Menentukan usia bayi prematur yang tepat adalah hal yang penting dilakukan untuk memprediksi tumbuh kembang dan mengevaluasi kondisi kesehatannya. Bunda bingung bagaimana cara menghitung umur bayi prematur? Apakah dari saat bayi dilahirkan atau berdasarkan hari perkiraan lahir (HPL)? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Bayi prematur adalah bayi yang lahir ketika usia kehamilan ibunya kurang dari 37 minggu. Orang tua yang memiliki bayi prematur mungkin akan kebingungan ketika ditanya berapa usia bayi mereka. Haruskah dihitung sesuai umur kehamilan atau sejak Si Kecil dilahirkan?

Cara Menghitung Umur Bayi Prematur dan Memantau Perkembangannya - Alodokter

Menghitung Umur Bayi Prematur

Ada dua cara menghitung umur bayi prematur, yaitu berdasarkan usia kronologis dan usia koreksi. Berikut penjelasannya:

Usia kronologis

Usia kronologis merupakan usia bayi yang dihitung mulai dari saat dia dilahirkan. Usia ini tidak digunakan sebagai tolok ukur, karena tumbuh kembang dan fungsi organ bayi prematur tidak seperti bayi yang lahir cukup bulan. Usia kronologis biasanya digunakan untuk menentukan jadwal pemberian imunisasi pada bayi, baik bayi prematur maupun bayi cukup bulan.

Usia koreksi

Usia koreksi diperoleh dari usia kronologis dikurangi jumlah jeda minggu atau bulan di mana bayi dilahirkan. Misalnya, usia kronologis bayi sekarang adalah 6 bulan, tetapi dia lahir 2 bulan lebih awal, berarti usia koreksinya adalah 4 bulan.

Usia koreksi bayi prematur ini dapat digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, kebanyakan dokter menyarankan untuk menggunakan usia koreksi hingga bayi prematur berusia 2 tahun, atau sampai ukuran dan perkembangannya sama dengan bayi seusianya yang lahir cukup bulan.

Perkembangan Bayi Prematur

Bayi prematur juga akan berkembang sesuai umurnya, walaupun mungkin sedikit terlambat dibandingkan bayi cukup bulan seusianya. Berikut ini adalah perkembangan bayi prematur sesuai umur koreksinya:

2 bulan

  • Mulai bisa mengendalikan kepalanya.
  • Mengenal orang tua.
  • Sudah bisa mengeluarkan suara dan menangis dengan suara berbeda.
  • Tersenyum pada orang lain.

4 bulan

  • Sudah bisa berguling.
  • Bisa mengangkat kepala dan melihat sekelilingnya.
  • Mengikuti orang dan objek.

6 bulan

  • Duduk dengan sendirinya.
  • Mulai merangkak.
  • Berlutut.
  • Berceloteh.
  • Penasaran tentang hal-hal di luar jangkauannya.

9 bulan

  • Sudah bisa merangkak ke mana-mana.
  • Meniru suara dan gerakan.
  • Menarik sesuatu agar bisa berdiri.
  • Memahami kata “tidak”.

12 bulan

  • Merembet di sepanjang furnitur.
  • Bisa berdiri sendiri dan mulai belajar melangkah.
  • Mulai bisa bermain dengan anak-anak lain yang seumuran dengannya.
  • Mengambil barang-barang kecil.
  • Menanggapi pertanyaan sederhana, seperti "Ayah mana?".
  • Mencoba meniru kata-kata yang Anda ucapkan.
  • Melakukan gerakan sederhana, seperti menggelengkan kepala atau melambaikan tangan.
  • Menangis ketika orang tua pergi.
  • Memiliki benda favorit, seperti boneka atau selimut.

15 bulan

  • Bisa jongkok dan berjalan dengan lancar.
  • Dapat membedakan bentuk.
  • Tahu tiga kata selain Bunda dan Ayah, yang digunakan untuk menyebut atau meminta sesuatu.
  • Mencari atau menunjuk gambar di buku.
  • Mengikuti lebih banyak petunjuk.

18 bulan

  • Bisa berjalan menaiki tangga.
  • Mulai berlari.
  • Bisa membuka pakaian.
  • Minum dari cangkir dan makan dengan sendok.
  • Memiliki kosakata sekitar 18 kata.
  • Bisa mengatakan “tidak” sambil menggelengkan kepala.
  • Menunjuk apa yang dia inginkan.

Jika masih bingung, Bunda dan Ayah dapat menyakan kepada dokter anak tentang cara menghitung umur bayi prematur. Selain itu, jangan segan untuk bertanya kepada dokter mengenai perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil, berikut tips untuk mendukung tumbuh kembang serta kesehatannya.