Kanker usus besar adalah tumor ganas di usus besar yang ditandai dengan perubahan pola buang air besar secara terus-menerus. Penyakit ini sering kali berawal dari tumor jinak yang disebut polip.

Hingga saat ini, penyebab kanker usus besar belum diketahui dengan jelas. Namun, ada beberapa hal yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kanker usus besar, antara lain jarang makan serat, jarang berolahraga, dan memiliki kebiasaan merokok.

Kanker Usus Besar - Alodokter

Kanker usus besar sering kali tidak menimbulkan gejala di awal. Namun, jika Anda sering mengalami gejala gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit, dan memiliki keluarga yang menderita kanker usus besar, dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Makin awal terdeteksi, kemungkinan kanker usus besar untuk sembuh juga akan makin besar.

Penyebab Kanker Usus Besar

Kanker usus besar disebabkan oleh perubahan atau mutasi gen pada jaringan usus besar. Akan tetapi, penyebab mutasi gen tersebut belum diketahui dengan pasti.

Meski penyebabnya tidak diketahui, ada beberapa gaya hidup yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kanker usus besar, antara lain:

  • Pola makan kurang serat
  • Terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan lemak
  • Kebiasaan merokok
  • Konsumsi minuman beralkohol
  • Jarang berolahraga

Selain itu, ada beberapa kondisi atau penyakit yang juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker usus besar, yaitu:

  • Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita kanker usus besar
  • Menderita polip usus
  • Menderita berat badan berlebih atau obesitas
  • Menderita diabetes
  • Menderita penyakit radang usus
  • Pernah menjalani radioterapi di bagian perut
  • Menderita kelainan genetik yang disebut familial adenomatous polyposis (FAP) atau sindrom Lynch
  • Berusia di atas 50 tahun

Gejala Kanker Usus Besar

Gejala kanker usus besar pada stadium awal terkadang tidak terasa atau bahkan tidak muncul sama sekali. Walaupun demikian, ada beberapa gejala yang dapat muncul pada kanker usus besar stadium awal, yaitu:

  • Diare atau sembelit
  • Perut kembung
  • Kram atau sakit perut
  • Perubahan bentuk dan warna tinja
  • BAB berdarah

Jika sudah memasuki stadium lanjut, penderita kanker usus besar dapat mengalami gejala berupa:

  • Kelelahan
  • Sering merasa BAB tidak tuntas
  • Perubahan pada bentuk tinja yang terjadi lebih dari sebulan
  • Berat badan turun drastis

Apabila kanker usus besar sudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, dapat muncul gejala berupa:

  • Sakit kuning (ikterus)
  • Pandangan kabur
  • Pembengkakan pada lengan dan tungkai
  • Sakit kepala
  • Patah tulang
  • Sesak napas

Kapan harus ke dokter

Seperti telah dikatakan sebelumnya, penderita kanker usus besar pada awalnya bisa saja tidak merasakan gejala sama sekali. Oleh sebab itu, periksakan ke dokter jika merasakan keluhan yang bisa jadi merupakan gejala kanker usus besar, seperti:

  • Diare atau sembelit berulang
  • Perubahan bentuk dan warna tinja
  • BAB seperti tidak tuntas
  • BAB berdarah

Pemeriksaan ke dokter juga sangat dianjurkan bila Anda memiliki keluarga yang menderita penyakit kanker usus besar.

Diagnosis Kanker Usus Besar

Untuk mengetahui apakah pasien menderita kanker usus besar, dokter akan menanyakan gejala yang dialami. Dokter juga akan menanyakan apakah pasien menderita penyakit yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus besar, serta menelusuri riwayat kesehatan keluarga pasien.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:

Endoskopi

Endoskopi dilakukan oleh dokter gastroenterologi untuk melihat kondisi usus besar dengan memasukkan selang fleksibel dengan kamera di ujungnya melalui anus. Pemeriksaan dengan alat ini disebut kolonoskopi.

Selain dengan selang fleksibel, endoskopi dapat dilakukan dengan media kapsul berkamera yang harus ditelan oleh pasien.

Biopsi usus

Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel jaringan usus untuk diperiksa di bawah mikroskop. Tujuannya adalah untuk melihat ada tidaknya sel ganas (kanker).

Biopsi bisa dilakukan saat kolonoskopi atau saat operasi pengangkatan sebagian usus besar.

