Ciri-ciri kontraksi palsu kerap membuat ibu hamil bertanya, “Apakah ini sudah tanda persalinan?” Kontraksi ini memang bisa terasa seperti kontraksi asli, tetapi sebenarnya bukan tanda bahwa melahirkan akan dimulai. Oleh karena itu, mengenali ciri-ciri kontraksi palsu penting untuk mengurangi kecemasan dan membantu ibu hamil mengambil langkah yang tepat.
Kontraksi palsu atau yang disebut juga kontraksi Braxton Hicks biasanya mulai muncul di trimester kedua atau ketiga pada masa kehamilan. Kontraksi ini adalah reaksi normal tubuh dalam mempersiapkan rahim menghadapi persalinan.
Meski sensasinya bisa mirip dengan kontraksi asli, sifatnya berbeda dan umumnya tidak menandakan kelahiran dalam waktu dekat. Lantas, bagaimana ciri-ciri kontraksi palsu serta perbedaannya dengan kontraksi asli?
Ciri-Ciri Kontraksi Palsu yang Perlu Diperhatikan
Kontraksi adalah gerakan otot rahim yang menegang dan kemudian mengendur. Proses ini alami dan terjadi karena hormon kehamilan serta pertumbuhan janin yang memberi sinyal pada rahim untuk mulai bekerja lebih keras mendekati waktu persalinan. Namun, seperti yang disebutkan bahwa kontraksi terdiri dari beberapa jenis, di antaranya kontraksi palsu dan asli.
Nah, agar Bunda tidak bingung, berikut beberapa ciri kontraksi palsu yang umum dialami ibu hamil:
1. Kontraksi tidak teratur dan jarang
Cara mengenali ciri-ciri kontraksi palsu yang pertama adalah dengan melihat pola terjadinya. Kontraksi palsu biasanya muncul tanpa pola waktu yang tetap. Anda mungkin merasakan perut mengencang secara tiba-tiba, lalu menghilang dan muncul kembali di waktu yang tidak menentu.
Tidak ada peningkatan frekuensi atau keteraturan seiring berjalannya waktu. Sifat acak ini membuat kontraksi palsu mudah dibedakan dari kontraksi asli yang cenderung sering terjadi menjelang persalinan.
2. Intensitas kontraksi ringan hingga sedang
Sensasi kontraksi palsu umumnya terasa ringan, seperti perut ditekan atau mengencang sebentar saja. Rasa ini tidak semakin kuat seiring waktu dan tidak membuat Bunda kesakitan secara berlebihan.
Beberapa ibu hamil mungkin hanya merasa sedikit tidak nyaman karena ciri-ciri kontraksi palsu tidak ditandai dengan nyeri yang berat. Selain itu, kontraksi palsu biasanya pun tidak mengganggu aktivitas harian.
3. Tidak menyebabkan nyeri hebat
Pada kontraksi palsu, rasa nyeri yang muncul tidak sampai menimbulkan keluhan berat di perut atau punggung bagian bawah. Umumnya kontraksi palsu hanya akan menimbulkan sensasi tidak nyaman atau seperti ditekan saja.
Namun, bila Bunda mulai merasakan nyeri yang sangat kuat dan menetap, hal itu bisa menjadi tanda kontraksi asli. Soalnya, kontraksi palsu jarang membuat ibu merasa sangat kesakitan.
4. Tidak ada lendir darah atau air ketuban yang keluar
Bunda perlu perhatikan, apakah ada cairan, darah, atau lendir yang keluar dari jalan lahir. Jika terdapat cairan atau darah yang keluar ketika perut terasa sakit, apalagi dalam jumlah banyak, segera hubungi dokter karena itu bisa menjadi tanda persalinan sebenarnya.
Pada ciri-ciri kontraksi palsu, jalan lahir tetap kering dan tidak ada perubahan. Inilah sebabnya penting untuk selalu memperhatikan perubahan yang terjadi.
5. Berkurang setelah istirahat atau mengubah posisi
Sering kali kontraksi palsu akan reda ketika Anda duduk, berbaring, atau mengubah posisi tubuh. Aktivitas sederhana seperti mengistirahatkan tubuh, minum air putih, atau sekadar mengganti posisi tidur sering membantu mengurangi ketidaknyamanan.
Jika sensasi kontraksi terus berlanjut walau Anda sudah istirahat, perhatikan gejala lain yang muncul. Hal ini membantu Anda membedakan kontraksi palsu dengan kontraksi asli yang tidak hilang dengan perubahan posisi.
6. Tidak memengaruhi pembukaan leher rahim
Kontraksi palsu tidak menyebabkan perubahan atau pembukaan pada leher rahim, sehingga belum menandakan proses persalinan dimulai. Pada pemeriksaan dokter, leher rahim akan tetap tertutup dan tidak ada tanda-tanda pembukaan. Berbeda dengan kontraksi asli, pembukaan leher rahim akan terjadi secara bertahap hingga pembukaan 10.
Berikut beberapa ciri-ciri kontraksi palsu yang perlu Bunda ketahui. Memahami ciri-ciri kontraksi palsu bisa memberikan ketenangan bagi ibu hamil agar tidak panik ketika perubahan tubuh terjadi menjelang persalinan. Namun, tetaplah waspada jika merasakan nyeri hebat atau muncul flek darah karena itu dapat menjadi tanda persalinan.
Jika kontraksi yang dialami semakin sering, disertai nyeri hebat, atau keluar darah atau cairan dari jalan lahir, segera ke rumah sakit untuk memastikan kondisi Anda dan kandungan.
Sementara itu, untuk pertanyaan seputar kontraksi palsu atau kekhawatiran lain selama kehamilan, Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter. Konsultasi lebih awal dapat membantu Anda mendapatkan arahan yang tepat sesuai kondisi.
