Cedera tulang rusuk dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti kecelakaan dan batuk berkepanjangan. Risiko cedera ini bahkan dapat meningkat pada penderita osteoporosis. Namun, dengan penanganan yang tepat, tulang rusuk yang cedera dapat pulih seperti sediakala.

Tulang rusuk berperan penting dalam melindungi rongga dada beserta organ vital di dalamnya, yaitu jantung dan paru-paru. Namun, benturan keras atau kondisi medis tertentu dapat menyebabkan tulang rusuk rapuh, retak, atau patah. Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri, memar, dan bengkak di bagian tulang yang cedera.

Cedera Tulang Rusuk Beserta 7 Cara Mengatasi Gejalanya - Alodokter

Namun, dengan perawatan yang tepat, tulang rusuk yang cedera akan pulih dalam waktu 3–6 minggu. Hal ini dapat terjadi karena tulang rusuk mampu memulihkan strukturnya secara alami.

Meski demikian, lamanya proses pemulihan cedera tulang rusuk tergantung dari tingkat keparahan cedera dan kondisi kesehatan penderitanya.

Cara Mengatasi Cedera Tulang Rusuk

Untuk cedera tulang rusuk yang bersifat ringan, ada beberapa cara sederhana yang dapat Anda lakukan guna mengatasinya, yaitu:

 1. Kompres dada

Untuk meredakan bengkak dan rasa sakit, Anda bisa mengompres area dada secara teratur. Gunakan es batu atau makanan beku yang dibungkus dengan handuk dan tempelkan di bagian tulang rusuk yang terasa nyeri selama 10–20 menit. Lakukan sebanyak 3 kali sehari.

 2. Konsumsi obat pereda sakit

Guna mengatasi rasa nyeri yang tergolong ringan, Anda bisa mengonsumsi obat antinyeri seperti paracetamol. Perhatikan penggunaan obat sesuai dengan petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter. Untuk nyeri berat, biasanya diperlukan obat pereda nyeri dalam bentuk suntik yang harus diperoleh dengan resep dokter.

 3. Latihan pernapasan

 Saat tulang rusuk cedera, Anda akan merasakan nyeri saat menarik napas dalam. Sebenarnya, Anda disarankan untuk tetap bernapas secara normal untuk mencegah risiko terkena pneumonia dan membantu tubuh mengeluarkan lendir dari paru-paru.

Nah, untuk membantu Anda bisa bernapas secara normal, Anda bisa mencoba latihan pernapasan. Latihan ini memang sebaiknya dilakukan bila rasa nyeri sudah berkurang dan Anda bisa bernapas dengan lebih nyaman.

Latihan pernapasan dapat dilakukan dengan menghirup napas dalam hingga paru-paru berkembang sempurna, lalu embuskan napas secara perlahan. Ulangi sebanyak 10 kali setiap 2 jam.

4. Hindari menutup cedera dengan perban

Perlu diingat bahwa tulang rusuk yang mengalami cedera, seperti memar, retak, atau patah, tidak boleh ditutup dengan perban yang dililitkan di area dada. Tekanan akibat perban di badan bagian atas bisa menghambat pernapasan dan meningkatkan risiko pneumonia.

5. Perbanyak istirahat

Saat mengalami cedera tulang rusuk, Anda disarankan untuk lebih banyak istirahat dan mengurangi aktivitas fisik. Hal ini dapat mempercepat proses pemulihan cedera, terutama jika cedera tersebut tergolong parah dan terasa sangat nyeri.

6. Hindari berbaring terlalu lama

Selama masa pemulihan, Anda disarankan untuk tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi. Namun, hindari posisi berbaring terlalu lama atau diam dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama.

Pada beberapa hari pertama, Anda bisa tetap berjalan kaki di rumah dan beraktivitas fisik ringan untuk membantu tubuh mengeluarkan dahak dan lendir dari saluran pernapasan.

7. Gunakan bantal jika batuk

Saat Anda ingin batuk, gunakan bantal atau selimut tebal untuk menahan dada dari guncangan. Anda juga tidak disarankan mengendarai kendaraan dan membawa atau mengangkat beban berat sampai kondisi membaik. Hindari pula mengejan terlalu kuat, merokok, dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Bila cedera tulang rusuk yang dialami tidak kunjung membaik dengan cara-cara di atas atau disertai dengan gejala demam tinggi, sesak napas, batuk berdarah, dan nyeri di bagian perut atau bahu, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.