Tepung terigu adalah produk olahan yang dihasilkan dari penggilingan biji gandum. Meski bermanfaat sebagai sumber energi dan bahan utama berbagai makanan, tepung terigu juga memiliki beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan bila dikonsumsi berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan.

Tepung terigu dikenal luas sebagai bahan dasar yang serbaguna dan mudah ditemukan di pasaran. Namun, tidak semua tepung terigu memiliki kandungan atau fungsi yang sama. Variasi pada kadar protein dan proses pengolahan membuat tepung terigu terbagi menjadi beberapa jenis yang cocok untuk kebutuhan berbeda, seperti membuat kue, roti, hingga gorengan.

Tepung Terigu: Jenis, Manfaat, dan Cara Konsumsi yang Aman - Alodokter

Selain itu, masih banyak orang yang salah paham mengenai manfaat dan risiko kesehatan tepung terigu, serta bingung memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Agar tidak salah pilih, penting memahami informasi dasar mengenai tepung terigu sebelum menggunakannya dalam menu sehari-hari.

Jenis Tepung Terigu dan Kegunaannya

Tepung terigu tidak hanya berbeda dari segi merek, tetapi juga jenis dan kandungan proteinnya. Perbedaan inilah yang membuat setiap jenis tepung terigu memiliki kegunaan yang spesifik agar hasil masakan lebih maksimal.

Berikut adalah beberapa jenis tepung terigu yang umum ditemukan di Indonesia beserta kegunaannya:

  • Tepung terigu protein tinggi, yang cocok digunakan untuk membuat roti, donat, dan mie karena menghasilkan adonan yang elastis dan mudah mengembang
  • Tepung terigu protein sedang, yang biasanya digunakan untuk bolu, pancake, dan berbagai kue tradisional yang memerlukan tekstur empuk
  • Tepung terigu protein rendah, yang sering digunakan untuk membuat kue kering, biskuit, atau gorengan karena hasil akhirnya lebih renyah dan rapuh

Potensi Manfaat Tepung Terigu dan Efek Sampingnya

Tepung terigu sebagian besar mengandung karbohidrat, sedikit protein, serta beberapa vitamin dan mineral. Beberapa produk tepung terigu juga diperkaya dengan vitamin B kompleks. Jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar, tepung terigu dapat memberikan manfaat, seperti:

  • Menjadi sumber energi karena karbohidratnya mudah diolah oleh tubuh
  • Mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan berkat kandungan proteinnya
  • Mendukung proses metabolisme, terutama pada tepung terigu yang sudah difortifikasi dengan vitamin B kompleks

Penggunaan tepung terigu sering kali tidak disadari karena banyak terdapat pada gorengan, camilan, atau berbagai makanan olahan. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan, tepung terigu dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan.

Pada orang yang sensitif terhadap gluten, misalnya pengidap penyakit celiac atau intoleransi gluten, tepung terigu dapat memicu perut kembung, diare, atau nyeri perut karena tubuh mereka tidak mampu memproses protein gluten dengan baik. Selain itu, tepung terigu olahan memiliki indeks glikemik yang cukup tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat, terutama pada penderita diabetes.

Beberapa produk tepung terigu juga mungkin mengandung bahan tambahan, seperti pemutih atau pengembang, yang berpotensi menimbulkan iritasi lambung. Karena alasan-alasan tersebut, penting untuk memperhatikan kualitas tepung terigu yang dipilih dan mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

Tips Memilih dan Menggunakan Tepung Terigu

Agar terhindar dari risiko konsumsi tepung terigu, perhatikan tips berikut ini:

  • Pilih produk tepung terigu berlabel BPOM agar kualitas dan keamanannya terjamin.
  • Periksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli.
  • Simpan tepung terigu di tempat kering dan tertutup rapat agar tidak mudah terkontaminasi serangga atau jamur.
  • Baca label kemasan untuk mengetahui komposisi, rekomendasi penggunaan, dan petunjuk penyimpanan.
  • Batasi makanan berbahan tepung, misalnya dengan menjadi beberapa kali dalam seminggu saja.

Untuk menjaga asupan gizi keluarga, imbangi konsumsi tepung terigu dengan sumber karbohidrat lainnya, seperti beras merah atau gandum utuh. Anda juga dapat sesekali menggunakan tepung alternatif sebagai pengganti tepung terigu biasa, misalnya tepung almond, tepung singkong, atau tepung jagung.

Mengenali label kemasan dan memilih jenis tepung yang sesuai kebutuhan akan membantu Anda mendapatkan manfaat maksimal sekaligus mengurangi potensi efek samping bagi kesehatan.

Jika Anda memiliki alergi, gangguan pencernaan, atau ragu mengenai konsumsi tepung terigu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk tanya jawab dengan dokter seputar kesehatan keluarga secara cepat dan mudah.