Comtusi Forte adalah obat untuk meredakan batuk akibat alergi, terutama yang sudah sampai mengganggu tidur. Obat ini juga dapat mengurangi gatal di tenggorokan, bersin-bersin, dan hidung meler. Comtusi Forte tersedia dalam bentuk kapsul dan penggunaannya harus dengan resep dokter.

Comtusi Forte memiliki dua kandungan utama, yaitu oxomemazine dan guaifenesin. Oxomemazine merupakan antihistamin yang dapat mengurangi refleks batuk akibat iritasi pada tenggorokan. Sementara itu, guaifenesin berfungsi sebagai ekspektoran yang mengencerkan dahak sehingga mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan.

Comtusi Forte

Apa Itu Comtusi Forte

Bahan aktif 3,34 oxomemazine dan 66,6 mg guaifenesin
Golongan  Obat resep
Kategori  Kombinasi antihistamin (oxomemazine) dan obat batuk golongan ekspektoran (guaifenesin)
Manfaat Mengurangi batuk akibat alergi atau iritasi, serta membantu pengeluaran dahak
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Comtusi Forte untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya dianjurkan jika manfaatnya lebih besar dibandingkan risiko bagi janin.
Comtusi Forte untuk ibu menyusui Belum diketahui apakah penggunaan oxomemazine dan guaifenesin dalam Comtusi Forte dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Jika Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa arahan dari dokter.
Bentuk obat Kapsul

Peringatan sebelum Menggunakan Comtusi Forte

Comtusi Forte tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki alergi terhadap oxomemazine, guaifenesin, atau obat lain dalam golongan yang sama.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, gagal jantung, kelainan pada hasil EKG, atau aritmia. Informasikan juga ke dokter riwayat penyakit jantung pada keluarga Anda.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat asma, bronkitis kronis, emfisema, penyakit liver, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), penyakit ginjal, atau fenilketonuria.
  • Bicarakan dengan dokter sebelum menggunakan Comtusi Forte pada lansia dan anak usia di bawah 1 tahun.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter bahwa Anda sedang memakai Comtusi Forte jika Anda berencana melakukan tindakan medis, termasuk operasi gigi.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui.
  • Infromasikan kepada dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi termasuk suplemen dan produk herbal agar dokter dapat memantau kemungkinan interaksi obat.
  • Jangan menggunakan Comtusi Forte tanpa persetujuan dokter jika mengalami batuk darah, batuk kronis, atau batuk dengan dahak berlebihan.
  • Jangan mengemudi atau melakukan kegiatan yang membutuhkan kewaspadaan setelah meminum Comtusi Forte. Obat ini dapat menyebabkan kantuk dan pusing.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius selama menggunakan Comtusi Forte.

Dosis dan Aturan Pakai Comtusi Forte

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Comtusi Forte untuk meredakan batuk akibat alergi:

  • Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: 1 kapsul, 3–4 kali sehari. 
  • Anak-anak 6-12 tahun: 1 kapsul, 2–3 kali sehari.

Cara Menggunakan Comtusi Forte dengan Benar 

Gunakan Comtusi Forte sesuai dengan anjuran dokter dan aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa izin dokter.

Untuk memaksimalkan hasil pengobatan, Anda perlu mengikuti panduan penggunaan Comtusi Forte berikut ini:

  • Comtusi Forte dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. 
  • Telan kapsul Comtusi Forte secara utuh dengan air putih, jangan dibelah atau dikunyah kecuali disarankan dokter..
  • Gunakan obat ini pada waktu yang sama setiap harinya. Jika Anda lupa mengonsumsi Comtusi Forte, segera minum obat ini saat teringat. Namun, jika dosis berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Perbanyak minum air putih selama pengobatan dengan Comtusi Forte. Jarak antar dosis minimal 4 jam.
  • Hubungi dokter jika batuk berdahak atau gejala lain tidak membaik dalam 7 hari.
  • Jangan gunakan Comtusi Forte yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Hindari mengemudi atau mengoperasikan alat berat setelah mengonsumsi Comtusi Forte, karena obat ini dapat menyebabkan kantuk dan pusing.
  • Buang Comtusi Forte yang masih tersisa setelah durasi pengobatan selesai. Jangan menyimpannya untuk digunakan di kemudian hari.
  • Simpan Comtusi Forte di tempat bersuhu ruangan yang terhindar dari sinar matahari langsung, suhu panas, dan kondisi yang lembap serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Comtusi Forte dengan Obat Lain 

Penggunaan Comtusi Forte bersama obat lain dapat memengaruhi efektivitas atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Efek interaksi obat yang dapat terjadi berupa:

  • Peningkatan risiko terjadinya kantuk dan pusing jika digunakan bersama obat penenang, antidepresan, atau obat tidur.
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping jika digunakan bersama alkohol atau obat lain yang menekan sistem saraf pusat, seperti golongan sedatif. 

Agar aman, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter melalui chat online sebelum menggunakan Comtusi Forte bersamaan dengan produk lainnya.

Efek Samping dan Bahaya Comtusi Forte

Seperti obat lainnya, Comtusi Forte dapat menimbulkan efek samping. Efek samping yang muncul bisa berupa:

Hentikan penggunaan Comtusi Forte dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Alergi obat seperti ruam kulit, gatal hebat, wajah bengkak, sulit bernapas atau menelan.
  • Gangguan irama jantung yang ditandai dengan detak jantung tidak teratur, terlalu cepat, terlalu lambat, berdebar-debar, atau nyeri dada.
  • Gangguan fungsi hati yang ditandai dengan kelelahan, mual, muntah, sakit perut kanan atas, kulit atau mata menguning, urine gelap, atau feses pucat.
  • Berkonsultasilah ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau memburuk. Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi Alodokter atau buat janji konsultasi di rumah sakit.