Cara mengecek DBD pada anak merupakan pengetahuan penting yang perlu dimiliki oleh setiap orang tua. Dengan memahami caranya, gejala demam berdarah dapat dikenali sejak dini dan si Kecil dapat segera mendapatkan penanganan yang sesuai. 

Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gejala awalnya sering kali mirip dengan flu biasa, sehingga cara mengecek DBD pada anak menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua.

Cara Mengecek DBD pada Anak agar Penanganan Tidak Terlambat - Alodokter

Waspada dan cermat dalam memantau setiap perubahan kondisi tubuh si Kecil sangat diperlukan, supaya Ayah dan Bunda tahu kapan Si Kecil membutuhkan penanganan medis. Dengan begitu, komplikasi yang membahayakan anak dapat dicegah.

Tanda Awal DBD pada Anak

Langkah pertama dari cara mengecek DBD pada anak adalah mengenali tanda-tanda khas yang biasanya muncul di awal infeksi, seperti:

  • Demam tinggi mendadak, bisa mencapai 39–40°C
  • Sakit kepala, terutama di dahi
  • Nyeri di belakang mata
  • Nyeri otot, tulang, atau sendi
  • Mual dan muntah
  • Nafsu makan menurun
  • Bintik merah pada kulit (petekie), biasanya timbul 2–5 hari setelah demam

Perlu diketahui, bintik merah di kulit terkadang tidak langsung muncul di awal. Oleh karena itu, dalam cara mengecek DBD pada anak, perhatikan jika demam tinggi tidak kunjung turun setelah 2–3 hari, ya.

Cara Mengecek DBD pada Anak di Rumah

Cara mengecek DBD pada anak di rumah dapat dilakukan dengan pemantauan sederhana. Orang tua bisa melakukan langkah-langkah berikut ini: 

  • Pantau suhu tubuh anak secara teratur setiap 4–6 jam.
  • Pastikan asupan cairan cukup, untuk mencegah dehidrasi.
  • Amati tanda-tanda perdarahan ringan, seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik kemerahan di kulit.
  • Coba lakukan uji tekan pada kulit (uji tourniquet). Caranya balut lengan atas dengan manset atau karet selama 5 menit, lalu cek apakah muncul bintik merah kecil (petekie) di bawah permukaan kulit. 

Namun perlu diingat, hasil uji tekan ini tidak bisa dijadikan patokan utama. Diagnosis pasti tetap memerlukan pemeriksaan laboratorium di fasilitas kesehatan. Cara mengecek DBD pada anak di rumah hanya sebagai deteksi dini agar Ayah dan Bunda dapat segera membawa Si Kecil ke fasilitas kesehatan terdekat bila ditemukan gejala yang mencurigakan. 

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter

Jika Bunda dan Ayah menemukan gejala-gejala berikut saat melakukan cara mengecek DBD pada anak, segera bawa si Kecil ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat:

  • Demam tinggi lebih dari 2 hari tanpa sebab jelas
  • Muntah terus-menerus
  • Nyeri perut hebat
  • Anak tampak sangat lemas, gelisah, atau tidak mau makan dan minum
  • Timbul perdarahan, seperti mimisan atau gusi berdarah
  • Tangan dan kaki terasa dingin, kulit tampak pucat atau kebiruan

Di rumah sakit, dokter akan melakukan pemeriksaan darah lengkap, seperti cek trombosit dan hematokrit, untuk memastikan diagnosis DBD. Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan tambahan, seperti tes NS1. Tes NS1 dapat mendeteksi adanya virus dengue sejak hari pertama hingga kelima demam, sehingga sangat membantu untuk memastikan diagnosis DBD di fase awal infeksi.

Cara mengecek DBD pada anak harus dilakukan sejak gejala awal agar komplikasi, seperti syok dengue, dapat dicegah semaksimal mungkin. Semakin cepat DBD terdeteksi, semakin besar peluang anak untuk sembuh total tanpa masalah kesehatan jangka panjang. 

Jika Ayah dan Bunda ragu setelah mencoba cara mengecek DBD pada anak di rumah, segera konsultasikan melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk memastikannya. Jangan tunda untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan jika gejalanya semakin berat atau tidak membaik dalam waktu 2–3 hari.