Terjatuh atau mendapat pukulan di daerah dada dapat menyebabkan tulang rusuk memar, retak, atau patah. Tidak hanya itu, batuk berkepanjangan juga bisa menyebabkan cedera tulang rusuk pada orang-orang yang menderita osteoporosis atau kanker di tulang rusuk. Namun tidak perlu cemas, cedera tulang rusuk dapat pulih dengan sendirinya asalkan perawatannya tepat.

Tulang rusuk adalah bagian penting di dalam tubuh yang berperan melindungi rongga dada beserta organ vital di dalamnya, yaitu jantung dan paru-paru. Ketika mengalami tulang rusuk retak atau patah, Anda akan merasa sangat kesakitan. Salah satu tanda cedera tulang rusuk yakni memar dan bengkak di sekitar tulang rusuk yang cedera.

Cedera Tulang Rusuk Bisa Pulih Sendiri, Jadi Tidak Perlu Cemas - Alodokter

Tetapi dengan perawatan yang baik, rasa sakit ini perlahan akan membaik setelah tiga minggu hingga 1,5 bulan. Hal ini karena tulang rusuk mampu memulihkan strukturnya secara alami. Proses pemulihan cedera tulang rusuk tergantung dari tingkat keparahan cedera dan kondisi kesehatan penderitanya.

Pemulihan Cedera Tulang Rusuk

Pada sebagian besar kasus, cedera tulang rusuk dapat ditangani dengan perawatan di rumah. Cara-cara berikut ini dapat Anda lakukan untuk merawat tulang rusuk yang cedera:

  • Kompres dada
    Untuk mengurangi bengkak dan rasa sakit, kompres dada secara teratur. Gunakan es batu atau makanan beku yang dibungkus dengan handuk dan tempelkan di daerah dada. Kompres bagian yang nyeri selama 20 menit setiap jam selama dua hari pertama. Kemudian kompres selama 10-20 menit tiga kali sehari sesuai kebutuhan.
  • Mengonsumsi obat pereda sakit
    Anda dapat mengonsumsi obat antinyeri seperti paracetamol, jika nyeri tergolong ringan. Perhatikan penggunaan obat sesuai dengan petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter. Untuk nyeri berat biasanya diperlukan obat pereda nyeri dalam bentuk suntik, yang harus didapatkan dari dokter.
  • Latihan pernapasan
    Saat tulang rusuk bermasalah, Anda akan merasakan nyeri ketika menarik napas dalam-dalam, sehingga Anda cenderung menarik napas pelan dan dangkal. Sebenarnya, Anda disarankan untuk tetap bernapas secara normal. Cara bernapas seperti ini bertujuan untuk mencegah pneumonia (infeksi paru-paru) dan membantu mengeluarkan lendir dari paru-paru.
    Umumnya latihan pernapasan pasca cedera tulang rusuk baru bisa dimulai jika rasa nyeri sudah berkurang dan Anda dapat bernapas dengan nyaman tanpa rasa nyeri. Sebagai bentuk latihan pernapasan, Anda bisa menghirup napas dalam-dalam, biarkan paru-paru berkembang sempurna, lalu embuskan napas perlahan-lahan. Lakukan sebanyak 10 kali setiap dua jam, kemudian lanjutkan dengan latihan batuk ringan setiap dua jam.
  • Tidak menutup tulang rusuk yang bermasalah
    Tulang rusuk yang memar, retak, atau patah, tidak boleh ditutup dengan perban (elastic bandage) yang dililitkan di area dada. Tekanan akibat perban di badan bagian atas bisa menghambat kelancaran pernapasan dan meningkatkan risiko pneumonia.
  • Memperbanyak waktu istirahat
    Jika pekerjaan Anda banyak membutuhkan gerakan fisik, disarankan agar Anda mengambil cuti. Begitu pula jika cedera tulang rusuk Anda tergolong parah dan terasa sangat nyeri.
  • Tidak berbaring terlalu lama
    Hindari posisi berbaring terlalu lama atau berdiam diri pada posisi yang sama dalam waktu lama. Anda juga disarankan untuk tidur dalam posisi kepala sedikit lebih tinggi setelah cedera tulang rusuk. Pada beberapa hari pertama, Anda disarankan untuk tetap berjalan kaki di rumah dan beraktivitas fisik ringan untuk membantu mengeluarkan dahak dan lendir dari saluran pernapasan.
  • Gunakan bantal jika batuk
    Apabila Anda ingin batuk, peluklah bantal untuk menahan dada dari guncangan. Anda juga bisa menggunakan selimut tebal untuk membantu. Cara ini disarankan ketika latihan batuk.

Untuk sementara, Anda tidak disarankan menyetir kendaraan, membawa, atau mengangkat beban berat sampai kondisi membaik. Hindari pula mengejan terlalu kuat, merokok, dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Perhatikan cara-cara perawatan tulang rusuk memar, retak, atau patah, sesuai anjuran dokter. Jangan sampai Anda lalai, karena dapat memperburuk keadaan dan membuat proses pemulihan menjadi lebih lama.

Segera temui dokter apabila Anda mengalami demam tinggi, sesak napas, sakit dada yang makin parah, batuk berdarah, batuk dengan lendir kuning atau hijau, dan terasa nyeri pada perut atau bahu. Anda juga disarankan mengunjungi dokter bila rasa nyeri tidak membaik dalam beberapa minggu dengan berbagai perawatan yang telah disebutkan di atas.