Coba Simak Sayur dan Buah Penambah Darah di Sini

Selain daging, ada beberapa jenis sayur dan buah yang dapat menambah darah. Sel darah merah bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Untuk mendukung proses ini berjalan lancar, tubuh membutuhkan asupan makanan yang mengandung zat-zat penting untuk memproduksi sel darah merah, termasuk dari sayur dan buah penambah darah.

Kekurangan sel darah merah akan menyebabkan anemia atau kurang darah. Tanda-tandanya dapat berupa lesu, lemas, pusing, jantung berdebar lebih cepat, dan kulit terlihat pucat.

coba simak sayur dan buah penambah darah di sini - alodokter

Zat Penting sebagai Pembentuk Sel Darah

Agar proses pengantaran oksigen ke seluruh tubuh berjalan dengan baik, jumlah sel darah merah tidak boleh menurun. Oleh karena itu, diperlukan zat-zat yang penting dalam produksi sel darah, yaitu:

  • Zat besi
    Zat besi merupakan bagian dari hemoglobin yang ada pada sel darah merah. Hemoglobin ini berfungsi mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika asupan zat besi dalam tubuh kurang, jumlah sel darah merah pun akan turun dan menyebabkan anemia.
    Dalam sehari, laki-laki membutuhkan zat besi sebanyak 8,7 mg dan perempuan dalam masa reproduktif membutuhkan 14,8 mg. Sumber zat besi yang diserap tubuh ada dua macam, yaitu zat besi heme dan non-heme. Zat besi heme terdapat pada ikan, unggas, dan daging. Sedangkan zat besi non-heme terdapat pada asupan nabati seperti kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan buah-buahan.
  • Folat
    Folat atau asam folat adalah sejenis vitamin B yang dapat larut dalam air. Asam folat bisa didapat dari kacang-kacangan, buah-buahan (lemon, melon, pisang, jeruk, tomat), daging, hati sapi, dan sayur-sayuran (bayam, brokoli).
  • Vitamin B12
    Selain zat besi dan asam folat, pembentukan sel darah merah juga membutuhkan vitamin B12. Vitamin ini bisa diperoleh dari keju, telur, susu, makanan laut, unggas, dan daging.

Apa Saja Sayur dan Buah Penambah Darah?

Anda tidak perlu cemas kekurangan darah sebab sayur dan buah penambah darah sebenarnya mudah didapat. Inilah sayur dan buah yang bisa Anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan produksi sel darah.

  • Bayam
    Bayam adalah sumber zat besi yang baik untuk mencegah anemia. Sebanyak 6 mg zat besi bisa Anda dapatkan dari secangkir bayam yang sudah dimasak. Anda bisa mengolah bayam sebelum mengonsumsinya karena zat besi pada bayam yang sudah dimasak lebih mudah diserap tubuh dibandingkan bayam yang belum dimasak.
  • Kedelai
    Kedelai adalah sumber zat besi yang diperlukan dalam proses metabolisme. Dalam 1,5 cangkir kacang kedelai terdapat 4 mg zat besi. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi tempe, tahu, dan susu kedelai.
  • Plum
    Buah prune atau yang lebih dikenal sebagai plum dapat membantu mencukupi kebutuhan zat besi dan mencegah anemia. Plum bisa diolah sebagai jus, salad buah, atau ditambahkan pada puding dan kue.
  • Alpukat
    Alpukat memiliki kadar zat besi yang tidak terlalu tinggi, tetapi buah ini mengandung folat yang cukup tinggi yang berguna untuk menambah darah. Tugas folat dalam tubuh adalah memperbaiki sel-sel yang rusak, termasuk pembentukan sel darah merah. Sebanyak 45 mikrogram folat bisa didapatkan dari mengonsumsi setengah cangkir buah alpukat. Wanita memerlukan sekitar 400-600 mikrogram folat per hari sedangkan pria 400 mikrogram.
  • Pepaya
    Buah ini bisa menjadi pilihan jika Anda ingin mendapatkan folat. Dalam setengah buah pepaya terkandung 58 mikrogram folat. Mengonsumsi pepaya yang dikombinasikan dengan buah-buahan sumber folat lainnya, akan memenuhi kebutuhan folat harian Anda. Dengan demikian, Anda terhindar dari anemia.

Setelah mengetahui apa saja makanan yang bisa menambah sel darah merah, Anda tidak perlu lagi cemas mengalami anemia. Cobalah lebih sering menyantap sayur dan buah penambah darah yang telah disebutkan di atas, baik sebagai hidangan utama maupun sebagai camilan, terutama bagi Anda yang vegetarian dan tidak mendapat asupan zat besi dari sumber makanan hewani. Jika perlu, konsultasikan kebutuhan nutrisi Anda pada dokter ahli gizi.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi