Diadium adalah obat untuk mengurangi frekuensi buang air besar sekaligus memadatkan tinja yang encer akibat diare. Diadium dapat ditemukan dalam sediaan tablet yang penggunaannya harus dengan resep dokter.

Diadium mengandung loperamide yang bekerja dengan cara menurunkan kecepatan gerak usus yang biasanya meningkat saat diare. Ketika pergerakan usus melambat, tubuh bisa menyerap cairan lebih optimal. Dengan begitu, tekstur feses menjadi lebih padat dan gejala diare berangsur membaik.

Diadium

Diadium dapat ditemukan dalam kemasan strip isi 10 tablet. Diadium 2 mg 10 Tablet hanya bisa diperoleh melalui konsultasi dengan dokter.

Apa Itu Diadium

Bahan aktif Loperamide 2 mg per tablet
Golongan Obat resep
Kategori  Antidiare
Manfaat Mengatasi diare
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥12 tahun
Diadium untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping loperamide terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Diadium untuk ibu menyusui Obat diare berbahan aktif loperamide aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai dan anjuran dokter.
Bentuk obat Tablet

Peringatan sebelum Menggunakan Diadium

Perlu diketahui bahwa tidak semua jenis diare dapat ditangani dengan Diadium, misalnya diare akibat infeksi bakteri tertentu atau karena penggunaan antibiotik. Pada kondisi seperti itu, pemeriksaan dokter tetap diperlukan.

Hal penting lain yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan Diadium adalah:

  • Sampaikan kepada dokter perihal riwayat alergi Anda. Orang yang alergi terhadap loperamide tidak boleh menggunakan Diadium.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita megakolon, sembelit, kolitis ulseratif yang sedang kambuh, disentri, atau ileus paralitik.
  • Jangan menggunakan Diadium untuk mengobati diare yang disertai demam, buang air besar berdarah, tinja hitam, atau sakit perut tanpa diare.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter perihal penggunaan Diadium jika Anda sedang menderita gangguan elektrolit, penyakit liver, HIV/AIDS, atau aritmia.
  • Pastikan Anda memberi tahu dokter jika sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Informasikan kepada dokter mengenai semua obat yang sedang Anda gunakan, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi antarobat yang tidak diinginkan.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Diadium.

Dosis dan Aturan Pakai Diadium

Diadium dapat digunakan untuk diare akut maupun diare kronis, seperti pada:

Obat ini juga dapat digunakan pada pasien dengan ileostomi (lubang yang dibuat pada perut sebagai pengganti anus) untuk mengurangi jumlah feses yang keluar.

Berikut detail dosis Diadium sebagai obat diare:

Kondisi: Diare akut

  • Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: 4 mg (2 tablet) setelah buang air besar cair. Dosis dapat ditambah 2 mg (1) lagi jika masih diare. Dosis maksimal 12 mg (6 tablet) per hari.

Kondisi: Diare kronis

  • Dewasa: Dosis awal 4 mg (2 tablet) per hari. Dosis selanjutnya 2–12 mg (1–6 tablet) per hari. Pengobatan dilakukan hingga tinja padat, minimal dalam 1–2 kali BAB per hari. Dosis maksimal 16 mg (8 tablet) per hari.

Cara Menggunakan Diadium dengan Benar

Penggunaan Diadium harus sesuai arahan dokter dan petunjuk yang tertera pada kemasannya. Jangan mengubah dosis tanpa sepengetahuan dokter.

Ikuti petunjuk penggunaan Diadium di bawah ini supaya diare cepat mereda:

  • Diadium dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Telan tablet Diadium dengan air putih secukupnya.
  • Minumlah air putih atau cairan yang mengandung elektrolit sesering mungkin selama mengalami diare. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya dehidrasi saat diare.
  • Hentikan penggunaan Diadium jika diare sudah berhenti.
  • Hubungi dokter jika diare belum berhenti meski sudah 2 hari mengonsumsi Diadium. Untuk memastikan kondisi Anda dan mendapat penanganan yang cepat, gunakan layanan konsultasi online di aplikasi ALODOKTER.
  • Simpan Diadium di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari panas serta lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan Diadium yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.

Interaksi Diadium dengan Obat Lain

Jika digunakan bersamaan dengan obat lain, produk loperamide, termasuk Diadium, berisiko menimbulkan interaksi yang dapat menyebabkan efek berikut:

  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping berupa gangguan jantung yang berbahaya jika digunakan bersamaan dengan haloperidol, procainamide, moxifloxacin, atau amiodarone
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari loperamide jika digunakan bersama quinidine, ritonavir, itraconazole, ketoconazole, atau gemfibrozil
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat desmopressin

Untuk mencegah efek samping akibat interaksi obat, mintalah saran dokter jika hendak menggunakan Diadium bersama obat lain.

Efek Samping dan Bahaya Diadium

Efek samping bisa saja terjadi saat menggunakan Diadium. Hubungi dokter melalui layanan chat jika keluhan berikut ini sangat menganggu:

  • Pusing
  • Kantuk
  • Mual
  • Sembelit
  • Kram perut

Jangan tunda ke dokter jika penggunaan Diadium menimbulkan efek samping serius, seperti:

  • Diare berdarah
  • Buang air besar makin cair atau tidak ada ampas
  • Frekuensi diare makin sering
  • Nyeri perut, kembung yang parah, atau perut bengkak dan terasa keras
  • Jantung berdebar, sesak napas, dan pusing seperti akan pingsan

Lewat fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa membuat janji temu dengan dokter tanpa harus datang langsung ke tempat praktik.

Segera ke IGD rumah sakit terdekat jika timbul reaksi alergi obat setelah mengonsumsi Diadium. Gejala alergi obat meliputi ruam kulit yang gatal, bengkak di bibir dan kelopak mata, mengi, atau sesak napas.