebelumnya Bumil sering makan dalam porsi cukup besar, kini cobalah untuk makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering. Pola makan seperti ini dapat menjadi cara mengatasi mual saat hamil.

Dalam menentukan jenis makanan, pilihlah makanan yang tinggi karbohidrat dan rendah lemak, seperti nasi merah dan crackers.

2. Hindari makanan yang dapat memicu mual

Cara mengatasi mual saat hamil berikutnya adalah mengurangi konsumsi makanan berminyak, berlemak, pedas, atau asam. Hal ini karena makanan tersebut dapat memicu iritasi lambung yang dapat memperparah mual.

Bumil juga perlu menjauhi makanan yang beraroma tajam, seperti durian atau jengkol, karena dapat memicu rasa mual.

Selain itu, guna mencegah dehidrasi akibat banyaknya cairan yang terbuang saat muntah, Bumil dianjurkan untuk mengonsumsi air putih setidaknya 8 gelas per hari. Jika bosan dengan air putih, Bumil bisa minum air dingin atau jahe hangat.

3. Hindari berbaring sesaat setelah makan

Berbaring setelah makan dapat menyebabkan asam di lambung naik, sehingga memicu rasa mual. Oleh karena itu, tunggulah setidaknya 1 jam setelah makan jika Bumil ingin berbaring.

4. Cukupi waktu istirahat

Perubahan yang terjadi selama kehamilan dapat membuat Bumil mudah merasa lelah, terlebih jika masih harus bekerja. Kondisi ini bisa memicu atau memperparah keluhan mual.

Cara mengatasi mual saat hamil akibat kelelahan ini adalah beristirahat yang cukup. Selain itu, jika Bumil sudah merasa lelah, jangan memaksakan diri untuk beraktivitas, ya.

5. Lakukan relaksasi

Melakukan relaksasi juga bisa menjadi salah satu cara mengatasi mual saat hamil. Ada beberapa teknik relaksasi yang bisa Bumil coba, mulai dari menarik napas dalam dan mengembuskannya secara perlahan, hingga melakukan meditasi atau yoga untuk ibu hamil.

Selain itu, berolahraga ringan, berjalan-jalan di sekitar kamar atau rumah, mendengarkan musik, dan melakukan pijat hamil juga dinilai efektif untuk mengatasi rasa mual. Bumil juga bisa menghirup aroma minyak esensial menggunakan diffuser untuk meredakan keluhan mual saat hamil.

Jika cara mengatasi mual saat hamil di atas tidak mampu meredakan kondisi yang Bumil alami, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Terlebih jika mual disertai dengan keluhan lain, seperti sakit perut, susah buang air kecil, demam, tidak bisa makan dan minum, hingga penurunan berat badan.

Untuk menangani keluhan mual dan muntah yang dialami Bumil, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk menetralkan asam lambung dan obat antimual yang aman digunakan saat hamil.

Namun, jika kondisi Bumil sudah sangat lemah atau mengalami gejala dehidrasi, dokter mungkin akan menyarankan Bumil untuk menjalani perawatan di rumah sakit hingga kondisi Bumil stabil.