Cepezet adalah obat antipsikotik yang digunakan untuk mengatasi gejala psikosis, seperti halusinasi pada skizofrenia. Cepezet juga dapat membantu meredakan mual, muntah, serta cegukan yang tidak kunjung berhenti.
Chlorpromazine dalam Cepezet termasuk golongan antipsikotik phenothiazine yang bekerja dengan memengaruhi keseimbangan dopamin di otak. Cara kerja ini membantu meredakan halusinasi, pikiran yang tidak teratur, serta perilaku agresif pada kondisi tertentu.

Selain sebagai antipsikotik, Cepezet juga memiliki efek antiemetik yang efektif untuk mengatasi mual dan muntah berat. Karena efeknya cukup kuat pada sistem saraf pusat, penggunaan Cepezet harus sesuai resep dan dalam pengawasan dokter.
Produk Cepezet
Cepezet tersedia dalam 2 varian, yaitu:
- Cepezet 100 mg Tablet, yang tiap tabletnya mengandung 100 mg chlorpromazine.
- Cepezet suntik, dengan kandungan 50 mg chlorpromazine tiap ampul.
Apa Itu Cepezet
| Bahan aktif | Chlorpromazine hydrochloride |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antipsikotik phenothiazine, antiemetik |
| Manfaat | Mengatasi gejala psikosis pada skizofrenia, gangguan bipolar, perilaku agresif berat pada anak, meredakan mual, muntah, dan cegukan yang tidak kunjung berhenti. |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak sesuai anjuran dokter |
| Cepezet untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Cepezet hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat ini selama kehamilan. | |
| Cepezet untuk ibu menyusui | Kandungan Chlorpromazine dapat terserap masuk ke ASI dalam jumlah sangat kecil sehingga umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui. Meski begitu, penggunaan tetap harus sesuai anjuran dokter dan bayi perlu dipantau bila muncul kantuk berlebihan. |
| Bentuk obat | Tablet dan injeksi |
Peringatan Sebelum Menggunakan Cepezet
Cepezet tidak boleh digunakan secara sembarangan. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum menggunakan obat ini:
- Jangan menggunakan Cepezet jika Anda alergi terhadap chlorpromazine atau obat antipsikotik golongan phenothiazine lain.
- Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit jantung, seperti aritmia, gagal jantung, riwayat serangan jantung, kelainan EKG, atau memiliki keluarga dengan riwayat henti jantung mendadak.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki gangguan hati, ginjal, kelainan darah, glaukoma, penyakit Parkinson, epilepsi, pembesaran prostat, penyumbatan usus, atau tumor tertentu, termasuk kanker payudara.
- Jangan gunakan Cepezet untuk menangani psikosis akibat demensia pada lansia, karena dapat meningkatkan risiko efek samping serius.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Cepezet karena dapat meningkatkan risiko kantuk berat dan gangguan pernapasan.
- Obat ini dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau penglihatan buram. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda mengetahui efek obat terhadap tubuh Anda.
- Cepezet dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari. Gunakan pelindung jika beraktivitas di luar ruangan.
- Beri tahu dokter jika sedang hamil, menyusui, merencanakan kehamilan, atau sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal.
- Segera periksakan diri ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat, efek samping serius, atau overdosis setelah menggunakan Cepezet.
Dosis dan Aturan Pakai Cepezet
Dosis Cepezet akan ditentukan oleh dokter berdasarkan usia, kondisi medis, serta respons pasien terhadap pengobatan. Berikut adalah dosis umum chlorpromazine:
Tujuan: Psikosis atau Skizofrenia
Tablet
- Dewasa: 25 mg, 3 kali sehari atau 75 mg sekali sehari. Dosis pemeliharaan 75–300 mg per hari, dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai respons.
- Lansia: Dosis awal ⅓–½ dari dosis dewasa.
- Anak usia 1–12 tahun: 0,5 mg/kgBB setiap 4–6 jam. Dosis maksimal disesuaikan usia dan berat badan.
Injeksi
- Dewasa: 25–50 mg setiap 6–8 jam.
- Anak usia 1–12 tahun: 0,5 mg/kgBB setiap 4–6 jam.
Tujuan: Mual dan Muntah
Tablet
- Dewasa: 10–25 mg setiap 4–6 jam.
- Anak usia 1–12 tahun: 0,5 mg/kgBB setiap 4–6 jam.
Injeksi
- Dewasa: 25 mg, dapat diulang sesuai kebutuhan.
Cara Menggunakan Cepezet dengan Benar
Cepezet tersedia dalam bentuk tablet dan suntik. Agar manfaatnya optimal dan risiko efek samping minimal, perhatikan cara penggunaan berikut:
- Gunakan Cepezet sesuai anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan.
- Cepezet suntik hanya boleh diberikan oleh dokter atau tenaga medis di fasilitas kesehatan melalui suntikan ke otot (IM) atau pembuluh darah (IV).
- Cepezet tablet dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Telan obat dengan air putih tanpa dihancurkan atau dikunyah, kecuali atas anjuran dokter.
- Jika lupa minum tablet Cepezet, segera konsumsi bila belum mendekati jadwal berikutnya. Jangan menggandakan dosis.
- Jangan menghentikan penggunaan Cepezet secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter karena dapat memperburuk gejala atau menimbulkan efek putus obat.
- Lakukan kontrol rutin sesuai jadwal agar dokter dapat memantau kondisi dan kemungkinan efek samping. Pada penggunaan jangka panjang, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan darah, fungsi hati, atau pemeriksaan lain secara berkala.
- Simpan tablet Cepezet di tempat kering, sejuk, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Cepezet dengan Obat Lain
Interaksi yang dapat terjadi jika Cepezet digunakan bersama obat lain, meliputi:
- Peningkatan risiko kantuk berat, penurunan kesadaran, atau gangguan napas jika digunakan bersama alkohol, obat penenang, opioid, atau antihistamin.
- Peningkatan risiko gangguan irama jantung jika digunakan bersama obat antiaritmia (misalnya amiodaron), antibiotik makrolida (misalnya eritromisin), atau obat lain yang memengaruhi interval QT.
- Peningkatan risiko hipotensi jika digunakan bersama obat antihipertensi.
- Peningkatan risiko efek samping ekstrapiramidal jika digunakan bersama obat antipsikotik lain.
Untuk mencegah interaksi berbahaya, beri tahu dokter mengenai semua obat yang sedang Anda konsumsi sebelum menggunakan Cepezet. Anda dapat berkonsultasi ke dokter secara cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Efek Samping dan Bahaya Cepezet
Efek samping yang umum terjadi setelah menggunakan Cepezet, antara lain:
- Kantuk
- Pusing
- Mulut kering
- Sembelit
- Penglihatan buram
- Kenaikan berat badan
Bila keluhan tersebut sering terjadi, hilang timbul, atau tidak kunjung mereda, jangan tunda untuk melakukan janji temu dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER. Selain itu, Cepezet juga dapat menyebabkan efek samping yang lebih serius, seperti:
- Gangguan gerakan (tremor, kaku otot, gerakan tidak terkendali)
- Sindrom neuroleptik malignan (demam tinggi, otot kaku, detak jantung tidak teratur, linglung)
- Tekanan darah sangat rendah
- Gangguan irama jantung
- Penyakit kuning
- Penurunan jumlah sel darah putih
- Reaksi alergi berat
Segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul efek samping serius atau keluhan tidak membaik selama menggunakan Cepezet agar dapat dilakukan evaluasi dan penanganan yang tepat.