Sayur dan buah penambah darah baik dikonsumsi bagi Anda yang sedang mengalami anemia atau kurang darah. Beragam nutrisi dan zat penting di dalamnya bisa mendorong produksi sel darah merah dalam tubuh.

Kekurangan sel darah merah akan menyebabkan anemia atau kurang darah. Gejalanya bisa berupa pusing, tubuh terasa lemas, lesu, jantung berdebar lebih cepat, dan kulit terlihat pucat.

Kenali Ragam Sayur dan Buah Penambah Darah di Sini - Alodokter

Obat penambah darah biasanya akan diresepkan dokter untuk mengatasi kondisi kurang darah yang bersifat ringan. Selain dengan obat atau suplemen, Anda juga bisa mengonsumsi beberapa jenis sayur dan buah penambah darah untuk meningkatkan produksi sel darah merah.

Zat Penting dalam Proses Pembentukan Sel Darah

Pembentukan sel darah tidak terlepas dari peran beberapa zat penting. Berikut ini adalah beberapa zat penting yang diperlukan dalam produksi sel darah dalam tubuh:

Zat besi

Zat besi penting dalam pembentukan hemoglobin yang ada pada sel darah merah. Hemoglobin berfungsi untuk mengikat dan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika asupan zat besi dalam tubuh kurang, jumlah sel darah merah pun akan turun dan menyebabkan anemia.

Jumlah zat besi pada pria dan wanita umumnya berbeda. Setiap harinya, pria membutuhkan asupan zat besi sebanyak 9 mg, sedangkan wanita membutuhkan 15–18 mg.

Sumber zat besi yang diserap tubuh ada dua macam, yaitu zat besi heme dan nonheme. Zat besi heme terdapat pada ikan, unggas, dan daging. Sementara itu, zat besi nonheme terdapat pada asupan nabati, seperti kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan buah-buahan.

Folat

Folat atau asam folat adalah sejenis vitamin B yang larut dalam air. Vitamin ini berperan dalam pembentukan sel darah merah. Pria dan wanita membutuhkan asupan folat sebanyak 400 mcg setiap harinya.

Asupan asam folat bisa diperoleh dari hati sapi, bayam, kacang-kacangan, nasi putih, alpukat, brokoli, kacang merah, jeruk, pepaya, pisang, telur, dan ikan.

Vitamin B12

Selain zat besi dan folat, pembentukan sel darah merah juga membutuhkan vitamin B12. Pria maupun wanita disarankan untuk mengonsumsi 3,5–4 mcg vitamin B12 setiap harinya. Vitamin ini bisa diperoleh dari keju, telur, susu, makanan laut, unggas, dan daging.

Beragam Sayur dan Buah Penambah Darah

Ada beberapa jenis sayur dan buah penambah darah yang mudah didapat dan bisa Anda konsumsi untuk menjaga jumlah sel darah merah dalam tubuh atau mengatasi kondisi kurang darah, yaitu:

1. Bayam

Bayam adalah sumber zat besi yang baik untuk mencegah anemia. Dengan mengonsumsi secangkir bayam, Anda bisa mendapatkan asupan zat besi sebanyak 3,72 mg.

Anda bisa mengolah bayam sebelum mengonsumsinya karena zat besi pada bayam yang sudah dimasak lebih mudah diserap tubuh dibandingkan dengan bayam yang belum dimasak.

2. Kedelai

Kedelai adalah sumber zat besi yang diperlukan dalam proses metabolisme dan pembentukan sel darah. Dalam secangkir kacang kedelai terdapat 9 mg zat besi. Kedelai bisa dikonsumsi dalam bentuk tempe, tahu, dan susu kedelai.

3. Plum

Buah prune atau lebih dikenal dengan sebutan plum juga dapat membantu Anda mencukupi kebutuhan zat besi dan mencegah anemia. Plum bisa diolah sebagai jus dan salad buah atau sebagai bahan pelengkap pada puding dan kue.

4. Alpukat

Buah alpukat dikenal sebagai sumber zat besi dan folat yang baik. Hanya dengan mengonsumsi 100 gram buah alpukat, Anda bisa memperoleh sekitar 80 mcg folat dan 0,5 mg zat besi.

5. Pepaya

Buah ini bisa menjadi pilihan Anda untuk memenuhi kebutuhan asam folat. Dalam 100 gram buah pepaya, terkandung 37 mcg folat. Anda pun bisa mengonsumsi pepaya dengan buah sumber folat lainnya guna memenuhi asupan folat harian.

Konsumsi sayur dan buah penambah darah juga penting dilakukan bagi Anda yang menjalani pola makan vegetarian dan tidak mendapat asupan zat besi dari sumber makanan hewani. Selain zat besi, Anda juga dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi lain, seperti karbohidrat, lemak, dan protein.

Bila Anda mengalami gejala anemia dan tidak membaik setelah mengonsumsi obat atau buah penambah darah, periksakan kondisi Anda ke dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.