Daging babi dapat meningkatkan risiko infeksi cacing pita jika tidak dimasak dengan benar. Konsumsi berlebihan juga dikaitkan dengan kolesterol tinggi serta meningkatnya risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Daging babi merupakan sumber protein hewani yang mengandung beragam nutrisi penting, seperti vitamin B kompleks, zinc, fosfor, dan kalium, dengan nilai gizi yang mirip daging sapi.

Namun, di balik kandungan nutrisinya, daging babi juga dapat membawa risiko kesehatan bila tidak diolah dengan aman. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah infeksi cacing pita atau taeniasis.
Daging Babi dan Cacing Pita
Taeniasis adalah penyakit akibat infeksi cacing Taenia solium atau cacing pita babi. Parasit ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur maupun larva cacing pita.
Setelah tertelan, telur cacing pita akan menetas menjadi larva di saluran pencernaan. Larva kemudian dapat menembus dinding usus, masuk ke aliran darah, dan menyebar ke berbagai organ tubuh, seperti otot, mata, dan otak.
Infeksi cacing pita sering kali tidak menimbulkan gejala khas, bahkan bisa tanpa keluhan sama sekali. Namun, pada sebagian kasus, gejala berikut dapat muncul:
- Sakit perut
- Kehilangan nafsu makan
- Penurunan berat badan
- Benjolan di bawah kulit bila larva menyebar ke jaringan otot
- Gangguan penglihatan, mata bengkak, atau ablasi retina bila larva menginfeksi mata
- Sakit kepala, kejang, penurunan kesadaran, kebingungan, sulit berkonsentrasi, gangguan koordinasi tubuh, serta tanda pembengkakan otak bila infeksi terjadi di otak
Daging Babi dan Dampaknya bagi Kesehatan
Meski mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh, konsumsi daging babi sebaiknya tetap dibatasi. Mengonsumsi daging babi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan berikut:
1. Kanker
Daging babi yang diolah dengan suhu tinggi, seperti dibakar atau digoreng terlalu lama, dapat menghasilkan senyawa berbahaya. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dikaitkan dengan meningkatnya risiko kanker, terutama kanker usus besar.
2. Penyakit jantung
Daging babi mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, kandungan ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan tekanan darah tinggi.
3. Stroke
Asupan lemak jenuh dan kolesterol yang berlebihan dapat menyebabkan penumpukan plak di pembuluh darah, termasuk pembuluh darah otak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke.
4. Hepatitis E
Tidak hanya dagingnya, konsumsi hati babi yang tidak dimasak hingga matang sempurna dapat menularkan virus hepatitis E. Infeksi ini berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti pembesaran hati, gagal hati, hingga kematian, terutama pada kelompok rentan.
Memilih dan Mengolah Daging Babi
Untuk menurunkan risiko infeksi cacing pita, pilihlah daging babi yang segar dan diolah secara higienis. Potongan daging dari bagian loin, seperti tenderloin, umumnya memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibandingkan bagian lainnya.
Daging babi segar yang dibungkus rapat dapat disimpan di dalam lemari es selama 2 sampai 4 hari. Jika disimpan di dalam freezer, daging babi dapat bertahan hingga 6 bulan.
Untuk mencairkan daging babi beku, sebaiknya letakkan di dalam kulkas. Proses pencairan sekitar 0,5 kg daging membutuhkan waktu sekitar 3–5 jam, sedangkan potongan setebal kurang lebih 2,5 cm memerlukan waktu 12–14 jam. Daging babi dianjurkan dimasak hingga benar-benar matang dengan suhu internal sekitar 63–71°C.
Saat membeli, perhatikan label kemasan dan pastikan daging berasal dari sumber yang terjamin kebersihannya. Jika Anda mengalami keluhan setelah mengonsumsi daging babi atau ingin mengetahui batas aman konsumsi serta cara pengolahan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, sebaiknya konsultasikan hal tersebut dengan dokter.
Konsultasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja serta cepat dan praktis melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan, termasuk menyarankan jumlah dan cara aman mengonsumsi daging babi sesuai kondisi Anda.