Perbedaan tepung tapioka dan tepung terigu tidak hanya terlihat dari warna dan teksturnya, tetapi juga dari fungsi serta hasil akhirnya pada masakan. Karena itulah, kedua jenis tepung ini tidak bisa selalu saling menggantikan dalam berbagai resep.

Tepung tapioka dan tepung terigu adalah bahan dasar yang sering ditemukan di berbagai masakan, mulai dari makanan ringan, kue, hingga menu utama. Namun, meskipun sama-sama berbentuk tepung dan berwarna putih, keduanya berasal dari sumber yang berbeda dan memiliki karakteristik tersendiri.

Catat, Ini Perbedaan Tepung Tapioka dan Tepung Terigu - Alodokter

Pemilihan tepung yang tepat sangat penting karena bisa memengaruhi tekstur, rasa, bahkan keamanan makanan, terutama bagi mereka yang memiliki alergi atau kondisi tertentu.

Karena perbedaan itulah, memahami perbedaan tepung tapioka dan tepung terigu akan membantu kamu memilih tepung yang paling sesuai untuk setiap resep dan hasil masakan yang diinginkan.

Perbedaan Tepung Tapioka dan Tepung Terigu

Agar tidak salah pilih saat memasak atau membeli bahan makanan, berikut adalah perbedaan dasar tepung tapioka dan tepung:

1. Asal bahan baku

Perbedaan tepung tapioka dan tepung terigu paling mendasar terlihat dari bahan bakunya. Tepung tapioka berasal dari pati yang diekstrak dari umbi singkong. Umbi tersebut dicuci, diparut, diperas sarinya, lalu pati yang diperoleh dikeringkan hingga menjadi tepung. 

Sementara itu, tepung terigu dibuat dari biji gandum yang digiling halus dan diayak hingga terbentuk tepung yang lembut.

2. Warna dan tekstur

Tepung tapioka memiliki warna putih cerah dengan tekstur sangat halus dan cenderung licin. Berbeda dengan tepung terigu yang warnanya putih cenderung krem atau kekuningan dengan teksturnya lebih berat dan tidak terlalu licin.

3. Kandungan nutrisinya

Tepung tapioka sebagian besar terdiri dari karbohidrat dalam bentuk pati dan gluten free. Selain itu, kandungan protein, serat, lemak, dan kolesterol pada tepung tapioka sangat rendah. Sementara itu, tepung terigu mengandung karbohidrat, protein (terutama gluten), sedikit lemak, dan sejumlah kecil serat.

4. Fungsi dalam resep

Perbedaan tepung tapioka dan tepung terigu terletak pada fungsinya. Tepung tapioka biasanya digunakan sebagai pengental, perekat, atau untuk menciptakan tekstur kenyal pada berbagai makanan, seperti bakso, cilok, boba, dan kue lapis.

Sementara itu, tepung terigu umumnya dijadikan bahan utama dalam pembuatan roti, kue, gorengan, atau mi karena kemampuannya menghasilkan adonan yang lembut dan dapat mengembang.

5. Kesesuaian dan pantangan

Tepung tapioka tidak mengandung gluten, sehingga aman dikonsumsi oleh siapa saja, termasuk penderita alergi gandum atau orang dengan gangguan pencernaan, seperti penyakit celiac atau intoleransi gluten. Tepung ini juga cocok untuk mereka yang ingin menjaga asupan lemak.

Sebaliknya, tepung terigu mengandung gluten dan sebaiknya dihindari oleh orang dengan gangguan pencernaan terkait gluten. Konsumsi tepung terigu pada kondisi ini dapat memicu gejala, seperti kembung, diare, sakit perut, atau mual.

Memilih tepung yang tepat tidak hanya penting untuk hasil masakan yang maksimal, tetapi juga berdampak pada kesehatan. Selalu periksa label komposisi pada kemasan sebelum membeli, dan konsumsi tepung dalam jumlah wajar sesuai kebutuhan.

Untuk memastikan pilihan tepung yang aman dan sesuai kebutuhan, konsultasikan dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan memahami perbedaan tepung tapioka dan tepung terigu, Anda bisa memilih tepung yang tepat, sehingga masakan aman untuk dikonsumsi.