Untuk mengetahui seberapa jauh kanker telah menyebar, serta untuk menilai fungsi organ lain dan keberhasilan pengobatan, dokter akan melakukan pemeriksaan:

  • Rontgen
    Foto Rontgen bertujuan untuk melihat kondisi usus besar. Agar hasilnya lebih jelas, pasien akan diminta untuk meminum larutan zat warna khusus (kontras) terlebih dulu.
  • CT scan
    CT scan dilakukan untuk melihat kondisi usus besar dan jaringan di sekitarnya secara lebih rinci.
  • Tes darah
    Tes darah dapat memberikan informasi mengenai fungsi berbagai organ sebelum dokter onkologi melakukan pengobatan, misalnya jumlah sel darah, fungsi hati, dan fungsi ginjal. Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan CEA untuk menilai respon terhadap pengobatan.

Orang yang berisiko tinggi terkena kanker usus besar dianjurkan untuk menjalani skrining kanker usus besar secara berkala. Tujuannya adalah agar kanker dapat segera ditangani bila muncul.

Skrining kanker usus besar dianjurkan pada pria dan wanita yang berusia 45 tahun ke atas. Beberapa pemeriksaan yang direkomendasikan adalah:

  • Pemeriksaan tinja, setiap 1 tahun
  • Kolonoskopi, setiap 10 tahun
  • CT scan perut, setiap 5 tahun

Pemeriksaan tersebut dapat mendeteksi adanya darah di dalam tinja, atau polip di usus yang dapat berkembang menjadi kanker usus besar. Diskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko setiap pemeriksaan.

Stadium Kanker Usus Besar

Berdasarkan tingkat keparahannya, kanker usus besar terbagi menjadi beberapa stadium, yaitu:

  • Stadium 1
    Pada tahap ini, kanker hanya tumbuh di dalam usus besar.
  • Stadium 2
    Pada tahap ini, kanker telah menembus dinding usus besar.
  • Stadium 3
    Pada tahap ini, kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening yang letaknya berdekatan dengan usus besar.
  • Stadium 4
    Stadium ini merupakan tingkat paling parah dari kanker usus besar. Pada stadium ini, kanker telah menyebar jauh dan menyerang organ tubuh lain, seperti paru-paru atau hati.

Stadium kanker usus besar akan ditentukan setelah dokter melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Penentuan stadium ini membantu dokter untuk merencanakan metode pengobatan yang tepat.

Pengobatan Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar dilakukan sesuai stadium atau tingkat keparahan kanker. Beberapa metode pengobatan untuk mengatasi kanker usus besar adalah:

Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat jaringan kanker di usus besar. Jenis operasi yang dilakukan tergantung pada tingkat keparahan dan penyebaran kanker.

Operasi dilakukan dengan memotong dan mengangkat bagian usus besar yang terkena kanker beserta sedikit jaringan sehat di sekitarnya.

Setelah itu, ujung usus besar akan disambungkan ke sisa usus besar yang menuju anus, atau langsung disambung ke lubang buatan di dinding perut sebagai tempat keluarnya tinja. Lubang ini disebut stoma dan dibuat melalui operasi kolostomi.

Selain memotong usus besar, operasi juga dapat dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening yang sudah terkena penyebaran sel kanker.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker. Jenis obat kemoterapi untuk kanker usus besar antara lain oxaliplatin dan irinotecan.

Radioterapi

Radioterapi adalah penggunaan sinar radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Sinar ini bisa dipancarkan dari alat di luar tubuh (radioterapi eksternal), atau dari alat yang dipasang dekat lokasi kanker (radioterapi internal).

Terapi target

Berbeda dengan kemoterapi yang menyerang sel kanker sekaligus sel yang sehat, obat dalam terapi target bekerja dengan membunuh sel-sel kanker secara spesifik. Obat terapi target dapat diberikan dalam obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain. Beberapa obat yang digunakan adalah:

  • Regorafenib
  • Cetuximab
  • Bevacizumab
  • Ramucirumab

Secara umum, pasien kanker usus besar yang terdiagnosis sejak stadium awal memiliki peluang kesembuhan lebih tinggi daripada pasien yang terdiagnosis di stadium akhir.

Pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari kanker usus besar masih memiliki risiko untuk menderita kanker kembali. Untuk memastikan bahwa kanker usus besar tidak kambuh kembali, dokter akan menjadwalkan kontrol pasien secara berkala.

Pencegahan Kanker Usus Besar

Kanker usus besar dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Cara yang dapat dilakukan untuk memperkecil risiko terkena penyakit ini adalah:

  • Berolahraga secara rutin
  • Meningkatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi atau menghindari konsumsi minuman beralkohol

Selain itu, agar kanker usus besar bisa dideteksi sedini mungkin, pemeriksaan melalui skrining juga perlu dilakukan. Metode pemeriksaan ini sangat dianjurkan, khususnya bagi orang yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker usus besar dan orang berusia 50 tahun ke atas.