Diagnosis demam berdarah dilakukan untuk memastikan apakah gejala yang dialami pasien benar disebabkan oleh infeksi virus Dengue, serta menilai tingkat keparahan penyakit. Diagnosis yang cepat dan tepat penting dilakukan karena DBD dapat berkembang menjadi kondisi yang berbahaya dalam waktu singkat.

Berikut adalah rangkaian pemeriksaan yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis demam berdarah:

Tanya Jawab

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan beberapa hal, seperti:

  • Kapan demam mulai muncul
  • Tinggi suhu tubuh dan lama demam
  • Gejala lain yang menyertai, seperti sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, atau ruam kulit
  • Riwayat perdarahan, misalnya mimisan atau gusi berdarah
  • Riwayat perjalanan ke daerah dengan banyak kasus DBD
  • Apakah ada anggota keluarga atau lingkungan sekitar yang sedang terkena DBD
  • Riwayat pernah terkena dengue sebelumnya

Pemeriksaan Fisik 

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mencari tanda-tanda khas DBD, seperti:

  • Demam tinggi
  • Ruam atau bintik kemerahan pada kulit
  • Bintik perdarahan kecil pada kulit (petekie)
  • Mimisan atau gusi berdarah
  • Tanda kekurangan cairan
  • Pembesaran hati
  • Tekanan darah menurun
  • Denyut nadi cepat dan lemah
  • Pembesaran kelenjar getah bening 

Selain itu, dokter juga dapat melakukan tourniquet test dengan alat pengukur tekanan darah. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi kebocoran pembuluh darah. Umumnya, pada penderita demam berdarah, tes ini akan memunculkan sejumlah ruam yang tidak hilang ketika kulit diregangkan. 

Pemeriksaan Penunjang 

Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pasien demam berdarah, seperti: 

  • Pemeriksaan antigen NS1 di hari ke 0–7 sejak gejala muncul, untuk mendeteksi keberadaan virus Dengue.
  • Pemeriksaan serologi IgG dan IgM dengue yang biasanya dilakukan 4–5 hari setelah gejala muncul, untuk mendeteksi antibodi terhadap virus Dengue.
  • Hitung darah lengkap mulai hari ke-4 sejak demam terjadi, untuk mengetahui dan memantau kadar sel darah putih, trombosit, dan kadar hematokrit
  • Tes fungsi hati, untuk memastikan apakah infeksi dengue menyebabkan komplikasi pada hati

Pada kasus tertentu, terutama jika dicurigai terjadi DBD berat, dokter dapat melakukan USG perut atau foto Rontgen dada. Pemeriksaan ini bertujuan melihat tanda kebocoran plasma, seperti penumpukan cairan di rongga perut atau paru-paru.